
pagi ini benar benar memaksaku nekad
mas aku menghormatimu karena kamu suamiku, tapi sekarang tidak lagi,kamu akan memilih pergi atau aku yang akan pergi dari rumahku sendiri,aku mengancam
ci apa tidak bisa nggak usah sepwrti ini,kamu berlebihan dengan ini,
maksudmu berlebihan bagaimana,tanyaku kesal,
kamu beruntung tidak menceritakan ini pada keluargaku aku menjaga aibmu dari mereka,tapi jika kau tak mendengarkanku maka aku terpaksa mengatakan ini pada keluargaku,masih mengancam..
baiklah aku akan pergi jika ini maumu,
anto mulai membereskan beberapa pakaian miliknya tapi jika dia pergi seperti ini bukankah akan buruk nantinya,,apa tanggapan orang orang terhadapku,
akhirnya ku ubah kesepakatan,gini aja aku akan pergi keluar kota untuk kerja dan setelah itu kamu pulang ke orang tuamu
dan tanpa basa basi anto setuju,
baik begitu juga baik,
aku yakin anto masih sangat mencintai mantannya dia menikahiku hanya sebagai pelampiasan saja,
selang bebrapa hari aku minta izin pada papa,
pa,aku mau kerja diluar kota,
kerja,ngapain kamu sudah menikah,
iya pa tapi aku pengen mandiri,tidak bergantung pada suami,aku mencari cari alasan.
bagaimana dengan anto,tanya papa lagi
__ADS_1
dia setuju pa,padahal dalam hati aku tidak peduli lagi apapun yang akan dilakukan anto,
akhirnya papa setuju,
ya udah terserah kamu saja,
dan akhirnya aku pun pergi,ku melamar kerja ketempat tempat yang membuka lowongan,akhirnya aku diterima disebuah pabrik sebagai karyawan,
aku bersorak bahagia mendapat pekerjaan ini,tapi jika semua ini tanpa bantuan yadi mungkin tidak semudah yang kubayangkan,,
yadi adalah temanku sewaktu SMA,dia sangat baik dia dari kota yang sama tempat kami tinggal,tapi saat yadi kuliah dia tinggal di kota xx sampai dia wisuda,
yadi terimakasih banyak ya,tanpa bantuan kamu mana mungkin aku bisa secepat ini dapat kerjaan,,
kamu ci kayak sama siapa aja,santuy aja lah hehe,dengan gaya alaynya yadi
ih kamu mah yad bisa aja,,sambil meninju manja pada bahu yadi,
dan setelah kepergianku aku mencoba melupakan sejenak masalahku dengan anto,tapi aku berharap bahwa dia sudah pergi dari rumahku,aku sengaja tidak menghubungi anto karena aku pikir nanti saja saat aku sudah gajian dan aku akan meminta anto mengurus surat perceraian kami,
tak terasa waktu berlalu sangat cepat aku sudah hampir 1 bulan,
pagi ini aku masuk ketempat kerjaku,
pagi pak,kusapa managerku namanya vino,dia baik,sopan dan sangat menawan tapi dia itu suka jail,,
pagi cantik,menggoda dengan gayanya
ihh apaan sih bapak ini,awas lho nanti jatuh hati sama aku lho hehe,ejekku
memandangku sebentar,
__ADS_1
aku udah jatuh hati sama kamu ci gimana dong...
ih bapak,tersenyum ada rasa baper tapi sadar aku ini masih istri orang..
aku tinggal dulu ya pak..
vino usianya mungkin baru 25 tahun,tapi dia begitu dewasa,sebenarnya orang tuanya memiliki beberapa perusahaan,tapi dia lebih memilih menjadi karyawan dipabrik milik pamannya,
karena dia tidak mau di pandang sebagai penikmat warisan orang tua pikirnya,
hari ini aku menerima gaji pertamaku,kebetulan aku tinggal di mess jadi tidak membayar uang kontrak,dan aku menghubungi anto,
gimana mas udah pergi dari rumah kan,tanyaku padanya
ehm belum,jawabnya singkat
sontak aku marah,tapi kenapa kamu belum pergi ,teriakku kesal
ya aku pikir sejarang kamu nggak disini jadi buat apa aku pergi,toh kita juga nggak ketemu,ada semacam kompromi yang sedang dilakukan anto
tapi aku ingin kamu segera mengurus perpisahan kita secepatnya,berapapun biayanya aku yang akan urus,
dan aku tutup segera panggilanku.
kenapa anto bisa berbuat begini padaku tanpa rasa malu,dimana jalan pikirannya,
terus saja aku mengumpat pada anto
rasanya aku ingin terus memaki dia...
bersambung...
__ADS_1