
"Jadi kamu tetap tidak mau mengatakan yang sebenarnya" tanyaku memastikan lagi,menyingkirkan tangan vino,
"Sayang,sudahlah dia hanya masa laluku"keceplosan
"Oh masa lalu,pantas saja kamu sangat dekat dengan dia,apa dia merayumu,apa dia tidak punya malu, aku berteriak pada vino,dan tetiakanku membuat atsa kaget dan menangis
"Jaga batasanmu melody,niken gadis yang sangat baik,akh sangat mengenal dia"
"Batasan,lalu kenapa kamu tidak nikahi dia saja" amarahku semakin menjadi
"Ya harusnya,harusnya aku menikahi dia,tapi aku dia tidak mau menikah denganku tanpa restu papa,bukan seperti kau,kau bahkan berhubungan denganku saat statusmu masih istri orang" menunjuk kearahku dengan amarahnya,tangisan atsa tidak meredamkan amrah kami,hatiku sangat hancur berkeping keping mendengar pernyataan vino,
"Jadi maksudmu aku wanita gampangan,,begitu itu maksudmu,heh aku pikir kau berbeda dengan anto,kau bisa menjaga perasaanku,tapi kau sama saja,laki laki sama saja,"aku semakin terisak,
vino mungkin merasa dirinya salah bicara,sehingga dia memelukku dan meminta maaf,
" Sayang maafkan atas ucapanku"
sambil mencium keningku,dan langsung kudorong tubuhnya,
"Ya kamu memang benar,aku hanya wanita gampangan yang terlalu mudah mempercayai segala pengakuanmu,iya benar,aku memang wanita bodoh,aku seharusnya tidak menerima pinanganmu,
"Sayang maafkan aku,aku salah"terus meminta maaf
__ADS_1
" Aku bodoh,wanita bodoh,kenapa aku selalu mempercayai ucapan laki laki,kenapa aku begitu bodoh sambil terus menyakiti diriku sendiri,
"Pergilah,kembalilah pada nikenmu,niken yang selalu kau banggakan,niken yang membuatmu terus mengacuhkanku saat didekatnya,pergilah"
aku turun,atsa sudah kugendong dipelukanku,vino merasa khawatir karena tubuhku yang sempoyongan,bagaimana jika terjadi sesuatu dengan diriku dan atsa,
"Kau sebut aku bodoh kan,baik aku tidak ingin terus menjadi bodoh karenamu,aku akan pergi darimu,agar kamu tidak menganggapku bodoh lagi,aku akan melepaskanmu agar aku tidak disebut wanita gampangan lagi,,haaaaahhh, aku menangis sampai tak memikirkan apapun,
"Sayang dengar,aku salah bicara,kau tidak seperti itu,aku yang memilihmu" mencoba mendekat
"Ya kau memilihku sebagai pelampiasanmu kan,kenapa aku begini,atsa sayang maafkan mama nak,maafkan kebodohan mama,"
aku memeluk atsa agar merasa lega tapi entah kenapa ucapan vino itu terasa sangat menusuk hatiku,rasanya sakit sekali..
"Dan seandainya niken ingin kembali denganmu,pasti kamu akan memilih dia dan pergi meninggalkan kami,ya kan??
atsa yang sudah tertidur aku letakkan dikamar bawah,aku duduk disamping tempat tidur sambil menyandarkan bahuku,2
"Kamu berhasil membodohiku vino,berhasil,sangat berhasil,hampir 2 tahun kita menikah,aku baru menyadari kepura puraanmu sekarang,
kenapa aku mudah sekali percaya,memukul mukul kepalku,vino terus menahan tanganku dan memelukku erat,aku mencoba melepaskan pelukannya,tapi sia sia karena kondisiki yang lemas,
"Maaf,sayang aku sudah sangat menyakitimu,aku salah sekali lagi aku menyakitimu,maafkan aku,kamu audah terlalu banyak menderita karenaku,kamu begitu baik,aku yang bodoh,maafkan kebodohanku sayang"
__ADS_1
*terus mendekapku
aku sudah semakin lemas,badanku semakin tak bisa kupertahankan,aku jatuh dalam pelukan vino,aku demam dan tak sadarkan diri,vino semakin panik,dan mengangkatku ketempat tidur,menyelimutiku dan mengkomprea kepalaku*,
"Sayang sadarlah" ya Allah kenapa aku begitu marah padanya hanya gara gara niken,"
*vino terus mendampingiku selama aku tidak sadar dan mengurus atsa semalaman kalau dia rewel,hingga dia kelelahan dan tidur dengan posisi memeluk atsa dan aku,
setelah pagi aku terbangun dan merasakan sakit sekali pada kepalaku,aku masih mengingat dengan jelas ucapan vino,dia begitu marah saat aku mengatakan hal buruk tentang niken,aku turun dari tempat tidur,kugendong atsa yang masih terlelap,aku keluar dari kamar dan pergi kekamar atas,kutinggalkan vino dibawah,aku masih sangat marah padanya,aku sedang tidak ingin melihatnya,
dan hari ini aku sedang tidak mau berdebat,dengan segala ingatanku tentang semalam,aku tiba tiba tak terkendali dan menangis,kucoba menahan agar tak menimbulkan suara,tapi ucapan itu seperti menamparku dan suara tangisku pecah,sehingga vino yang mendengar suaraku segera mencariku,dia berlari keatas,dan melihatku sudah terkulai dilantai atsa sudah kutaruh di kasurnya*,
"Sayang sudahlah,lupakan kejadian semalam,lihat matamu sudah sangat sembab,,suaramu juga sangat serak," ucap vino menenangkan sambil melangkah mendekatiku
"Jika kamu benar benar tulus mencintaiku,kamu tak akan pernah mampu mengatakan itu padaku"
aku berteriak histeris membuat vino tidak tahu harus berbuat apa,karena aku semakin tak terkendali ,
"Aku tahu kau sangat tertekan saat ini,kau begitu banyak menerima tekanan yang aku timbulkan sayang...maka aku akan melakukan apapun agar kamu mau memaafkanku.."
*dan menunggu hatiku tenang sepertinya butuh waktu,,,
terluka karena pacar mungkin masih bisa diterima,tapi jika suami apakah bisa semudah itu,,,,
__ADS_1
bersambung*....