SURAT PENYEMANGAT

SURAT PENYEMANGAT
BAB 09


__ADS_3

"Kamu kenapa Dar? akhir-akhir ini aku perhatiin kamu murung terus. Ada apa kalau punya masalah cerita sama aku, jangan kamu pendem sendiri", tanya Lala.


"Gak kenapa-kenapa kok La", sahut Dara. Memang akhir-akhir ini Dara selalu tidak fokus, karena memikirkan seorang laki-laki yang dia kagumi.


"Bohong banget kamu Dar, kamu tuh gak pandai berbohong. Ada apa? cerita aja Dar, siapa tau aku bisa bantu" jelas Lala.


Huff..Dara menarik nafas panjang. Dia masih berfikir, apa dia harus cerita kepada Lala, tentang kegelisahannya.


"La, menurut kamu. Jika aku menjadi pacar Mas Rey apakah pantas?" ucap Dara, yang langsung membuat Lala paham kenapa akhir-akhir ini Dara sering murung.


"Jadi akhir-akhir ini kamu murung. Karena mikir pantas enggaknya kamu jadi pacar Mas Reyhan?" yang hanya dijawab anggukkan kepala oleh Dara "Dara coba lihat aku" ucap Lala yang memegang wajah Dara dengan kedua tangannya.


"Apa kamu benar-benar telah jatuh cinta sama Mas Reyhan? Apa hanya sekedar obsesi saja?" tanya Lala.


"Aku gak tau, La. Entah sejak kapan diri ini mengagumi Mas Rey, Awal aku mendengar cerita Revi tentang Mas Rey, Entah kenapa aku malah jadi tertarik dengan cerita Revi. Lama kelamaan aku antusias banget mendengar cerita tentang Mas Rey, Disaat Revi menunjukkan foto Mas Rey, Disitu aku benar-benar merasakan sesuatu yang berbeda di jantungku, dan malah sangat mengagumi Mas Rey. Walaupun hanya melihat fotonya saja" terang Dara.


Lala yang mendengar cerita Dara. Hanya tersenyum, Tetapi Lala juga berfikir. Lala pernah sekali memergoki Reyhan selalu memandang Dara, Saat Reyhan berkunjung ke Butik bundanya, Bahkan akhir-akhir ini Reyhan sering berkunjung ke Butik, padahal sebelumnya Reyhan datang dua kali dalam seminggu. Dan setiap datang pasti hanya memandang Dara dari kejauhan. Apa Reyhan juga menyukai Dara pikir Lala.


"Aku gak tau harus ngasih saran apa, Dar. Kan kamu tau sendiri kalau soal yang satu itu aku juga belum ngerasain, Hehehe. Eh, tapi kalau memang kamu suka sama Mas Reyhan, kenapa kamu gak minta tolong sama Revi untuk mendekatkan kamu sama Mas Reyhan", saran Lala.


"Sepertinya gak bisa, La. Bu Ratih pernah cerita kalau Mas Reyhan sudah memiliki perempuan yang dia suka. Akan tetapi Mas Reyhan belum berani menyatakan perasaannya kepada perempuan itu", terang Dara dan wajahnya yang sangat murung.


"Yang bener, Dar?. Terus Bu Ratih ada sebut nama perempuan itu gak, Dar?".


"Aku gak tau , La. Bu Ratih gak ada sebut nama perempuan yang disukai Mas Rey" sahut Dara lirih.


"Kamu coba dulu, Dar. Deketin Mas Reyhan, kata kamu tadi Mas Reyhan belum berani ungkapin perasaannya ke perempuan itu, jadi kamu masih ada kesempatan buat mencoba dekat dengan Mas Reyhan, Dar" usul Lala.


"Tapi aku gak berani, La. Masa iya aku yang mendekati Mas Rey duluan, La. Malu lah, terus apa pantas aku jadi pacar Mas Rey. Perbedaan aku sama Mas Rey jauh banget, La. Terus selama aku dekat dengan Mas Reyhan, tetapi tidak merubah hatinya. Dia tetap suka sama perempuan yang dia suka gimana La.?

__ADS_1


"Dara sayang aku tahu Mas Reyhan adalah cinta pertama bagimu, ya walaupun itu hanya cinta terpendam, tetapi apa salahnya jika kamu mencoba terlebih dulu untuk mendekatinya. Siapa tahu lambat laun Mas Reyhan bisa luluh htinya dan suka sama kamu". Ujar Lala memberi saran ke Dara, Sebenarnya Lala penasaran dengan Reyhan saat berkunjung ke Butik bundanya, setiap Reyhan memandang Dara, pandangan itu seakan berbeda.


"Aku gak berani La. Biarlah aku mencintai Mas Rey dengan diam, kalau jodohkan pasti bisa bersatu dan ada jalannya". Ujar Dara.


"Tapi Dar, kalau kamu suka sama Mas Reyhan, apa kamu masih penasaran sama orang yang mengirim surat-surat itu?" tanya Lala dengan menunjuk sebuah kardus yang terletak disudut kamar Dara,yang berisikan surat-surat yang selama ini dia terima.


Karena saat ini Lala sedang berada didalam kamar Dara,karena hari ini hari minggu, jadi mereka libur kerja.


"Aku gak tahu La. Sebenarnya aku udah mulai bosen dengan surat-surat itu, tapi bukan bosen membacanya, tapi aku dah pengen tahu siapa dia" terang Dara.


"Bener juga Dar, ini sudah lima bulan dia ngasih surat ke kamu tapi, dia belum nunjukin jati dirinya ke kamu Dar"


.


.


.


"Permisi dari Gofood" ucap seseorang dari luar pintu kamar Dara.


"Dari Gofood tuh Dar, kamu pesan makanan?"


"Enggak La, aku udah masak ngapin pesen makanan" jawab dari dan beranjak menuju pintu.


"Ya mas ada apa ya?" tanya Dara.


"Siang mbak apa benar iki kamar kos nya mbak Dara?" tanya orang pengantar makanan tersebut.


"Benar mas, saya sendiri Dara" ucap Dara.

__ADS_1


"Ini ada pesanan makanan untuk mbak Dara, dan ini juga ada titipan surat untuk mbk Dara".


"Dari siapa ya mas?, emm apa mas tau nama pengirimnya?"


"Saya gak tau mbak, saya cuman disuruh nganter ke alamat mbaknya. Kalau gitu saya permisi mbak".


"Iya mas, terimakasih mas".


"Mungkin dari penggemarmu Dar, kan tadi pagi kamu belum dapat surat kan?"


(Dunia tidak hanya seluas meja kerja. Kamu harus nikmati hari akhir pekan untuk liburan.


Ada saatnya kerja, ada saatnya jalan-jalan. Sebab hal ini bisa membuat kamu melihat betapa kecilnya tempat yang kamu tempati di dunia saat ini.


Pekerjaan mengisi saku mu, tetapi petualangan mengisi jiwamu.)


Happy weekend gadis cantik dan cerewetku.


Maafkan aku jika kamu merasa tidak nyaman atau merasa terganggu dengan semua surat-surat yang aku kirim kepadamu. Percayalah aku tidak ada niat jahat kepadamu. Aku hanya ingin mengenalmu akan tetapi aku belum siap dan belum mempunyai keberanian untuk bertemu langsung dihadapan mu, hanya lewat surat lah. Aku berani mengatakannya.


Salam dari ku penggemarmu R.K


"Dia tau obrolan kita tadi Dar?".


"Entahlah, aku tidak tau. Aku berencana mau balas suratnya La, gimana menurut kamu?".


"Emm..Itu ide yang bagus Dar".


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2