Suamiku Bukan Cintaku

Suamiku Bukan Cintaku
membuat kesepakatan


__ADS_3

siang ini mendung tapi terasa sangat panas,vino tak bisa membendung air matanya,amarahnya meledak didepan papanya,


" Ada apa kamu datang datang teriak teriak,"


papa keluar dari ruangan keejanya bersama mama,


" Lihat,lihat dia pak wisnu rama paradipta "


mata itu melihat kearahku yang tergeletak lemah,


" Karena perjanjianmu dengan niken,lihat yang niken lakukan pada istriku,dia baru saja selamat dari kematian beberapa hari lalu,tapi hari ini,pagi ini harus dia alami lagi "


menangis dan meletakkanku disofa,lalu berdiri menghampiri papanya.


" Apa ini yang kamu inginkan,dia wanita yang baik,dia tidak mengusik mehidupanmu,dia tidak pernah mengganggumu,dia hanya ingin bahagia hidup denganku,begitupun sebaliknya,aku hanya ingin hidup bahagia bersama dia.


papa hanya tertunduk melihat kondisiku tanpa berbicara apapun.


" Dan lihat dia menunjuk atsa


Anak sekecil ini dipaksa tidak minum ASI ibunya karena perbuatan kalian,"


vino menangis sempoyongan,


" Vino kendalikan dirimu nak,mama mencoba menenangkan vino.


" Ma,mana mungkin aku bisa tenang melihat kondisi anak dan istriku seperti ini, "


" Vin lebih baim bawa melody ke RS,ucap mama lagi


" Untuk apa ma,ini pasti akan terjadi lagi,vino duduk dan memegang tanganku,

__ADS_1


Lihat ma,tangan lembut ini,lihat ada luka dimana mana,lihat wajah cantiknya,ada darah disetiap sisi,


" Vino,papa tidak tahu niken senekat itu,maafin papa " menyesal


" heh, kalau tidak tahu apa apa tentang dia kenapa harus membuat perjanjian dengannya, "


" Papa hanya ingin kamu menuruti kemauan papa vino "


" Setelah melody sembuh kami akan pindah dan pergi dari kota ini selamanya,aku akan tinggal dikampung halaman melody,aku memulai usahaku disana "


" Vin,apa yang kamu katakan,apa kamu mau ninggalin mama sendirian?"


mama memelas


" Mama masih bisa menghubungiku kalan saja,dan mama bisa datang melihatku dan cucu mama disana "


" Vino,kamu tidak perlu pergi,papa akan urus semuanya,tapi tetaplah disini "


aku mencoba membuka mataku dan memanggil vino dengan sekuat tenagaku.


" Vin,vino atsa dimana dia,"


aku masih terpejam ketika vino memegang tanganku,aku membuka mataku perlahan


" Vino,atsa dimana,ya Allah badanku sakit sekali,kenapa aku tidak bisa bergerak vin,"


" Sayang ayo kita pulang,aku akan panggil dokter kerumah,"


" Vino tunggu jangan bawa melody pergi,selama pemulihan biarkan melody dirawat dirumah ini," papa mencoba menahanku saat vini hendak membawaku pergi.


" Siapa yang berani menjamin keselamatannya " vino mendelik

__ADS_1


" Papa,kalau terjadi apa apa sama melody,papa yang akan bertanggung jawab,percayalah.meyakinkan


" Iya vino biar kalau disini ada yang menjaga atsa " sahut mama


" Ok,ini demi kebaikan melody dan juga atsa,tapi jika terjadi sesuatu lagi terhadap melody aku tidak ajan tinggal diam."


akhirnya aku dirawat dirumah itu,dengan memanggil dokter untuk memantau kondisiku,sampai aku benar benar sembuh,selama aku disana aku melihat ketulusan dimata papa,dan atsa membuat hati papa luluh,papa begitu menyayangi cucunya dan semakin hari semakin dekat,atsa terlihat bahagia memiliki eyang yang begitu menyayanginya,ini sudah 1 bulan aku tinggal dirumah papa,saat ini vino sedang mengurus segala keperluan untuk persiapan pulang kekampung halamanku.


" Sayang apa kamu serius mau pergi ke kampungku,tanyaku sembari memegang tanganya


Kemarilah duduk disini,aku tidak ingin kamu pergi dengan rasa benci,lihat papa,dia sudah berubah,meskipun belum menganggapku sebagai menantunya,aku senang karena dia sudah sangat dekat dengan atsa "aku merindukan pelukanmu sayang,sambil memeluk vino.


" Sayang, aku tidak mau keselamatanmu terus terancam selama kita masih disini "vino masih mencemaskanku sambil memelukku erat.


" Selama aku bersamamu,aku pasti aman ya kan ?"


" Bagaimana jika aku sedang pergi,"


" Sayang,kucium vino baiklah aku mengerti kecemasanmu,sekarang aku serahkan kelutusan padamu,tapi aku tidak akan memaksamu untuk tetap disana ya, kembali memberikan ciuman kecil dibibir vino


" Sayang kamu mulai genit ya ,"


vino membalas menciumku dan mengakhirinya saat terdengar suara ketukan pintu kamar,


" Melody,atsa manggilin kamu dari tadi,ini "


*kebahagiaan kami selalu diuji dan hari ini adalah hari terakhirku dirumah mama dan papa,sebelum kami lulang kerumah kami dan pergi untuk tinggal dikampung halamanku.


berat yang kurasa,begitu juga vino terlihat tidak kuat meninggalkan orang tuanya namun ini demi kebaikan,kami pergi dengan kendaraan darat,kami membawa beberapa barang penting,kami membawa mobil yang mama berikan,sementara mobil vino dikirim melalui jasa pengiriman barang.


semoga bahagia selalu kami temukan..

__ADS_1


bersambung*....


__ADS_2