Suamiku Pria Bule

Suamiku Pria Bule
Episode 67


__ADS_3

David yang melihat rissa masuk ke dalam kamar mengikutinya ,akan tetapi pintu kamar sudah di tutup oleh rissa .


"Baby .. maafin aku!!"


tidak ada jawaban dari dalam kamar. David tetap mengetuk pinu tersebut. Ia merasa bersalah dengan ucapannya tadi. Sedangkan rissa di kamar berjalan ke arah balkon duduk termenung memikirkan perkataan david. " begitu marahnya kamu kak gara gara aku membuka pesan dan membalas pesan tersebut" ucap rissa menatap halaman mansion dari atas.


David yang mondar mandir di depan pintu kamar ,terlintas dalam fikirannya bahwa ia harus mencari kunci cadangan untuk membuka pintu kamar tersebut. Ia kemudian masuk keruang kerjanya. mengambil kunci tersebut.


Ceklek ... Pintu kamar berhasil ia buka. Ia mencari rissa di setiap sudut kamar akan tetapi tidak menemukannya. Pandangannya menuju pintu balkon yang terbuka. Kemudian ia melangkahkan kakinya menuju balkon. Ia melihat rissa yang berdiri menatap halaman mansion. David memeluknya dari belakang "Maafkan aku baby , aku hanya khawatir jika kamu membuka ponselku kamu menjadi marah dan tinggalin aku. Aku mencintaimu" ucap david


"aku yang salah , maaf aku sudah terlalu lancang untuk membuka dan membalasnya" jawab rissa. David membalikkan tubuh rissa , kini mereka berdua bertatapan. " Aku memaafkanmu baby . Aku hanya khawatir kamu terluka. Apa yang di katakan para peneror itu tidaklah benar. Aku sama sekali tidak pernah tidur dengan wanita lain selain dengan dirimu baby, trust me!! ucap david


"Aku percaya padamu sayang" ucap rissa yang melihat di mata david tidaklah ada kebohongan.


"Terima kasih baby" ucap david.


Di tempat lain Samuel dan Anna sedang menikmati waktu mereka berdua.Samuel mengajak Anna berkeliling Kota Berlin. Anna sangat bahagia bisa melepas rindu dengan kekasihnya. "sayang gotoin dong di situ!!" pinta anna pada samuel. Mereka saat ini sedang berada di Gerbang Brandenburg. Gerbang Brandenburg merupakan bekas gerbang kota dan salah satu simbol utama Berlin, Jerman. Terletak antara Pariser Platz dan Platz des 18. März dan merupakan satu-satunya gerbang yang tersisa yang sebelumnya pintu masuk ke Berlin. Suasana tempat wisata tersebut lumayan ramai. Genggaman tangan samuel tak pernah lepas dari tangan Anna.

__ADS_1


Kring... bunyi ponsel Anna berbunyi . Anna mengangkat panggilan tersebut yang ternyata adalah sahabatnya Rissa.


"Lo di mana an?


"jalan jalan sama ayang" ucap Anna sambil cekikikan.


"kok gw gak di ajak sih" ucap rissa menunjukkan wajah cemberutnya.


"heh bestie .. lo itu mending fokus aja bikinin gw ponakan yang banyak." ucap Anna tertawa .


"anjirr.... gak usah cerita begituan ,gw masih polos" ucap Anna


"nikmat dunia lo ini .. masak gak pengen. Buruan ajak samuel nikah" ucap rissa terus mengompori anna .


Tiba tiba david datang menghampiri rissa dan memeluknya dari belakang.


"beneran nikmat ya baby? gak pengen lagi?" bisik david . Rissa mencubit lengan david.

__ADS_1


"heh heh kalian , menodai mataku. kalau mau uh ah uh ah mending di matiin dulu deh telepon ini " ucap Anna


"hahahahaha" david dan rissa tertawa bersama melihat ekspresi anna.


"yasudah kalau begitu , bye bye bestie ku jangan kelamaan pacaran. Ingat sama umur" ucap Rissa kemudian mematikan ponselnya sebelum Anna mencak mencak. Anna yang cemberut membuat samuel terkekeh. Ia mencubit pipi Anna. " Apa kamu pengen seperti mereka sayang?" tanya samuel.


"maksudnya?pengen apa?" tanya Anna


"pengen uh ah uh ah " ucap samuel mendapat cubitan maut dari Anna .


"ampun sayang , sakit." ucap Samuel memelas.


"kalau ngomong suka ngaco deh , nikahin dulu baru kawin.. Upppsss" ucap Anna kemudian menutup mulutnya


"kalau begitu ayo nikah sekarang" ajak samuel.


"sayanggg.............!!!!!! Anna melototkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2