SURAT PENYEMANGAT

SURAT PENYEMANGAT
SP bab 14


__ADS_3

Tok.


Tok.


Tok.


"Masuk", sahutan Reyhan dari dalam ruangan.


"Bro, minta Berkas yang semalam gue taruh di ruangan kerja lo dong mau gue koreksi lagi takut ada yang salah." ucap Bram.


"Berkas? Berkas apaan gue gak nerima Berkas apa-apa lo pas di rumah!." terang Reyhan.


"Berkas yang gue letakkan di meja kerjo lo semalam masa lo gak lihat?."


"Gie semalam gak ada keruang kerja gue."


"Duh..Ketinggalan dong berarti tuh Berkas, mana isinya bahan persentasi buat meeting nanti." ucap Bram gusar karena isi dari Berkas itu sangat penting kalau menyusun ulang waktu nya tak akan cukup.


"Salah lo. Kenapa semalam lo gak ngasih langsung ke gue sebelum lo pulang semalam. Tanggung jawab lo ambil tuh Berkas di rumah."


"Semalam gue mau ngasih ke lo langsung, tapi lo nya lagi mandi yasudah deh gue taruh aja di meja kerja lo. Yahh.. gue gak bisa Rey soalnya gue masih harus menyusun proposal buat meeting besok dengan JAYA GRUP, coba lo minta tolong sama Revi buat nganter tuh Berkas."


"JAYA GRUP? bukannya masih senin depan meeting nya, memangnya Fandy sudah balik ke Indo?." tanya Reyhan.


"Lo gak baca Email dari Devi? CEO dari JAYA GRUP udah balik minggu kemarin. Ya sudah buruan hubungi Revi nanti keburu jam makan siang." pinta Bram.


Tut..


Tut..


Tut..


"Gak aktif Hp nya kemana tuh bocah?." gumam Reyhan.


"Coba lo hubungin Tante Ratih, siapa tau Revi ada di Butik Tante." usul Bram yang di balas anggukkan kepala oleh Reyhan.


"Assalamu'alaikum halo Nak." salam Bu Ratih di seberang telpon.


"Wa'alaikum salam Bun, Bun Revi apa ada di Butik? soalnya dari tadi Reyhan hubungi Hp nya tidak aktif?." tanya Reyhan.


"Adik mu lagi nganter Gaun pesanan Dosennya Nak, dan Hp nya lagi di charger abis baterai tadi. Memang ada apa Nak?."


"Oh pantas gak bisa Reyhan hubungi, gak ada apa-apa Bun, cuman Reyhan mau minta tolong sama Revi buat ambilkan Berkas yang di ruang kerja Reyhan anterin ke kantor Bun."


"Oh gitu, tapi Revi baru saja berangkat Nak, apa sangat penting?." tanya Bu Ratih.


"Penting banget Bun, buat meeting nanti sehabis jam makan siang."


"Emm..Ya sudah Bunda nyuruh orang saja ya buat nganterin Berkas nya ini sejam lagi kan sudah mau jam istirahat."


"Ya sudah tidak apa-apa Bun, nanti Berkas nya yang map biru Bun. Kalau gitu Reyhan tutup dulu telpon nya Bun, Assalamu'alaikum."


"Iya Nak, Wa'alaikum salam."


Setelah mengakhiri pembicaraan dengan Reyhan tadi, Bu Ratih segera turun ke bawah untuk meminta tolong kepada Dara. Anak bujang nya pasti senang karena yang ia mintai tolong untuk mengantar Berkas adalah Dara.

__ADS_1


"Dara." panggil Bu Ratih saat melihat Dara memasang gaun di patung manekin.


"Iya Bu?." sahut Dara.


"Dara saya mau minta tolong sama kamu bisa?."


"Ya Bu! mau minta tolong apa?."


"Tolong kamu ke rumah Ibu untuk ngambil Berkas terus kamu antar ke kantor Reyhan ya, soalnya Berkas nya penting banget, bisa?."


"Nganter ke kantor Mas Reyhan Bu?."


"Iya, kenapa Dar? kamu keberatan?."


"Eh bukan begitu Bu, tapi yang gantiin saya siapa Bu? kan Adel lagi pergi sama Nona Revi."


"Biar saya yang ngerjain nanti, lagian kerjaan kamu kan gak terlalu banyak makannya saya minta tolong ke kamu, saya gak bisa nganter itu Berkas kan sebentar lagi Jeng Winda mau kesini. Nanti kamu di antar Mang Ucup ya."


"Em baik Bu, kalau gitu saya ambil tas dulu Bu sekalian pamit Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam hati-hati ya." ucap Bu Ratih yang di balas anggukkan kepala dan senyum oleh Dara.


Sepanjang perjalanan hati Dara dag dig dug serasa berdisko. Karena dia akan bertemu dengan Reyhan apa lagi di kantornya.


"Jantung ku sudah gak aman ini, belum juga ketemu udah jedag jedug gini." gumam Dara.


"Mbak Dara ngomong sesuatu?." tanya Mang Ucup.


"Eh oh tidak Mang ini Dara cuman hafalin doa aja." elak Dara


"Emm itu doa biar hati gak jedag jedug Mang."


"Hah memang ada ya Mbak? kok Mang Ucup baru tau ada doa jedag jedug Mbak."


"Ada Mang, Dara sendiri yang bikin doa nya hehehe." jawab Dara dengan tertawa.


"Mbak Dara ini ada-ada aja kirain Mang Ucup ada doa itu beneran Mbak, udah sampai ini Mbak."


"Eh udah sampai aja Mang, tunggu bentar ya Mang, saya masuk dulu menemui Mbok Minah."


"Iya Mbak." jawab Mang Ucup.


"Assalamu'alaikum Mbok Minah."


"Wa'alaikum salam Mbak Dara mau ambil Berkas kan ya tadi Nyonya sudah memberitahu saya kalau Mbak Dara mau datang buat ambil Berkas."


"Iya Mbok saya Bu Ratih buat ambil Berkas Mas Reyhan yang tertinggal."


"Sebentar ya Mbak, Mbok ambilkan dulu Berkasnya Mbak Dara silahkan duduk dulu Mbok bikinin minuman dulu."


"Terima kasih Mbok tapi gak usah repot-repot, tolong Mbok ambilkan aja Berkas Mas Reyhan kata nya sudah ditunggu Mbok."


"Kalau begitu Mbok ambilkan dulu Mbak."


"Iya Mbok." jawab Dara.

__ADS_1


Setelah sepeninggalan Mbok Minah ART Bu Ratih sekaligus Istri Mang Ucup sang supir pribadi Bu Ratih. Dara diam berdiri menatap sebuah foto yang berukuran sangat besar diruang tamu Rumah Bu Ratih tapi hanya satu yang jadi pusat pandangan Dara, yaitu wajah tampan yang sudah menggentarkan hatinya saat bertatap muka dengan wajah tampan itu.


"Mbak Dara ini berkasnya." ucap Mbok Minah yang mengejutkan Dara.


"Ah iya Mbok, kalau begitu saya langsung pamit undur diri Mbok, takut Mas Reyhan lama menunggu apa lagi ini mau jam istirahat pasti jalan akan macet. Assalamu'alaikum."


"Iya Mbak hati-hati, Wa'alaikum salam."


* * * * *


Beberapa saat kemudian. Dara telah sampai di Kantor Reyhan, gegas Dara turun dari mobil dan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Mang Ucup. Dara langsung masuk ke gedung kantor Reyhan dan menuju ke meja Resepsionis.


"Permisi Mbak, saya ingin bertemu dengan Pak Reyhan. Untuk menyerahkan berkas ini kepada Pak Reyhan."


"Apa Mbak yang bernama Mbak Dara?." tanya Karyawan tersebut.


"Iya benar Mbak."


"Mbak, langsung saja ke lantai dua puluh itu letak ruangan Pak Reyhan, tadi Asisten Pak Reyhan sudah berpesan untuk Mbak Dara bisa langsung ke sana."


"Oh gitu ya Mbak, terima kasih Mbak kalau gitu saya permisi, mari Mbak."


"Sama-sama, silahkan Mbak."


Setelah selesai bertanya dengan karyawan Resepsionis tersebut, Dara segera menuju ke lift untuk menuju ke lantai dua pulu di mana ruangan Reyhan berada. Sedari tadi hati Dara rasanya jedag-jedug karena ini pertama kalinya ia berkunjung ke kantor Reyhan.


"Permisi selamat siang Mbak Devi." sapa Dara kepada Devi. Dara memang sudah kenal sama Devi, karena Devi juga sering datang ke Butik Bu Ratih.


"Ya selamat siang, Eh Dara ya? ada apa cantik."


"Ah Mbak Devi bisa aja, saya kesini mau nganterin berkas ini ke Pak Reyhan Mbak."


"Oh jadi kamu yang nganterin berkasnya, ya udah kamu langsung anterin ke ruangan Reyhan aja ya, tuh yang ujung sana ruangannya."


"Titip ke Mbak Devi aja ya, saya langsung mau balik ke Butik Mbak!."


"Duh maaf ya Dar, aku sudah di tungguin suami aku di bawah, gak apa-apa kamu masuk saja. Ya udah ya, Bye Bye."


"Tapi Mbak..." Belum sempat Dara menjawab Devi sudah lebih dulu pergi dan masuk kedalam lift. "Duh main pergi aja sih Mbak Devi. Huff.. tenang Dara cuman ngasih berkas abis itu kamu langsung pamit pulang, tolong jantung tenang dulu ya! jangan senam dulu di dalam. Belum juga masuk kamu udah senam aja." gumam Dara dengan tangan kirinya berada di dadanya.


Dengan menarik nafas dan dengan jantung belum normal detak nya Dara berjalan menuju ruangan Reyhan.



Lain hal nya dengan Dara yang berusaha menetralkan detak jantungnya. Beda halnya dengan Reyhan yang sedari tadi tersenyum menatap laptopnya. Yaa karena sedari tadi Reyhan sudah memantau Dara lewat CCTV yang terhubung dengan laptopnya, mulai Dara memasuki lobi kantornya.



Karena sebelum nya sang Bunda sudah memberitahukan bahwa yang mengantar berkasnya adalah Dara. Mendengar penuturan sang Bunda, Reyhan tentu sangat senang.


Bersambung...


Halo, Assalamualaikum semuanya aku penulis baru tolong dukungannya ya dan mohon kritik dan sarannya ya. . .


Terimakasih. . .

__ADS_1


__ADS_2