SURAT PENYEMANGAT

SURAT PENYEMANGAT
BAB 10


__ADS_3

(Assalamualaikum. Hai, aku tak tau siapa kamu sebenarnya, yang aku tau, kamu seseorang yang berinisial R.K. Sebelumnya aku ucapkan terima kasih. Karena kamu selalu menghiburku, walau hanya lewat surat, yang kamu kirim ke aku, tapi aku cukup terhibur dengan semua kata-kata mutiaramu .


Aku tak tau apa tujuan mu, mengirim surat kepadaku, kalau kamu ingin dekat denganku atau ingin berteman denganku. Kenapa kamu tidak langsung saja datang dihadapan aku.


Sejujurnya aku sangat penasaran denganmu, dan sangat ingin tau siapa kamu sebenarnya. Karena kamu begitu tau semua kegiatan aku, makanan kesukaan aku dan lainnya. Apakah sebelumnya kita pernah bertemu, atau bahkan kita sudah saling kenal?.


Kuharap kamu mau menampakkan dirimu dihadapan aku, dan kita juga bisa menjadi teman . Oke.


Sudah dulu ya, karena aku tak tau harus menulis apa lagi. Bye Bye.


Wassalamualaikum R.K)


"Belum saatnya aku muncul dihadapan mu sayang. Tunggu waktu yang tepat, aku akan muncul dihadapan mu", gumam seorang laki-laki yang sedang berada didalam mobilnya dengan secarik kertas yang baru selesai dia baca, yang tak lain surat dari Dara.


* * * * *


"Bagaimana Dar? kamu jadi membalas surat dari penggemarmu?", tanya Lala.


"Sudah tapi, tadi pagi gak ada surat dari dia untuk aku" kata Dara.


"Penggemarmu gak ada kirim surat? tumben absen ngasih surat ke kamu Dar. Atau mungkin nanti siang pas jam makan siang, dia ngasih suratnya".


"Ya gak tau juga sih, ya coba nanti siang dia ngirim surat apa gak. Kalau nanti kirim surat, berarti dia udah baca surat balasan aku La. Ya udah kerja lagi, nanti ditegur Bu Ratih lagi".


"Iya deh iya, lagian Bu Ratih apa pernah marah ke kita. Kalau kita kerja sambil ngobrol", ucap Lala.


"Ya gak gitu juga kali La. Kita kerja kan harus konsisten, mentang-mentang bosnya baik, masa kita kerja seenaknya aja sama aja kita makan gaji buta", terang Dara yang menasehati Lala.

__ADS_1


"Iya iya nona Dara Ismawati", canda Lala, dan lari ketempat kerjanya tadi.


Pagi ini memang R.K tidak mengirim surat kepada Dara. Karena dia sudah tau kalau hari ini Dara, akan membalas suratnya, jadi dia tidak mengirim surat, karena menunggu surat yang dari Dara. Karena dia sangat penasaran dengan balasan Dara.


* * * * *


Dara, Lala, dan Adel kini sedang menikmati makan siang mereka. Bu Ratih, seorang bos yang menurut mereka sangat baik. Karena setiap jam makan siang. Bu Ratih selalu membelikan mereka makanan, terkadang juga mereka diajak makan siang diluar, maka dari itu baik Dara, Lala dan Adel sangat betah bekerja di butik Bu Ratih.


"Mbak Dara, Mbak Lala, Adel sini makan, tadi aku pesen ayam penyet nih" ucap Revi sambil menunjukkan dua kantong kresek yang berisi makanan serta minuman.


"Bu Ratih mana Rev, kok gak ikut makan?" tanya Dara yang telah duduk didekat Revi.


"Tadi bunda sebelum jam makan siang pergi, ke kantor kak Reyhan, mbk" jawab Revi yang dijawab Dara dengan membulatkan mulutnya.


* * *


"Siapa ya mbak?" tanya Adel yang dijawab Dara, Lala dan Revi dengan mengangkat bahu.


"Biar Revi aja mbak, yang ke depan" cegah Revi kepada Lala yang hendak berdiri,sedangkan Revi segera berjalan menuju ke depan butik.


"Ada apa ya mas?" tanya Revi


"Permisi mbak, apa benar disini ada yang bernama Dara? tanya laki-laki tersebut.


"Iya ada mas, memang kenapa?"


"Ini ada titipan makanan buat yang bernama Dara mbk" jelas laki-laki tersebut.

__ADS_1


"Oh ya, nanti saya sampaikan ke mbak Dara mas".


"Ini mbak, kalau gitu saya permisi mbak, mari mbak" pamit laki-laki tersebut.


"Iya mas, terimakasih".


"Aku tau ini dari kamu kak, dibantuin buat dekat dengan mbak Dara gak mau kak, malah merumitkan diri kaya gini" gumam Revi.


"Siapa Rev?" tanya Lala.


"Biasa mbk Lala, pengantar makanan mbak, nih buat mbak Dara" ucap Revi sambil mengulurkan kantong plastik ke pada Dara.


"Makasih Reva cantik" ucap Dara.


"Makasih pujiannya mbak Dara, tapi memang Revi udah cantik dari lahir" ucap Revi dengan senyum tengilnya.


"Ya ya yang udah cantik dari lahir mah beda, kok gak kamu buka Dar, makanannya?" tanya Lala.


"Nanti aja deh, aku udah kenyang La" jawab Dara.


"Gak baca suratnya juga mbak?" sahut Adel.


"Baca nya nanti aja di kos, sekarang mau kerja lagi, jam istirahat udah abis. Yuk kerja lagi,ada bos muda disini nanti ngomel-ngomel dia" ucap Dara dengan menunjuk Revi.


"Dih apaan emang Revi emak-emak mbak yang suka ngomel-ngomel" ucap Revi dengan cemberut.


"Dih ngambek nih bos muda, aku kan bercanda bos cantik, ya udah kerja lagi yuk" ajak Dara.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2