Suamiku Bukan Cintaku

Suamiku Bukan Cintaku
kesepakatan dengan papa


__ADS_3

*setelah malam itu aku menjadi lebih diam,tidak banyak bicara,aku lebih sering mengurung diriku dikamar,


apakah benar benar tidak ada cinta yang tulus untukku,mengingat kembali kebelakang,kisahku dwngan anto juga bukan atas dasar cinta,dan vino aku begitu mencintainya,tapi sepertinya cintanya bukan untukku


sore ini ketika aku sedang memakaikan baju pada atsa,vino yang baru pulang kerja duduk disamping atsa sambil bicara beberapa patah kata*,


"Papa mau kita kerumah malam ini"


sontak aku kaget,aku tidak merespon apapun,aku masih fokus dengan atsa,


"Ada yang papa omongin katanya"


akupun tidak tahu apa yang mau dibicarakan sama papa,dan melody tidak bereaksi apapun,disatu sisi aku benar benar salah dengan ucapanku tempo hari tapi disisi lain aku memang masih begitu mencintai niken,


*saat malam tiba aku sudah siap untuk pergi kerumah papanya vino,malam ini apapun yang terjadi aku akan mencoba menjadi wanita yang sangat kuat,


tak lama kami sampai dirumah papa,dan lagi lagi aku dikejutkan dengan kehadiran masa lalu vino,aku mau kembali keluar tapi vino mencegahku*,


"Kamu tetap bersamaku"


kami benar benar bertemu papa vino menyalami papa sedangkan saat aku hendak menyalaminya seolah tak mau menjabat tanganku sama sekali


"Vino,kemarilah duduk didekat papa,"


vino melangkah menuju papanya,dan dia begitu dekat dengan niken,


"Vino,langsung saja,papa tidak mau basa basi,papa sudah merestui hubunganmu" seperti mendung yang tiba tiba hilang saat mendengar ucapan papa,aku sangat bahagia,tapi kenapa papa tidak mau menjabat tanganku tadi.


"Papa serius,papa menganggukkan kepalanya,

__ADS_1


Papa sudah menerima melody untuk jadi menantu papa,vino menggemggam erat tangan papanya,mama vino yang baru saja datang ikut bahagia melihat anak dan papanya sudah bisa dekat lagi seperti dulu


"Siapa bilang papa merestui kamu dwngan melody,bukankah kamu sangat mencintai niken,papa merestui hubunganmu dengan niken,,


pyyyaaaaarrrr,seperti kaca yang jatuh dan membuat hancur berkeping keping,ingin rasanya aku menangis tapi aku mencoba kuat,


"Pa tapi,melody dan anakku mereka bagian dari hidupku"


vino membisu kemudian,papa vino tahu kelemahan anaknya,dia sangat mudah goyah,


"Vino,anakmu bisa saja kamu urus setelah kamu bersama niken kan?"


menepuk bahu vino


"Bagaimana dengan melody pa,"


tanya vino pucat


*aku melihat kebimbangan yang sangat jelas diwajah vino,dia sama sekali tidak mencoba mempertahankanku,ah aku memang bodoh,


aku berdiri,mama yang hanya diam menyaksikan ini semua membuayu seperti diantara orang orang yang tidak menginginkan keberadaanku*,


"Maaf sepertinya,aku tidak dibutuhkan disini,permisi" aku keluar berharap vino akan mengejarku,dan memilih mempertahankan aku tapi aku tunggu tidak datang juga,ya mungkin takdir Allah yang harus aku terima


aku pulang dengan perasaan yang sangat kacau sekali.sementara vino masih dengan orang tuanya dan juga kekasihnya,


"Pa aku harus pergi,aku tidak mau terjadi apa apa sama anak dan istriku pa"


vino mencoba pergi tapi papanya menahan dia,

__ADS_1


"Vino papa sudah bersusah payah mencoba menerima hubunganmu dengan niken,bukankah kamu masih mencintai dia"


"Pa aku memang masih mencintai niken,tapi aku tidak bisa meninggalkan istriku dan juga anak kami pa"


maaf pa aku harus pergi nanti kita bicarakan lagi.*


ke***napa papa melakukan ini semua,kenapa tidak sejak dulu,niken aku memang masih sangat mencintai dia,dan aku memang ingin sekali hidup bersama dia,tapi melody,aku juga begitu mencintai dia,apalagi dia telah memberikanku putra yang begitu lucu**.


sepanjang perjalanan vino terua beradu dengan pikirannya,dan sesaat setelah sampai dirumah,vino masuk kekamar atas,dan melihat atsa sudah tertidur tapi tidak melihatku dimana mana,dia terus mencariku dan menemukanku sudah tidak sadar dalam keadaan baju yang basah kuyup*,


"Sayang,apa yang kamu lakukan"


vino menggendongku kekamar dan mengganti pakaianku dengan yang kering,selama itu juga aku terus mengatakan kata kata bersalah pada diriku sendiri


"Aku harus menghukum diriku karena kebodohanku"


kalimat itu terus keluar dari mulutku dengan sangat lirih


"Aku harus menghukum diriku"


aku harus menghukum diriku


aku harus menghukum diriku karena kebodohanku....


*kata kata itu justru terdengar menyakitkan buat vino,


"sayang jangan bicara seperti itu,hatiku sakit mendengarmu mengatakan itu walaupun aku tahu ini tidak lebih sakit dari pada yang kamu rasakan"


bagaimana kelanjutan kisahnya

__ADS_1


tunggu kelanjutannya ya dan like novel ini ya...


bersambung*....


__ADS_2