SURAT PENYEMANGAT

SURAT PENYEMANGAT
BAB 11


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan angka empat. Dara baru saja sampai ditempat kosnya, setelah meletakkan tas dan kunci motor. Dara lalu mengambil handuk yang ada dibelakang pintu, setelahnya dia gegas berjalan menuju kamar mandi, untung saja tempat kos bu Winda, menyediakan kamar mandi dalam. Jadi dia tidak usah susah-susah antri untuk mandi.


Setelah mandi Dara teringat surat yang tadi siang, yang belum sempat ia baca.


"Oh iya surat yang tadi siang kan belum aku baca" gumam Dara lalu mengambil surat yang masih berada di kantong celananya.


°° Isi Surat°°


( *Hai Wassalamualaikum, sebelumnya aku ucapkan terimakasih. Karena kamu sudah berkenan membalas surat ku, sejujurnya ini yang aku tunggu dari kamu. Yaitu balasan surat darimu.


Aku minta maaf kalau membuatmu terganggu dengan semua surat-surat yang aku kirimkan kepadamu. Demi Allah aku tidak bermaksud apa-apa terhadapmu, sebenarnya aku hanya ingin mengenalmu.


Kau tau bahwa kita pernah bertemu, bahkan terkadang kita saling bertatap muka. Aku terpesona saat pertamakali melihatmu, kau tau bertatap muka denganmu dan berada dekatmu sudah membuat jantungku berdetak tak menentu.


Mungkin ini yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama, baru pertama melihat mu tapi kamu mampu membuat duniaku teralihkan oleh mu.


Aku akui. Aku memang lelaki pengecut karena tak berani muncul dihadapan mu untuk berbicara langsung kepadamu, bukannya aku tak berani atau pecundang. Tapi aku belum percaya diri untuk hadir didepan mu, tapi aku janji akan menemui mu, tapi tunggulah beberapa bulan lagi. Bertepatan hari ulang tahunmu.


Selamat sore..

__ADS_1


Selamat istirahat..


Salam dariku penggemar rahasia mu R.K* ).


"Dia juga tau hari ulang tahunku? huh siapa dia sebenarnya, dia bilang pernah bertemu dan saling bertatap muka.Tapi siapa ya? tau lah dari pada mikirin si R.K yang belum aku kenal, VC Danu aja deh, dah kangen sama ibu udah seminggu gak Vc sama ibu" gumam Dara lalu ia berjalan ke ranjang dan mengambil hp yang berada di atas meja samping ranjang.


" Assalamualaikum mbak" ucap Danu adik Dara.


" Wa'alaikum salam lagi apa kamu Nu. Ibu mana? kamu sama ibu sehat kan?" tanya Dara.


" Ibu lagi di dapar mbak, lagi nyiapin bahan buat masak. Alhamdulilah aku sama ibu sehat mbak" balas Danu.


" Lagi baca-baca materi aja mbak, senin depan kan Danu tryout"


" Ouch..Hp nya kasih ibu ya, mbak mau ngobrol sama ibu, biar kamu bisa lanjut belajar" perintah Dara kepada adiknya.


" Tunggu sebentar mbak, Bu ini mbak Dara" ucap Danu dan memberikan hp nya kepada sang ibu, lalu ia kembali ke kamarnya untuk melanjutkan belajarnya.


" Halo assalamualaikum nak, gimana kabar kamu sehat?" tanya bu Atik, ibu Dara.

__ADS_1


" Wa'alaikum salam bu. Alhamdulilah Dara sehat bu, ibu juga sehat kan?" tanya Dara kepada sang ibu.


" Alhamdulilah ibu juga sehat nak, bagaimana kerjaan kamu lancar kan? jangan terlalu capek ya nak!"


" Alhamdulilah lancar bu, iya ibu. Ibu juga jagan terlalu capek, jangan dipaksakan jualan kalau ibu capek nanti yang ada ibu sakit" ucap Dara, ya bu Atik berjualan lauk pauk matang di kampungnya.


" Iya ank ibu yang cantik, kapan kamu pulang nak? ibu udah kangen sama kamu?" tanya bu Atik.


" Insya Allah bulan depan bu, kan tiga bulan Dara gak ngambil cuti. Jadi bula. depan Dara bisa ambil cuti agak lama" jelas Dara.


" Ibu tunggu kepulangan mu nak, ya sudah kamu istirahat sana sudah jam berapa ini, besok kan kerja".


" Iya bu, ibu juga racik bumbunya jangan terlalu malam. Nanti sebelum subuh ibu kan harus bangun lagi, nanti malah gak cukup waktu istirahatnya" ucap Dara.


" Iya ini sebentar lagi juga selesai nak" jelas bu Atik.


" Ya sudah Dara matiin ya bu. Assalamualaikum" salam Dara.


" Wa'alaikum salam nak" jawab bu Atik.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2