
Mencoba menenangkan hati David maupun rissa berada di kamar masing masing. Rissa berfikir setelah ia di terima di kampus tersebut akan mencari pekerjaan, ia tak ingin bergantung pada david .
Flasback On
Sebelum berangkat ke Germany ,rissa mengubah surat izinnya menjadi surat pengunduran diri mengajar di sekolah tersebut. Dengan alasan ingin melanjutkan study nya di Germany. Kepala sekolah pun menyetujuinya. Guru guru yang lain merasa kehilangan ssok rissa , meskipun rissa termasuk guru baru tapi ia adalah sosok guru yang sopan santun dan bertanggung jawab.
Flashback off
Sedangkan david berfikir bagaimana menjelaskan kepada rissa kalau itu semua hanya masalalu. Ia takut rissa akan meninggalkannya. Ia akhirnya berencana untuk menikahi rissa secepatnya. David merasa kesal dengan laura kenapa ia hadir lagi dalam hidupnya. David berencana akan bertemu dengan laura untuk memberikan peringatan padanya. "Sam kau hubungi laura untuk datang ke kantorku besok" ucap david melalui sambungan telepon rumahnya.
"kenapa ingin bertemu nona laura lagi bos?bagaimana dengan nona Rissa? tanya Samuel.
Akhirnya david menjelaskan kejadian tadi , kalau ia hanya ingin memperingatkan laura. Setelah selesai menelepon asistennya. David mengetuk pintu kamar Rissa .
"baby ,, maafkan aku. Buka pintunya"
"Baby, aku dobrak ya" ucap david dari luar kamar .
Rissa kesal dengan teriakan david di pintu kamarnya. Dengan perasaan yang masih kesal rissa membuka pintunya .
"Baby.. maafkan aku, itu semua sudah masalalu" .
__ADS_1
"ya kamu benar itu hanyalah masalalu, aku tidak masalah dengan itu. Tapi kenapa ia masih menghubungimu? " tanya rissa
"aku tidak tau baby , aku sudah tidak pernah berkomunikasi dengannya sama sekali semenjak ia meninggalkanku dan memilih pria lain " ucap david
"benarkah?" tanya rissa menatap manik mata hanzel david.
"ya baby , aku bersumpah" ucap david.
Rissa pun menghambur di pelukan david. David juga membalas pelukan tersebut dengan kecupan di kening rissa .
"maafkan aku yang marah marah seperti tadi"
Keesokan harinya David dan rissa sibuk dengan kegiatan masing masing , david akan pergi kekantornya sedangkan rissa akan mengunjungi kampusnya. "baby kamu nanti di antar supir ya,pulang juga sama supir. Aku berangkat dulu ya" ucap david selesai dengan sarapannya. Di karenakan hari ini ada meeting penting sehingga ia tak bisa mengantar rissa ke kampusnya. Setelah kepergian david ,rissa menuju kamarnya mengambil tasnya kemudian keluar mansion di mana supir pribadi david menunggunya.
"Selamat pagi nona" ucap supir tersebut.
"selamat pagi" jawab rissa
Rissa yang mulai mengerti bahasa Germany yang di gunakan sehari hari memudahkannya berbicara dengan orang lain. Mobil meninggalkan mansion menuju kampus. 20 menit perjalanan, Rissa sudah sampai di kampusnya. Ia akan mengikuti tes masuk universitas tersebut. Turun dari mobil semua orang melihat kearah rissa. Wajah rissa yang berbeda dan auranya yang terpancar membuat segerombolan pria menghampirinya.
"hay nona, apakah anda murid baru di sini?
__ADS_1
"ya" jawab rissa singkat sambil tersenyum
"jurusan apa?"
"Sejarah" ucap rissa.
"namaku Albert, siapa namamu nona?
"Clarissa" jawab rissa kemudian meninggalkan mereka menuju ruang tes.
David yang sudah sampai di kantornya ,segera masuk ke dalam ruang meeting untuk memimpin rapat bersama para investor. Meeting tersebut berjalan selama 3 jam. Selesai meeting ia memasuki ruang kerjanya ,Samuel masuk menyerahkan beberapa berkas untuk di tandatangani. " Nanti saat makan siang nona laura akan kemari bos " ucap david. David menganggukan kepalanya.
Tes yang berlangsung selama 5 jam menguras energi dan otaknya. Setelah selesai dengan tes tersebut , hasil tes akan di kirimkan via email. Setelah dari kampus rissa ingin mengunjungi kantor David.
"pak ,ke kantor David jauh tidak ya dari sini? tanya rissa
"kurang lebih 30 menit non" jawab supir pribadi david.
"baiklah kita mampir ke sana ya pak ,tapi mampir dulu ke restoran terdekat ,saya mau membeli makan siang" ucap rissa.
" Baik nona " jawab sopir tersebut.
__ADS_1