
Setelah sampai di perusahaan Reyhan lalu menuju ke ruangannya dalam perlajanan menuju ruangannya banyak karyawan dan karyawati yang menyapanya, karena Reyhan buka tipe CEO yang dingin atau berwajah datar maka dengan ramah nya Reyhan membalas sapaan dari karyawan-karyawannya. Dengan keramahannya dan kebaikannya banyak karyawan yang sangat betah berkerja di perusahaannya.
Dan banyak juga karyawati yang mengidam idamkan Reyhan untuk menjadi pasangannya dan banyak juga Relasi atau Rekan kerjanya juga ingin menjodohkan Reyhan dengan putri mereka tetapi hanya Reyhan dengan senyuman atau Reyhan belum ada niatan untuk menikah. Padahal ia sudah mempunyai perempuan incarannya sendiri.
Perempuan mana yang tidah jatuh hati setiap melihat Reyhan. Baik hati, ramah dan tidak sombong dengan perwakan gagah, hidung mancung, alis tebal dan jangan lupakan bibir merah alamimampu menghipnotis siapapun yang memandangnya nya dengan tampilan yang begitu maskuli.
" Dev, apa jadwal gue hari ini?" tanya Reyhan pada sekertarisnya Devi yang tak lain sahabatnya juga.
"Hanya ada satu jadwal metting pada jam 2 siang nanti dan materinya udah gue kirim ke email lo sama Bram" jawab Devi. Saat hanya ada Reyhan dan Bram. Devi tidak berbicara formal karena mereka bertema dari bangku SMA.
"Oke thanks. Oya kapan lo ambil cuti? Tuh perut udah makin besar jangan sampai lo berujol disini nanti dikira gue gak ngasih lo cuti dan cowok bucin itu marah-marah gak jelas karena gak ngasih ijin cuti ke lo" ucap Reyhan.
"Jelas gue marah-marah karena loe belum juga ngasih cuti ama istri gue" ucap lelaki yang berjalan kearah mereka bertiga yaitu Heri suami Devi.
"Baru juga diomongin udah nongol aja nih manusia bucin" gumam Bram.
"Buncin-buncin gitu suami gue dan tandanya dia sayang sama gue" terang Devi membela suaminya.
"Loe gak bakal menang kalau ngomong ama pasangan bucin ini Bram".
"Gak masalah gue bucin dari pada kalian jomblo abadi hahaha" Heri menertawakan Reyhan dan Bram.
"Kumat nih orang, lagian ngapain loe ke kantor gue pagi-pagi biasa juga siang jemput Ratu loe" ucap Reyhan sewot karana Heri mengejeknya jomblo abadi, tak tau kah Heri bahwa Reyhan dalam misi mendekati seorang cewek.
"Lah suka-suka gue lah lagian gue kesini juga mau ketemu sama istri gue bukan mau ketemu situ" jawab Heri.
"Nih manusi bucin lama-lama bikin gue darah tinggi aja, heh kutu kupret ini nih kantor gue dan loe bukan karyawan disini" ejek Reyhan.
Sudaha pastikan kalau Reyhan dan Bram bertemu dengan Heri pasti berdebat tidak ada habisnya perdebatan mereka akan berhenti jika Devi sudah mulai mengeluarkan taringnya.
__ADS_1
"Ya Allah kepala gue pusing ngadepin kalian setiap ketemu, sehari aja kalau mereka ketemu gak debat apa gak bisa kali ya?" ucap Devi.
"Lah suami loe yang duluan seenakanya ngatain gue sama Reyhan jomblo abadi" jawab Bram.
"Kan emang kenyataannya gitu kalian masih jomblo kan? " jelas Devi membenarkan ucapan suaminya sedangkan Heri tersenyum penuh kemenangan karena dibela oleh sang istri.
"Mending kita pergi aja Bram dari pada disini bikin esmosi aja" ajak Reyhan.
"Ya udah sono kalian berdua kerja yang rajin biar nih perusahaan tambah sukses" ucap Heri.
"Main nyuruh aja nih kutu kupret, lah yang bos disini gue apa tuh manusia bucin sih" gerutu Reyhan dengan berjalan menuju ruangannya.
Reyhan, Bram, Devi adalah sahabat sejak dibangku SMP sampai kuliah mereka pun belajar di Universitas yang sama dan sama-sama mengambil menejemen bisnis. Kebersamaan mereka bertiga murni bersahabat tanpa ada perasaan cinta atau cinta segitiga bahkan mereka saling menganggap saudara dalam persahabatan mereka.
Bagi Devi. Reyhan dan Bram adalah saudara laki-lakinya yang selalu ada untuknya dan selalu melindunginya.
Sedangkan Heri adalah teman SMA mereka, dulunya Heri adalah Kapten Basket di SMA mereka dan Reyhan dan dulunya menjadi ketua Osis.
Bram sebagai Asisten Pribadinya sedangkan Devi sebagai Sekertarisnya.
Saat masa MOS di SMA dulu Heri sudah tertarik pada Devi, maka dari itu Heri selalu mengganggu Devi sampai membuat Devi kesal dan jengkal, itu lah salah satu yang membuat Heri, Reyhan dan Bram saat bertemu selalu berdebat. Karena lulus SMA Heri pun mengikuti Devi memasuki Universitas yang sama.
Untuk bisa selalu dekat dengan Devi. Sama dengan Reyhan, Heri juga mengambil jurusan yang sama. Karena dia harus meneruskan usaha toko bangunan yang cukup besar milik sang Ayah yang sudah banyak memiliki anak cabang dimana-mana.
Usaha Heri untuk dekat dengan Devi tidaklah mudah. Karena Reyhan dan Bram selalu mengawasi gerak gerik Heri. Karena kasihan dengan Heri akhirnya Devi mengakui bahwa dia juga menyukai Heri.
"Ini bisa gak sih berhenti debatnya, Bram mending bawa tuh Bos lo masuk ke dalam ruangannya."
"Lahh Bos lo juga kali, Dev!."
__ADS_1
"Udah lo jangan protes buruan sana, pusing gue sama dua orang ini kerjaannya ribut mulu kalau ketemu. Kamu mas ngapain balik kesini lagi?."
"Iya ngapain lo balik kesini dasar bu..."
"Ray diem, masuk sana mau ngerasain sepatu melayang!." Ucap Devi yang menyela perkataan Reyhan, sedangkan Reyhan mendengus kasar.
"Aku nganterin salad buah kamu sayang, tadi ketinggalan makannya mas putar balik untung belum jauh." Jawab Heri dengan suara bernada lembut saat berbicara dengan istrinya.
"Menggelikan." Gumam Reyhan dan Bram bersamaan dan dengan ekspersi ingin muntah.
"Reyhan, Bram..!! Masuk gak sepatu gue benar-benar melayang ke kepala kalian berdua." Ucap Devi penuh penekanan.
"Sukurin lo pada." Sahut Heri mengejek Reyhan dan Bram.
"Kamu diem mas, mau nanti malam tidur di luar. Pagi-pagi bikin mood aku rusak aja." Acam Devi.
"Masuk Bram dari pada kena amukan macan bunting, heran gue yang Bos disini siapa sih sekertaris lebih galak dari pada Bos nya." Gumam Reyhan.
"Maklumin aja bumil kan moodnya berubah ubah."
"Kalian berdua gak usah ngomongin gue ya, gue gak tuli." Marah Devi sedangkan Reyhan dan Bram buru-buru lari memasuki ruangan mereka sebelum Devi benar-benar melempar sepatu nya.
"Udah-udah jangan marah-marah kasihan beby kita kalau denger mama nya marah-marah." Ucap Heri menenangkan Devi dengan mengelus-elus lembut perut Devi.
"Kamu juga yang bikin aku marah-marah Mas, sana deh cepet pergi ke toko sebelum aku lempar sepatu juga kamu Mas."
"Iya iya Mas minta maaf abis teman kamu ngeselin sih, ya udah ya Mas pergi sekarang marahnya udah ya, Assalamualaikum." Pamit Heri
"Iya hati-hati di jalan Wa'alaikumsalam."
__ADS_1
Bersambung.......