SURAT PENYEMANGAT

SURAT PENYEMANGAT
BAB 05


__ADS_3

Masih POV Reyhan..


"Ingin memberi kejutan sama bu Ratih gimana maksudnya ya mas?" tanya kebingungan.


"Oh maaf, kenalkan saya Reyhan anak bu Ratih yang punya butik ini" ucapku memperkenalkan diri kepadanya. Kulihat wajahnya yang terlihat terkejut hanya sesaat, lalu dia tersenyum.


"Mas Rey kakaknya Revi?" tanya nya, dan aku mengangguk. "Ya Allah aslinya ganteng banget ketimbang difoto" lanjutnya, lalu dia menutup mulutnya dengan tangan, mungkin tadi dia keceplosan. "Hehehe maaf, silakan masuk saja mas keruangan bu Ratih, beliau dan Revi ada didalam" lanjutnya.


"Terimakasih dengan" ucapku menggantung karna belum tau namanya.


"Panggil saja saya Dara mas" sahutnya memperkenalkan dirinya dengan senyum manis diwajahnya.


Lagi-lagi jantungku berdebar saat dia memperlihatkan senyumnya.


"Nama yang cantik, secantik orangnya" gumam ku.


"Mas Rey berbicara sesuatu? tanya nya.


"Tidak apa-apa, kalau begitu saya permisi dan selamat siang" pamit ku kepadanya dia hanya menganggukkan kepala dan tersenyum.


Ah lagi-lagi senyum itu, senyuman yang baru aku lihat, tetapi mampu membuatku gugup dan jantung ku berdebar.

__ADS_1


Gegas ku langkahkan kaki menuju tangga diikuti Bram di belakangku, dimana ruangan bunda dilantai atas, ruang kerja kedua bagi bunda untuk mencurahkan hobinya. Karena dirumah juga bunda mempunyai ruang kerja, yang dulunya ruang kerja ayah.


Ayah dan bunda, bekerja dalam satu ruangan, karena menurut mereka bisa bertukar pendapat dan sebuah ide, dan juga dapat saling membantu.


Setelah sampai didepan pintu ruangan bunda, ku ketuk pintu yang bercat putih itu. Dan terdengar sahutan dari dalam untuk menyuruh masuk, itu adalah suara bunda, wanita yang ku rindukan dan aku hormati dan penyemangat ku saat aku terpuruk atas kepergian ayah.


"Selamat siang bu Ratih dan nona Revi" ucapku bercanda terhadap dua bidadari yang aku sayangi, kulihat wajah mereka yang nampak terkejut tetapi juga bahagia.


"Reyhan" "Kakak" ucap mereka bersamaan. Revi berlari lebih dulu kepada ku dan memelukku dengan rasa rindu, terlihat bunda berjalan mendekat dengan mata yang berkaca-kaca dan senyum teduhnya.


Pelukan erat Revi terpaksa aku urai dan kucium keningnya lebih dulu. Sebelum bunda mendekat, aku lebih dulu melangkah untuk mendekat kepada bunda. Ku rentangkan tangan untuk memeluk bunda dan disambut oleh bunda.


Setelah puas berpelukan, bunda mencium kening dan kedua pipiku, suatu kebiasaan yang bunda lakukan sedari dulu terhadapku maupun kepada Revi. Ku balas mencium tangan bunda, diikuti Bram yang juga mencium tangan bunda.


"Maafkan kakak, kakak memang sengaja tidak ngasih tahu kamu maupun bunda. Karena kakak mau ngasih kejutan sama kamu dan bunda atas kepulangan kakak" jelasku sambil mencubit hidung mancungnya.


"Oke kali ini adek maafkan, tapi lain kali tidak akan. Kalau kakak ngasih tau kan adek bisa jemput kakak dengan diantar mang Ujang" protesnya lengkap dengan wajah cemberutnya.


"Ya ya. Sekali lagi maafkan kakak" mohon supaya dia tidak merajuk.


"Sudah-sudah, yang penting kakakmu sudah pulang dan dengan keadaan sehat" lerai bunda, karna bunda tau jika Revi sedang marah maka mulutnya tidak akan berhenti mengoceh.

__ADS_1


"Bagaimana urusan disana nak, apa sudah selsai" lanjutnya.


"Alhamdulilah bun, semua sudah selsai. Orang yang dalang dari kecelakaan ayah, sudah dipenjara dan dia akan dipenjara seumur hidup. Karena dia terkena pasal yang berlapis, mulai dari kecurangan bisnis, membunuh rekan bisnis dan juga dia membunuh kedua mertuanya bun. Tapi kalau dengan ayah bukan hanya kalah saing bun, tetapi dendam lama dan itu ada kaitannya dengan bunda" ucapku menjelaskan permasalahan dan kasus kecelakaan ayah yang berada di Amerika.


"Dendam lama dan ada sangkut pautnya dengan bunda, apa itu nak?"


Sebelum aku menjelaskan ke bunda, ku keluarkan selembar foto yang aku dapat dari seorang polisi yang menyelidiki kasus kecelakaan ayah.


"Apa bunda kenal dengan kedua orang ini" tanya ku, dan ku sodorkan selembar foto itu ke bunda. Terlihat Revi juga mendekat untuk ikut melihat foto yang aku berikan ke bunda.


"Ini kan Hendra dan Farah. Hendra dan Farah adalah teman bunda dan ayah sewaktu SMA. Mereka sepasang suami istri? setau bunda istri Hendra adalah Ambar, wanita yang pilihan kedua orang tua Hendra. Tapi ini kenapa malah dengan Farah nak?" tanya bunda yang terlihat bingung menatap dua wajah yang berada didalam foto itu.


"Nanti Reyhan ceritakan semuanya dirumah bun, tidak mungkin Reyhan cerita disini" sahutku.


"Baiklah kita bicarakan dirumah saja masalah ini" sahut bunda yang menyetujui saran ku " Oya apa kamu dan Bram sudah makan siang? tanya bunda.


"Belum bun, begitu sampai dibandara Reyhan langsung kesini untuk memberi kejutan sekaligus ingin mengajak bunda dan Revi makan siang" jelasku.


"Bagaimana kalau kita makan siang di restorannya kak Irfan saja kak" sahut Revi yang memberi saran tempat untuk makan siang dan juga disetujui Bram dan bunda dengan anggukan kepala.


"Oke sekalian kakak akan memberi kejutan juga ke Irfan".

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2