Suamiku Bukan Cintaku

Suamiku Bukan Cintaku
lagi,hadiah terindah


__ADS_3

cuaca pagi yang begitu cerah,diiringi gesekan daun bambu yang terdengar merdu sambil menikmati sarapan,


hari ini aku akan memeriksa kandunganku.


" Sayang hari ini antar aku check up ke dokter ya " pintaku disela sela makan


" Ok,kita berangkat setelah sarapan "


" Aku sungguh begitu bahagia menikmati hari hari kita,sehingga aku tidak memperhatikan kondisi tubuhku yang berubah seperti ini,bahkan aku tidak memperhatikan gerakan gerakan kecil yang ada di dalam sini sayang" aku menarik tangan vino dan meletakkan diperutku


" Hah iya sayang banyak yang kita lewatkan sepertinya,tapi sepertinya adik atsa ini tidak nakal ya ma,buktinya tidak buat mama mual,pusing dan lain sebagainya.


kami berangkat setelah menghabiskan sarapan,pagi ini aku sudah mendaftar lewat telpon jadi saat sampai aku langsung masuk keruang dokter kandungan.


" Permisi dokter,selamat pagi "


" Oh iya pagi,ibu melody paradipta "


dokter menyapa dengan nama belakang vino,padahal aku hanya menyebut namaku saat mendaftar tadi


" Maaf bagaimana dokter tahu nama paradipta " tanyaku heran


" Gimana nggak ibu kan istri seorang pengusaha ternama dikota kita ini jadi saya tahu " lanjut dokter,aku hanya tersenyum.


" Sepertinya dilihat dari bentuk perut ibu,usia kandungan ibu sudah memasuki trimester ke 3 "


langsung saja kita usg ya bu.dokter dibantu perawat mulai menyiapkan alat alatnya,sementara aku meminta vino untuk tetap disampingku juga atsa

__ADS_1


" Dok boleh kan anak dan suami saya menemani saya disini "


" Oh tentu saja,silahkan" *dokter mempersilahkan vino dan atsa masuk keruangan usg,


setelah semua siap,dokter mulai menggerak gerakkan alat itu diatas perutku,mencari cari dimana posisi bayi,aku sangat terkejut ketika mendengar dokter bicara*.


" Masya Allah luar biasa "dokter tersenyum terlihat bahagia dengan hasil usg nya


" Maaf dokter kenapa kok tersenyum " vino mencoba bertanya,penasaran seperti halnya aku


" Lihat pak lihat ini " salah satu tangan dokter menunjuk kelayar


" Maaf dok saya tidak mengerti,itu seperti wajah bayi,tapi "


sebelum vino selesai dengan pertanyaannya dokter langsung menjelaskan secara rinci dan detail


" Lihat ini adalah wajah bayi lihat gerakannya ya pak,dia sangat aktif,dan ini menunjuk kearah sebelahnya ini juga wajah bayi, "


" Dok,jadi maksud dokter anak saya kembar dok,?"


" Iya pak,dan dilihat dari bentuk janin yang sudah sempurna dapat disimpulkan usia kandungan istri bapak sudah masuk 7 bulan,dan kemungkinan 2 bulan lagi melahirkan,selamat ya pak"


vino berjabat tangan dengan dokter


" Terimakasih dokter,terimakasih ya Allah" vino langsung mencium keningku


" Lihat perut mama sayang,atsa sebentar lagi punya adek kembar sayang "aku sangat bahagia dan langsung mencium atsa,

__ADS_1


" Sini sayang sama mama "


*setelah dokter meresepkan beberapa vitamin,kami langsung keluar ruangan dengan hati yang sangat bahagia,


kamipun pulang,sampai dirumah vino masih belum bisa move on dari hasil usg tadi,dia terus mendekap perutku penuh kasih sayang,sesekali dia mencium perutku dan mengajak bicara bayi yang ada dirahimku*,


" Assalamu'alaikum anak anak papa,baik baik ya diperut mama,jangan nakal,papa sukses kan ma buat atsa punya adek,kembar lagi " vino begitu bahagia hingga dia tidak pergi ke pabrik hari ini,


" Papa akan seharian nemenin mama dan anak anak papa dirumah "


aku bahagia melihat vino sebahagia dan seperhatian ini,yang tidak dia lakukan saat aku hamil atsa dulu


" Tunggu papa harus kasih tau eyang kabar bahagia ini" *vino menghubungi mamanya


tutttt tuuutttt*


"Hallo eyang,ucapku dan atsa mengikuti ucapanku,cepet sayang bilang sama eyang,atsa mau punya adek " vino terus mengajak atsa bicara dengan eyangnya


" Apa,atsa mau punya adek,wah seneng ya,tapi eyang disini kesepian nggak ada teman main,"


" Eyang kesini aja dirumah atsa biar nantu gantian jagain dedeknya atsa eyang "


" Ehm iya ya,tapi eyang kakung nggak ada temennya kalau ayang kesana," mengiba


" Ajak juga eyang kakung kesini yang "


*obrolan itu terus berlanjut sebelum atsa mengantuk dan meminta tidur,memang atsa biasa tidur di jam 11 an itu rutinitas sejak bayi,dan saat atsa tidur aku terus membayangkan lucunya punya anak kembar yang sebelumnya tidak pernah kubayangkan akan memiliki anak kembar,kebahagiaan yang sempurna,,

__ADS_1


ditengah kebahagiaan kabar anak kembarku,vino juga mendapat kabar bahwa perusahaan asing sepakat bekerja sama dengan perusahaan kami,ini benar benar kebahagiaan yang berlipat ganda terimaksih Ya Allah atas kenikmatanmu.


bersambung*...


__ADS_2