Surat Terakhir Dari Sang Maestro

Surat Terakhir Dari Sang Maestro
Bab 10 Surat Terakhir dari Sang Maestro


__ADS_3

Happy Reading


...


KEHILANGAN YANG BEGITU NEMBEKAS


Terbunuhnya Amare berarti berkurangnya satu hama dalam perebutan bisnis di Brooklyn, Terry Jonne yang sudah berperan aktif dalam penumpasan hama yang membuat sindikat kriminal Chicago sakit kepala langsung mengambil alih wilayah tersebut di bawah nama salah satu kepala bos kecil.


Keluarga Jonne yang pada awalnya hanya seorang pendatang. Membuka jalan baru bagi para sindikat kejahatan yang saat itu sudah lebih dulu berkuasa di Chicago, Jonne membuka sebuah usaha laundry yang membawa keuntungan baik bagi dirinya dan para pelaku usaha ilegal di Chicago.


Terry Jonne pun tak pernah luput dari kejaran para penegak hukum, bea cukai dan pajak. Ia juga seringkali keluar masuk penjara, akan tetapi tak pernah ada kata jera dalam hidupnya.


Gambaran tentang seorang penjahat yang tak pandang bulu, membuat sosoknya di kenal sebagai pria kasar dan keji.


Akan tetapi, sosok yang kini duduk di hadapan ke empat pemuda itu jauh dari kata seorang penjahat kelas kakap.


" Apa yang kalian pikirkan, sampai-sampai membuat wajah bengong seperti itu ?" tanya Terry sambil tersenyum hangat menatap ke empat pemuda yang tiba beberapa saat yang lalu.


" Ah, itu.. Anu.. Anda terlihat begitu energik di usia yang sudah tak lagi muda. " ucap Helio dengan tergagap.


Richard yang mendengar ucapan adik keduanya menatap Helio dengan wajah terkejut.


" Hei jaga bicara mu, kau lupa dia siapa ? Kita bisa mati jika kau ceroboh seperti itu. " ucap Richard dengan suara berbisik.


" Kak apa kita akan baik-baik saja. " ucap Alessio sambil menyenggol lengan Helio pelan.


Terry tersenyum saat melihat ke empat pemuda itu saling berbisik dengan wajah gelisah, " Astaga, anak-anak. Aku tidak memakan kalian, jadi santai lah. Jangan tegang seperti itu. " tukasnya.


" Anu.. Itu kami tidak tau kenapa kami ada di sini. " ucap Richard.

__ADS_1


" Ah, itu karena Lucas menitipkan kalian padaku. Astaga pria tua itu, padahal aku sudah setua ini.. " ucap Terry dengan tersenyum kecil, tapi nada suaranya terdengar begitu sedih.


" Mungkin saat ini kalian masih bisa beraktivitas seperti biasanya, tapi aku tidak yakin hal itu akan sampai kapan terjadi. Kondisi Lucas semakin memburuk, di tambah ada beberapa pendatang baru yang berusaha untuk mengambil alih dan beberapa bisnisnya. " ungkap Terry.


Richard mengerutkan keningnya bingung, " Tunggu paman, jadi maksud anda papa adalah Mafia ?" tanya Richard dengan sangsi.


Terry mengangguk pelan, " Ya seperti itulah, dia adalah teman dan rekan kerjaku. "


Richard terdiam, sebenarnya ia sudah menduganya dari saat ia mendengar cerita Lucas yang terasa begitu dekat dengan Terry. Mustahil mereka tidak ada di kubu yang sama. Tapi mendengarnya langsung seperti itu tetap membuatnya terkejut.


" Tapi jika di banding diriku, bisa di bilang Lucas lebih bersih. Aku tak pernah memilah pekerjaan, selama itu menghasilkan pundi-pundi uang aku akan mengambilnya. Tapi Lucas tidak seperti itu, dulu saat masa pelarangan di cabut bisnis alkohol dan narkoba mengalami kemunduran, banyak pebisnis seperti kami beralih ke bisnis yang jauh lebih kotor. " ungkap Terry, " Perdagangan organ dan manusia menjadi jalan pintas menuju kemewahan, tapi Lucas tak pernah mengambilnya meski kesempatan datang padanya. "


Allano tak mampu menyembunyikan ekspresi jijiknya saat mendengar hal itu, ia tak bisa bayangkan bagaimana bisa manusia melakukan hal sekeji itu.


Terry yang melihat ekspresi anak itu tersenyum kecil, " Itu tidak seberapa nak, kami bahkan saling membunuh sesama manusia hanya untuk sekantong uang. " ucap Terry.


" Aku harap kalian akan mulai terbiasa dengan hal ini, aku sangat bangga tentang bagaimana Lucas melindungi kalian hingga tak pernah sekalipun mencium bau amis darah dari pertarungan liar kami. " ucap Terry dengan bangga.


***


" Bos, orang yang anda cari tinggal di permukiman kumuh di wilayah Ohio. Menurut informasi terbaru, sepertinya perempuan itu sedang sakit parah dan mungkin tidak memiliki waktu yang lama lagi. " ucap seorang anak buah Terry.


Selepas ke empat pemuda tadi pergi, Terry langsung menerima laporan tentang orang yang selama ini ia maupun Lucas cari.


Tapi sepertinya hingga akhir pun Lucas tak mampu kembali berjumpa dengan sosok itu, karena satu jam yang lalu kabar tentang kematian Lucas sampai ke telinganya.


" Bagaimana bisa kau meninggalkan ke empat bocah itu pada ku, kawan. " ucap Terry sambil menunduk.


Dua jam sebelumnya..

__ADS_1


Ruangan ICU begitu ramai malam itu, setelah sore tadi seorang pasien VIP di sana mengalami kondisi kritis.


Pasien itu kembali mengalami henti jantung, bahkan kekakuan tubuhnya membuatnya terlihat seperti mayat. Pasien itu adalah Lucas.


Setelah berjuang selama lebih 4 tahun ini, akhirnya ia mati dengan membawa begitu banyak penyesalan.


" Kau harusnya bertahan lebih lama lagi, aku sudah menemukan adikmu.. Sobat.." ucap Terry dengan suara kecewa sambil menatap selembar poto dirinya bersama Lucas.


Malam itu Terry menghabiskan waktunya untuk menangisi temannya lebih lama, menghabiskan waktunya untuk mengenang sahabatnya jauh lebih lama lagi, karena di masa depan ia akan mengubur ingatan itu bersama tubuhnya untuk membusuk dalam tanah.


*** ***


" Mulai dari sini, aku yang akan menggantikan Lucas untuk menemani kalian bercerita. " ucap Terry dengan tersenyum hangat lagi itu.


Ke empat pemuda itu memandang Terry dengan bingung, mata pria tua itu merah dan bengkak, juga suaranya yang parau sangat berbeda dengan sosok Terry di hari sebelumnya.


" Tapi kami harus ke rumah sakit melihat papa. " ucap Alessio dengan wajah bingung.


Terry tersenyum sedih, ia menatap ke empat pemuda itu dengan sorot mata yang redup.


" Aku akan membawa kalian padanya, tapi untuk sekarang diam lah di sini, keadaan di luar sana sedikit kacau. " ucap Terry dengan nada suara yang tegas.


Richard beserta tiga orang adiknya mau tak mau mengangguk setuju, mereka tinggal di kediaman Terry untuk beberapa waktu tanpa tau jika sebuah duka menanti mereka.


Richard menghela nafas panjang, ia kebingungan mencari alasan yang pas kepada bosnya di tempat kerja. Begitu juga dengan Helio dan dua lainnya, Allano dan Alessio.


Tapi dari pada itu Terry bilang ia akan menggantikan Lucas untuk menceritakan kisah itu, apa Terry juga tau dengan begitu detail tentang Lucas dan keluarganya.


Meski mereka dekat tapi tetap saja itu sedikit aneh.

__ADS_1


*** *** ***


Tbc..


__ADS_2