
Di dalam mobil, tangan david tak lepas dari tangan rissa. Ia sesekali mengecup tangan tersebut. "Sayang kita mau nunggu dimana?"
"gak tau baby , mungkin kamu ada tempat yang mau di kunjungi?"
"gak ada sayang, kira kira lama gak ya mereka? tanya rissa. David melihat jam yang melingkar di tangannya .
"ini belum ada jam 9 baby, apa kita tunggu di hotel tempatku menginap baby?" jawab david. Rissa langsung menoleh kearah david "jangan macam macam deh" ucap rissa.
"satu macam aja kan gpp baby?" goda david.
"enggak ah , kayak gak ada tempat lain!" ucap rissa .
David tertawa melihat wajah panik rissa. " kita tunggu di balkon kamar baby, janji gak macem macem,pemandangannya indah lo,kamu pasti suka."
"whatever" jawab rissa singkat.
"jangan marah gitu dong baby,kalau gak mau ke tempat lain aja deh"
"iya aku mau , tapi janji gak boleh macem macem"
"aku janji baby".
__ADS_1
Sesampainya di hotel david menggandeng tangan rissa menuju lantai 15. setelah membuka pintu kamar ,david mempersilahkan rissa masuk.
" kamu mau pesan apa baby? akan aku pesankan sesuatu."
"emm aku mau kopi latte aja deh sayang" jawab rissa.
"yaudah aku hubungi resepsionis hotel dulu" .Setelah menghubungi pihak hotel david mengajak rissa ke balkon kamarnya.
"wah indahnya.. aku baru kali ini lihat kota kelahiranku dari atas" ucap rissa tersenyum
"benarkah itu baby? "
"iya sayang, kan gak mungkin aku ke hotel cuma pengen lihat beginian" ucap rissa .
"i love you too sayang,terima kasih sudah hadir di hidupku" ucap rissa yang membalikan badannya berhadapan dengan david. David mencium bibir rissa, ia menggigit nya pelan dan **********.
"emmhh..." ******* lolos dari bibir rissa membuat david semakin bersemangat. beberapa menit kemudian ciuman itu terlepas karena rissa sadar jika di teruskan akan berakibat buruk. nafas mereka yang tidak beraturan dan degup jantung yang berirama saat ciuman mereka terlepas.Kening david bersentuhan dengan kening rissa. "maafkan aku baby" ucapnya.
"Nothing,aku pun juga menikmatinya" ucap rissa lirih. Ketukan pintu membuat mereka terkejut.
"mungkin petugas hotel mengantarkan minuman,aku buka dulu pintunya" ucap david
__ADS_1
"iya" jawab rissa.
setelah kepergian david ,rissa menarik nafasnya.
"hampir saja" ucapnya lirih . David datang dengan 2 gelas kopi. ia memberikan gelas tersebut kepada rissa yang duduk di kursi balkon tersebut. Mereka pun mengobrol dan bercerita tentang kehidupan masing masing,sesaat tertawa dan saling menggoda.
Di tempat lain Samuel dan Anna yang ada di dalam mobil tiba di Cafe yang di rekomendasikan oleh Anna. mereka tiba di rooftop cafe tersebut ,menikmati pemandangan malam yang indah. Cafe tersebut tidak terlalu ramai pengunjung. Pengunjung pun kebanyakan ada di lantai bawah. Setelah memesan minuman. Samuel pun menanyakan sesuatu kepada Anna,dengan menggegam tangan Anna.
"an, apa kamu mau menungguku? ucap samuel to the point.
"aku bisa menunggumu ,apakah kamu bisa janji untuk setia denganku?" jawab Anna.
"aku janji dan akan aku buktikan" ucap samuel. Anna pun tersenyum. Samuel yang duduk di depan Anna berpindah di samping Anna.
"Aku mencintaimu."
"sejak kapan?" tanya anna
"entahlah, tak ada alasan untuk aku tidak cinta denganmu" ucap samuel memeluk Anna .
"jangan pernah tinggalin aku ,aku gak mau patah hati lagi" ucap Anna.
__ADS_1
"aku janji gak akan pernah tinggalin kamu" ucap samuel mencium kening Anna. Mereka melepaskan pelukannya. Samuel mendekatkan wajahnya ingin menyentuh bibir Anna.
"Permisi.... pesananya mbk,mas ..."