Suamiku Bukan Cintaku

Suamiku Bukan Cintaku
perubahan sikap yang kontras


__ADS_3

hampir setiap hari vino tak lepas dari ponselnya,biasanya dia tidak pernah bermain ponsel saat dirumah,dia selalu sibuk mengganggu atsa dan menggodaku,tapi setelah hari itu vino berubah drastis,


ketika pagi itu aku sedang tidak enak badan,biasanya vino langsung cemas,tapi saat ini ketika aku memintanya mengambilkan obat di kotak p3k


"sayang tolong ambilkan kotak p3k dong,aku sedang tidak sehat" tapi sikapnya justru seperti orang yang terganggu dan marah marah bahkan selama aku mengenalnya baru kali ini dia membentakku


"manja banget sih kamu,bisa ambil sendiri kan" *berteriak teriak dan asyik dengan ponselnya,


ya Allah apa sebegitu mengganggunya aku,hingga dia membentakku begitu,


berhari hari kubiarkan dia seperti itu,sampai menjelang bulan puasa,tubuhku semakin lemas,entah karena beberapa minggu terakhir aku kurang tidur,dan akhir akhir ini vino sibuk dengan ponselnya*,


"sayang sepeetinya kamu bahagia sekali akhir akhir ini,dan sepertinya kamu tidak bisa ikut mudik kerumah papa"


*sepertinya begitu*


"ya udah kalau begitu aku akan pulang sekarang saja sebelum ramadhan aku akan pulang,"


vino sedikit terkejut,


"hah,apa maksudmu sayang,kamu mau pulang sekarang,nggak aku nggak mau,,"


"kenapa nggak,kamu juga seperti tidak butuh kami,akhir akhir ini,"


"sayang aku hanya" ah sudahlah terserah kamu saja


akhirnya aku benar benar pergi kerumah papa,puasa disana


dan setelah kepergianku dengan atsa,vino dirumah sendirian,sahur sendiri,walaupun ketika buka dia biasa buka bersama wanita itu,


dan ketika menjelang lebaran vino yang hanya video call setiap kali merindukan atsa,kali ini dia juga video call,,


"hallo sayang"ucapan vino dipagi itu


"hallo papa atsa kangen papa" ucapku mencoba ikhlas


"Hai sayang,kapan kamu pulang,papa juga kengen banget sama atsa*


rasa rinduku sedikit terobati dengan melihat wajah vino walau hanya dilayar hp,


"kami pulang saat papa jemput kami"

__ADS_1


ucapku sedikit kesal dengan pertanyaan vino barusan


"bagaimana kabarmu,sepertinya kamu sudah terbiasa tanpa kami"


tanyaku sedikit ketus


"Sayang,aku tidak mau lama lama pisah sama kamu,ini sudah hampir 1 bulan kamu pergi"


maaf sayang aku bodoh sudah membiarkanmu pergi hanya gara gara niken,*


"Bagaimana kabar perempuan itu yang membuatmu berubah,sejak bertemu dia"tanyaku lagi.siapa sih dia itu


"niken maksud kamu,aku minta maaf sayang,ini bukan salah dia kok,menjawab seperlunya saja


"aku tegaskan sama kamu,jika kamu tidak menjemputku dan atsa,maka jangan berharap kami akan pulang"


kode keras


"sayang kenapa kamu ngomong gitu,iya aku pasti menjemput kalian,kamu jangan marah marah gitu dong,maaf sayang aku masih didalam mobil nanti aku telpon lagi ya daa emmmuach love you sayang,*mematikan video call


kenapa sih vino kamu gampang sekali berubah,gampang sekali dihasut,apa kamu sudah lupa atas perlakuanmu terakhir kali


aku masih menggenggam hp ditanganku dan memangku atsa,aku dibuat terkejut*


heran kenapa dia ada disini


"Hai sayang,hai atsa" mencium kami berdua


kaget ya lihat aku disini,kamu itu terbakar cemburu jadi tidak melihatku dengan baik,mencubit hidungku


"Siapa yang cemburu,siapa yang peduli dengan gadis gadismu itu" *jawabku sinis


tiba tiba atsa bersuara,


tata tertawa


mungkin dia senang melihat papanya*


"Atsa kamu udah makin pinter ya"


"padahal selama disini dia tidak pernah ngoceh ngoceh begitu lho sayang,mungkin dia bahagia lihat papanya udah jemput"

__ADS_1


kami masih bercengkerama,karena kebetulan vino datang ketika semua orang sedang sholat tarawih


"Sayang istirahatlah dulu dikamar,ehm kamu sudah buka puasa kan"


"Iya sayang tadi dijalan kami istirahat direstoran,kemarilah aku kangen sekali denganmu," *mengulurkan tangan


kami saling melepas rindu,vino mendaratkan ciumannya dibibirku,untuk beberapa saat kami menikmati momen itu sebelum akhirnya atsa menangis..


uhugh uhugh*


"Sayang kamu kenapa" segera mengambil atsa yang terbaring dikasur


"Sini biar papa gendong,kamu iri ya,kamu juga ingin disayang sayang ya,kangen ya sama papa,mengangkat keudara,ayok kita jalan jalan didepan rumah,,sambil nunggu kakek pulang ya"


*kemeriahan yang ditunggu akhirnya datang,hari raya pertama dengan keluarga kecil kami,


aku berlinang air mata,sebelum akhirnya vino menghapus air mataku*,


"Sayang kenapa kamu nangis,ini momen bahagia lho sayang"


"Iya sayang,


kami semua saling meminta maaf dan memaafkan,hari ini semuat umat muslim bahagia menhabut hari kemenangan setelah 1 bulan berpuasa,setelah lebaran ketiga aku harus kembali kekota,aku ingin mengajak vino menemui papanya,di momen lebaran ini mungkin papanya akan luluh apalagi melihat atsa yang kian menggemaskan,dia begitu mirip dengan vino,ini adalah bukti bahwa ini benar benar anak vino.


"Sayang setelah sampai dikota kita langsung kerumah papa ya," seruku


"Hah, terkejut Ngapain sayang papa itu egois tidak mungkin dia sudah berubah,


*Nggak ada salahnya kan kita coba


ucapku lagi


"Terserah kamu dech,tapi kali ini kalau papa menyakiti kamu lagi apalagi sama atsa,jangan pernah salahkan aku kalau aku nekat,


vino mengancam


dan aku hanya mengangguk,


"Ayo kita temui papa kita pamitan,"


*aku mengajak vino untuk berpamitan dengan papa,

__ADS_1


bersambung*.....


__ADS_2