Suamiku Bukan Cintaku

Suamiku Bukan Cintaku
seiring berjalannya waktu


__ADS_3

*sekembalinya kami ke kota,kami masih berdiam dirumah,


aku masih mencari waktu yang pas buat ketemu sama eyangnya atsa


hari ini 1 minggu sudah setelah hari raya,aku mencoba bicara dngan vino*,


"Sayang hari ini kita kerumah papa yuk" sedikit takut kalau kalau vino marah.


"Sayang,bukannya aku nggak mau tapi aku takut,kalian kenapa kenapa"


Si kecil atsa masih mengoceh diatas pangkuanku,dan vino yang gemas semakin senang menggodanya,,


"Atsa mau ketemu eyang,hem sayangnya papa gemesin banget sih"


sambil terus mengajak atsa bicara vino sepertinya belum siap bertemu papanya,


Ya sudah sayang lain kali saja kita kerumah papa,sekarang kita pergi ketempat paman saja ya,


*Ok dech tapi sebentar saja ya,aku sedang malas keluar rumah"jawab vino dengan syarat


aku mengangguk,kami pun segera kerumah pamannya vino


ketika sampai dirumah paman suryo aku dikejutkan dengan adanya perempuan yang tak asing,niken sedang apa dia disini,ehm kenapa sih mesti ada dia,


"Assalamu'alaikum,hai paman,hai bik apa kabar? vino menyalami paman dan bibiknya,


eh niken kamu juga disini"😁😁


vino terlihat sangat bahagia melihat ada niken dirumah pamannya,


"Iya vin,kan aku setiap lebaran juga selalu kesini kan" sedikit menggoda vino


"Hai ci,hallo atsa udah besar ya" tanya bibik memecahkan lamunanku

__ADS_1


"Oh iya bik,atsa makin pinter sekarang,oh ya bik apa kalian sudah kerumah papa? bagaimana keadaan mama sama papa? tantaku ingin tahu,sementara vini asyik mengobrol dengan niken


"Ah iya lebaran kedua kami kesana,mereka baik kok,sepertinya papa mertuamu sangat merindukan vino,karena saat kami disana papamu terus menanyakan keadaanmu,"


ehm apakah papa sudah memaafkan vino dan menerimaku,pikiranku menerawang,


"Benarkah bik"meyakinkan kalau ucapan bibik benar,


"Iya itu kemungkinan terbesarnya,maklum ci vino adalah anak satu-satunya mereka,wajar kalau mereka merindukan vino"


"Iya ya bik"


sudah tidak fokus lagi dengan bibik,karena mataku terus mengawasi vino setelah 1 jam lebih,aku bermaksud mengajak vino pulang tapi jawaban vino sungguh diluar rencana.


"Sayang udah sore yuk pulang aku harus mandiik atsa,kalau terlalu sore nanti dia kedinginan" sambil melirik kearah niken


"Sayang sebentar lagi ya"jawabnya tak menoleh sama sekali,paman dan bibik sudah masuk kebelakang,mungkin mereka mau mandi karena memang sudah jam 5 sore,aku masih mencoba mengajak vino untuk pulang,


ni cewek juga apa nggak ada kerjaan lain ya main kerumah orang nggak mikir udah jam berapa bukannya pulang.


"Tunggu sebentar lagi sayang" masih terus dengan jawabannya


"Kamu bilang nggak mau lama lama lagi males keluar,ya udah aku pulang naik taksi aja kalau gitu,!!"merasa mulai diabaikan


"Sayang jangan begitu,baiklah,ayo kita pulang,,,ehm niken kapan kapan kita sambung lagi obrolan kita,aku pulang dulu ya sampai ketemu lagi"


"oh iya aku juga udah mau pulang kok"


uhh dasar cewek gatel,pikiran jahatku keluar..


kami berpamitan dengan paman dan bibik dan saat didepan mobil niken jalan seperti ingin diberi tumpangan sama vino,


"niken kamu pulang naik apa"

__ADS_1


"ehm mungkin naik taksi vin"


sahut niken dengan nada memelas,


"mau bareng atau gimana?" tawar vino,


aku yang sudah sangat kesal turun lagi dari mobil dan langsung manggil taksi


"Kamu antar aja tuh niken pulang biar aku yang naik taksi" *aku langsung masuk ke taksi dan pergi dari rumah paman,


sampai dirumah aku benar benar tidak menghiraukan keberadaan vino,dia ngomong tidak aku jawab,dia mendekat aku pergi,karena memang aku sangat kesal,mana ada perempuan yang mau diperlakukan seperti ini*,


"Sayang kamu kenapa sih,kenapa kamu harus bertindak seperti anak kecil" *ungkapan vino yang justru membuatku makin terpukul,dan aku tidak menjawab dia,dan aku diemin vino sampai beberapa hari


Bukannya minta maaf malah seenaknya bilang aku kayak anak kecil,


dan setelah beberapa hari ini kenapa malam badanku sepertinya kurang sehat,atsa juga rewel,aku nggak mungkin minta tolong pada vino,aku tidak mau vino merasa menang jika aku bicara padanya,ketika aku sedang akan menggendong atsa,jalanku makin sempoyongan,dan kepalaku benar benar pusing,mataku berkunang kunang,dan saat aku hampir jatuh aku berpegangan ujung meja sehingga tanpa sengaja aku menjatuhkan bingkai foto yang ada diatasnya*...


"Sayang kamu kenapa" *teriak vino cemas


aku segera menepis tangan vino


"Jangan sok perhatian lah" nada suaraku datar*


"Sayang sudahlah jangan seperti ini,ok aku minta maaf atas kejadian dirumah paman" mencoba memapahku yang makin tidak bisa mengendalikan tubuhku sendiri..


"Jelaskan apa hubunganmu dengan wanita itu,,"


"Sayang,itu udah nggak penting lagi lupakan saja niken" *mencoba menyudahi keributan


**ternyata kamu masih terus menjaga membela perempuan itu***,,,,


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2