Suamiku Bukan Cintaku

Suamiku Bukan Cintaku
batas waktu yang mengungkap fakta


__ADS_3

*inilah saat dimana vino harus melakukan permintaan dari seseorang yang telah mengancam dirinya,ya dia harus menikahi niken sesuai yang diperintahkan,namun vino meminta bertemu dahulu denganku sebelum melakukan semua itu,untuk memastikan semua baik baik saja


namun para preman itu tak begitu saja menuruti permintaan vino


vino mencoba menghubungi si pengirim video untuk bernegosiasi,


tuutttt*


" Hallo,dengar aku ingin bertemu dengan istriku sekarang "


" Heh jangan berani berani membuat kesepakatan " bentak pemuda di depanku itu,aku pun berusaha bicara


" Tolong pertemukan kami,ini mungkin pertemuan kami yang terakhir,aku mohon " plaaak tamparan yang begitu keras mengenai pipiku hingga terasa ngilu,


" Jangan ikut campur,ucap preman yang memegangiku


" Jija berani kau menyakiti istriku lagi maka aku tidak segan segan membatalkan pernikahan ini,


vino mematikan ponselnya dan dia terus mengintai setia gerak gerik niken dengan bantuan yadi,dan sesaat sebelum acara ijab kabul dilakukan,yadi melihat niken menghubungi seseorang,dalam percakapannya ,


" Ingat jika dia berani bertingkah siksa dia,dan setelah aku menikah dengan vino segera buang dia" *karena yadi sedang mencari bukti maka saat itu juga dia merekam kejadian yang ada didepan matanya.

__ADS_1


kena kamu niken,aku akan menghubungi polisi sebelum kau berhasil dengan niatmu,dasar wanita licik,cantik cantik tapi hatinya jahat.


yadi segera melapor pada vino*,


" Vin,kamu harus lihat ini,kecurigaan kita benar selama ini,dia biang keroknya. sambil memperlihatkan bukti rekaman


" Berani sekali dia melakukan ini pada istriku,dia memisahkan ibu dari anak yang masih harus dia susui,kasihan atsa menangis terus sejak kepergian melody. "


tidak lama setelah itu datanglah beberapa orang polisi yang 2 diantara mereka sedang menyamar sebagai tamu undangan sesuai dengan intruksi dari yadi,


dan beberapa polisi berseragam itu memulai rencana yang sudah yadi persiapkan,


" Selamat siang,pak vino,,kami sudah melacak semua lokasi dan sudah menemukan lokasi tempat istri anda disekap " polisi itu berbicara dengan sangat yakin sehingga niken mulai gusar,dan memilih pergi mencari tempat sepi agar bisa menelpon suruhannya itu,


namun dengan sigapnya para polisi yang menyamar itu segera menangkap basah niken yang akhirnya membawa vino bertemu dengan melody,


"Niken aku bener bener nggak nyangka kamu sekejam ini,kamu tahu melody adalah istri aku dan dia sedang menyusui anakku,apa sebenarnya rencanamu" vino merasa menyesal pernah mencintai niken bahkan setelah dia menikahiku.


" Vin,aku bisa jelasin semuanya,"


" Aku tidak ingin mendengar apapun dari kamu,lebih baij kamu jelaskan nanti dikantor polisi"

__ADS_1


" Vin tolong jangan bawa aku kekantor polisi" pintanya memelas


" Sekarang lebih baik antar kami pada anak buahmu ketempat mereka menyekap melody" *ucap vino dengan tegas dan akhirnya mereka diantar kelokasi penyekapan,vino mungkin sangat histeris melihat kondisiku yang sangat buruk,


ya aku begitu mengenaskan dengan baju yang sangat kotor,berlumuran darah,mereka menyiksaku dengan sangat kejam karena aku terus melawan,mereka melakukan sesuai perintah bos mereka hingga aku tak sadar,aku tidak tahu siapa yang membawa aku ke RS karena setelah mereka memukulku terakhir kali aku seperti tidak mengingat apa apa lagi


aku dirawat selama beberapa hari disana sampai aku sadar dan kondisiku pulih.


aku terkejut sudah berada dirungan medis,mataku menyuruhi setiap sudut ruangan,kutemukan sosok yang sangat aku rindukan,Vino dan atsa*


" Sayang, Atsa su**araku sangat lirih seperti tak ada kekuatan untuk berbicara


" Sayang kamu sudah sadar,vino dan atsa segera berhambur memelukku,atsa menangis saat kupeluk,nungkin dia rindu atau kaget melihatku setelah beberapa hari berpisah,


" Atsa sayang ini mama nak,mamanya atsa,kemari sayang,maafkan mama tidak bisa menjaga diri mama buat atsa" aku menangis dan atsa menarik narik memainkan jilbabku sambil tersenyum


" Sayang,terimakasih sudah mau menunggu aku" kuicapkan terimakasihku pada vino dengan segala rasa syukur.


" Sayang kamu adalah tanggung jawabku,maaf aku tidak bisa melindungimu dengan baik"


*Dan kami lebih memilih melas rindu dengan saling memeluk satu sama lain,tidak adal agi saling bicara,hanya ekspresi kebahagiaan yang kami rasakan...

__ADS_1


bersambung*.


__ADS_2