
Adzan subuh pun berkumandang segera Dara, bangun untuk menjalankan sholat dua rakaat. Setelah selesai sholat Dara menuju dapur untuk membuat sarapan, untuk nasinya Dara sudah memasaknya sebelum tidur jadi pagi nya Dara hanya membuat lauknya saja.
Enaknya bikin lauk apa ya? coba lihat bahan di kulkas deh masih ada apa? Hmm hanya tinggal sayur pakcoy sama dua butir telur. Bikin tumis pakcoy telur aja deh, nanti pulang kerja mampir ke supermaket buat beli bahan-bahan yang udah pada abis.
Setelah itu Dara menyiapkan bumbu yang ia butuhkan untuk membuat tumis pakcoy telur. Setelah sepuluh menit berlalu masakan Dara akhirnya sudah matang.
Udah matang waktunya mandi, chat Lala dulu buat sarapan bareng deh.
[ La, kamu gak usah bikin sarapan. Sarapan ditempat aku, aku udah buat sarapan tadi ] isi chat Dara ke Lala pada aplikasi hijau tersebut, send setelah Dara mengirim chat ke Lala, lalu Dara segera menuju kamar mandi tapi sebelum masuk kamar Hp nya sudah berdering tanda ada chat masuk, jadi dia urungkan untuk masuk ke kamar mandi dan kembali menuju ranjang di mana Hp nya berada.
[ Oke cinta ] balasan chat dari Lala disertai emoticon cium dan tawa ngakak. Tidak langsung membalas chat dari Lala, Dara memilih untuk segera mandi.
Hanya membutuhkan sepuluh menit untuk Dara mandi dan segera Dara mengenakan pakaian kerjanya. Berhubung hari ini, hari jum'at jadi Dara mengenakan atasan dengan motif batik dengan model Peplum dengan potongan yang menonjolkan bentuk pinggang dan mengembang di bagian bawahnya, sedangkan bawahannya Dara padukan dengan celana panjang, dengan model Scuba pensil warna hitam. sedangkan untuk alas kakinya nanti Dara mengenakan sepatu jenis Ballerina Flats warna hitam.
Tok
Tok
Tok
Pasti itu Lala ini anak emang suka iseng banget sih biasanya juga main nyelonong masuk, gerutu Dara.
Ceklekk !! suara pintu terbuka.
"Kamu La,,biasanya juga main masuk aja tanpa permisi ini pake ketok pintu segala" sindir Dara, sedangkan cewek berambut panjang hitam bermodel Shagyy layer dengan poni tipis samping itu hanya nyengir saja.
"Hehehe biar dibukain pintu aja kayak tamu gitu, nih surat mu aku ambilin sekalian" ucap Lala sambil menyodorkan surat ke Dara.
"Makasih sana kamu sarapan aku mau baca ini surat ini dulu, tapi aku cuman bikin tumis pakcoy telur La, bahan masakan udah pada abis" ucap Dara.
"Iya gak apa-apa nanti kan gajian, nanti pulang kerja kita mampir ke supermarket, punyaku juga pada abis niat aku tadi pengen sarapan mei instan aja, eh tadi udah keburu kamu chat aku Dar" jelas Lala sambil mengambil nasi sedangkan Dara sudah fokus membaca surat.
° ° ° Isi Surat° ° °
(*Hanya sedetik untuk berpikir tentang kamu saat pagi tiba, namun senyuman di wajahku berlangsung hingga sepanjang hari.
Sambutlah matahari pagi dengan sebuah senyuman yang penuh keceriaan serta diiringi dengan semangat yang membara untuk menyongsong masa depan yang indah.
Jika pagi ini kita dapat melangkah dengan penuh keyakinan, doa, dan harapan, sesungguhnya kita sudah meraih separuh kemenangan.
Cahaya pagi memberikan rona baru pada wajahmu yang begitu indah.
Cahaya mentari mengingatkanku akan indahnya wajahmu.
Embun dan kabut pagi mengingatkanku kepada pandangan matamu yang sayu.
Sinar matahari pagi memang begitu cantik, tetapi sinar matahari akan kalah cantik bila dibandingkan dengan senyum indah mu.
Aku telah menyampaikan pesan ini untuk pergi ke orang paling manis di dunia ini dan sekarang kamu membacanya.
__ADS_1
Aku berharap harimu secantik dirimu.
Selamat pagi untuk gadis impianku. Pikiran tentang kamu mencerahkan pagi ku.
Salam dariku R.K*)
"Senyum senyum aja terus kalau lagi baca surat dari penggemarmu, udah buruan sarapan sana nanti keburu telat jalan macet loh" ucap Lala kasih tau Dara.
"Ya udah bentar aku sarapan dulu" kata Dara lalu berjalan ke dapar untuk ambil makanan.
"Pelan- pelan aja Dar, makannya nanti kamu keselek loh" kasih tau Lala.
"Nanti keburu kena macet La" ujar Dara yang telah selesai dengan sarapannya.
"Yuk berangkat" ajak Dara.
"Pake motor aku aja Dar, bensin nya masih full" kata Lala.
"Oke" jawab Dara.
Setelahnya mereka berangkat menuju butik Bu Ratih yang berjarak 45 menit dari kos-kosan Dara dan Lala.
Di rumah Reyhan...
"Pagi juga Rey, mana adik mu kenapa tidak turun bersama mu biasanya juga bareng" tanya Bunda Ratih.
"Masih dikamar Bun, biasa perempuan dandan nya suka lama" jawab Reyhan yang sudah duduk ditempat duduknya. Sedangkan yang baru saja dibicarakan sudah nampak menuruni anak tangga.
"Selamat pagi Bun, Kakak" ucap Revi dengan mencium pipi kiri Bundanya lalu ia duduk tepat di samping Bundanya.
"Pagi juga" jawab Bunda Ratih dan Reyhan bersamaan.
"Hari ini kamu berangkat sendiri atau sama kakak?" tanya Reyhan.
__ADS_1
"Berangkat sendiri aja kak, hari ini Revi ada kuis takut telat nanti, lagian kak Bram juga belum ada dateng kan? tanya Revi.
"Belum mungkin sebentar lagi dia sampai" kata Reyhan.
"Ya udah Bun, Kakak. Revi berangkat sekarang aja ya nanti takut kena macet sama telat" pamit Revi.
"Iya hati-hati sayang jangan ngebut bawa mobilnya ya" ucap Bunda Ratih memperingati Revi.
"Iya iya Bun, Assalamualaikum" ucap Revi sambil mencium tangan Bunda Ratih.
"Wa'alaikum salam" jawab Bunda dan Reyhan.
Tin
Tin
Tin
"Bun, sepertinya itu Bram kalau gitu Reyhan juga berangkat Bun" ucap Reyhan.
"Iya kamu juga hati-hati dijalan nak" jawab Bunda Ratih.
"Siap Bun, Assalamualaikum".
"Wa'alaikum salam" ucap Bunda Ratih.
__ADS_1
Bersambung....