Surat Terakhir Dari Sang Maestro

Surat Terakhir Dari Sang Maestro
Bab 7 Surat Terakhir dari Sang Maestro


__ADS_3

Happy Reading


...


BALAS DENDAM


Ada sebuah geng besar yang berkuasa di Brooklyn, tapi bukan dari anggota persatuan kepala keluarga yang tergabung dalam bisnis ilegal di New York. Mereka hanya sekumpulan orang imigran berkulit hitam, yang merasa bernasib sama yang melakukan tindak kriminal sebagai cara bertahan hidup.


Kelompok kriminal itu di ketuai oleh seorang pria berkulit gelap keturunan Afrika, bernama Amare. Tapi kemudian Amare lebih di kenal sebagai Sam, ia mengubah namanya seperti nama yang ke Amerikaan.


" Astaga, sepertinya kelinci manisku telah kabur.. " ucap Sam sambil tersenyum jenaka.


" Sungguh tak habis pikir, selain wajah dan tubuh mu tak ada hal baik yang melekat pada mu.. " ucap Marlo dengan helaan nafas yang lelah.


Sam tertawa terbahak-bahak, " Kau tak tau karena belum mencobanya bung.. " ucap Sam sambil menyugar rambut setengah basahnya kebelakang.


" Aku benar-benar kasihan dengan pemuda itu, ku pikir kemarin kau benar-benar keterlaluan pada orang yang lugu dan tak bersalah sepertinya."


" Ya ku akui aku berlebihan kemarin, tapi itu karena tubuhnya benar-benar tipe ku. Putih, ramping dan yang pasti wajahnya sangat tampan, bahkan terlihat feminim. " ucap Sam sambil menjilat bibirnya, membayang kembali sosok pria yang sudah ia hancurkan.


Marlo kembali menghela nafas panjang, ia menyerah membuat temannya itu berhenti melakukan penyimpangan seksual seperti itu.


***


Lucas memijat keningnya yang terasa pening, beberapa saat yang lalu Nolle akhirnya siuman. Tapi sesuatu yang mengejutkan terjadi, Nolle mengamuk dan terlihat begitu ketakutan melihat dirinya dan Luke sebagai dokter yang memeriksanya.


Nolle berteriak keras mengusir mereka, dan bahkan melemparkan benda yang sekiranya berada dalam jangkauan tangannya.


" Pergi, jangan mendekat padaku. " teriak Nolle dengan histeris.


" .. Aku takut.. "


Nolle meringkuk dalam selimutnya, tubuhnya bergetar hebat ketakutan. Tak peduli pada memarnya yang berdenyut sakit, yang ia tau dirinya sangat takut saat ini.


Seperti yang Luke katakan, kondisi mentalnya benar-benar hancur.


" Kakak, bagaimana ini.." ucap Maria dengan wajah berderai air mata.


" Dokter Luke, apa kondisi Nolle akan kembali seperti sebelumnya ?" tanya Lucas dengan raut khawatir yang sangat kentara.

__ADS_1


Luke menarik nafas panjang, " Saya tidak tau pastinya, karena ini bukan bidang saya, tapi sepertinya akan memerlukan waktu yang cukup lama. Jika anda berkenan, saya bisa merekomendasikan dokter ahli jiwa untuk membantu terapi. " ucap Luke dengan lembut, mencoba memberi pengertian dengan hati-hati pada keluarga korban.


Lucas mengusap wajahnya dengan kasar, ia benar-benar frustasi saat ini.


" Dokter, bisakah anda tinggal di sini untuk sementara waktu untuk merawat adik saya ? Saya ada keperluan di luar sebentar. " ucap Lucas pada Luke.


Luke mengangguk sambil tersenyum hangat, " Tentu. " ucapnya dengan suara tegas.


Kini Lucas beralih pada Maria, " Maria, kamu tunggu di sini bersama dokter Luke ya. Kakak keluar sebentar.. "


Lalu setelahnya Lucas pun melesat pergi, dengan tangan terkepal dan gigi yang bergemeretuk saling beradu menahan emosi.


" Bajingan mana yang sudah mencari masalah dengan ku.." ucap Lucas dengan suara berbisik penuh kebencian.


*** ***


" Yo, Lu. Ada apa ?" ucap Terry saat Lucas membuka pintu ruang kerjanya dengan keras.


" Adik ku telah di lecehkan, apa aku bisa meminta bantuan mu ?" tanya Lucas dengan suara yang tegas.


Terry mengangkat sebelah alisnya, " Di lecehkan? Maria ? " tanya Terry dengan kening berkerut.


Terry membulatkan matanya terkejut, " Ah sialan, benar-benar bajingan busuk rupanya." ucap Terry sambil tersenyum sinis.


Tak menunggu lama, beberapa orang berkumpul di ruangan itu. Terry memberi perintah untuk menyisir daerah sekitar dan mencari informasi kelompok mana saja yang memiliki penyimpangan seperti itu.


Dari hasil yang di dapat, ada sekitar 4 kelompok di luar dari perserikatan Mafia yang seringkali melakukan hal menjijikan seperti itu.


" Bawa ketuanya pada ku, jika mereka melawan bawa saja kepalanya dan tinggalkan tubuhnya. " ucap Terry dengan aura mengintimidasi yang kuat.


Lucas memutuskan untuk tinggal beberapa hari di kediaman Terry, setelah sebelumnya ia sempat pulang untuk mengabarkan jika ia memiliki pekerjaan lembur. Untuk sementara Nolle ia percayakan pada dokter yang di kenalkan oleh Maria saat itu, dan untuk berjaga-jaga Terry juga mengerahkan anak buahnya untuk ikut berjaga Maria di rumah Lucas.


" Bos, sepertinya itu bukan ulah dari gengster daerah ini. Orang yang saya sebar menemukan beberapa saksi mata, ada kelompok kecil yang berkeliaran dan membawa seorang jurnalis dengan paksa menggunakan mobil warna hitam di persimpangan di gang yang menuju daerah permukiman. " ucap salah satu anak buah Terry.


" Jadi daerah mana bajingan itu ?" tanya Terry sambil tangannya memutar-mutar sebuah pisau kecil seukuran ibu jari.


" Brooklyn. Kelompok kriminal yang di ketuai oleh orang berkulit gelap keturunan Afrika bernama Amare. Menurut informasi yang saya dapat, selain memilki catatan kriminal yang panjang, Amare juga di kenal karena memiliki penyimpangan seksual yang ekstrem. "


" Bawa orang itu kesini, jika melawan.. lakukan seperti biasa. " ucap Terry dengan bibir yang tersenyum manis. Sangat bertolak belakang dengan nada bicaranya yang tegas.

__ADS_1


Anak buahnya itu pun pergi dengan membawa perintah eksekusi.


" Mau kau apakan orang itu ?" tanya Terry sambil melirik Lucas yang duduk menyandar dengan pandangan kosong keluar jendela.


" Aku hanya ingin apa yang dia lakukan pada adik ku, ia juga merasakannya. " ucap Lucas dengan serius.


" Oke, ku serahkan pada mu.." ucap Terry sambil tersenyum kecil.


*** *** ***


" Hei, kau mau kemana ?" tanya Marlo, saat di lihatnya Sam bersiap hendak keluar.


Sam mengangkat sebelah alisnya, " Tentu saja mencari sesuatu yang bisa menghangatkan ranjangku. Haha " ucap Sam sambil tertawa terbahak-bahak.


Marlo menghela nafas frustasi, " Sebaiknya kau jangan berkeliaran dan menyebabkan masalah, aku melihat beberapa orang berkeliaran di sekitar sini, aku tidak tau dia bagian dari faksi mana. " ucap Marlo dengan wajah serius.


" Begitukah ?" tanya Sam, " Itu bukan urusan ku, aku disini pun bukan untuk mengganggu bisnis mereka atau mengambil alihnya. " lanjut Sam sambil kakinya melangkah meninggalkan ruangan itu.


Marlo yang melihat sikap temannya itu hanya mampu kembali menghela nafas, sejujurnya ia memiliki firasat buruk tentang itu.


Marlo memanggil salah satu anak buahnya selepas Sam benar-benar pergi, " Hei, kau sudah mencari informasi tentang orang-orang itu ?" tanya Marlo.


" Ya tuan, orang-orang yang berkeliaran di luar selama ini dari kelompok Jonne, kepala keluarga Mafia Jonne salah satu anggota Perserikatan Mafia New York. "


" Apa yang mereka lakukan mengawasi tempat ini ?"


" Sepertinya ada yang mencari masalah dengan salah satu anggota mereka tuan.. Anu.. itu saya tidak yakin tapi beberapa hari ini mereka mencari tau tentang kelompok-kelompok gengster yang ada di sini. "


" Apa yang mereka cari tau ? "


" Mereka mencari kelompok yang sering melakukan hal menjijikan, seperti menyukai sesama jenis.. Saya tidak tau apa sebabnya, hanya itu yang mampu saya cari tau." ucap anak buah Marlo lalu ia pun undur diri.


Marlo diam mematung, kenapa ini terasa janggal. Orang-orang itu bergerak setelah Sam membawa seorang pria dan menggaulinya saat itu.


" Aku yakin. Sesuatu yang buruk akan terjadi.."


*** *** *** ***


Tbc..

__ADS_1


__ADS_2