Surat Terakhir Dari Sang Maestro

Surat Terakhir Dari Sang Maestro
Bab 9 Surat Terakhir dari Sang Maestro


__ADS_3

Happy Reading


...


HARI TENANG SEBELUM BADAI MENERJANG


Tok


Tok


Tok


Maria mengetuk pintu kamar kakak keduanya dengan hati-hati, dia mulai membukanya saat di rasa tak ada sahutan apapun dari dalam.


Nolle tak sedikit pun bergeming dari tempatnya, ia tak menghiraukan Maria yang berjalan mendekat dan duduk di sampingnya. Ini sudah hampir tiga tahun sejak kejadian memilukan itu, kondisi Nolle mulai berangsur membaik, meskipun tidak sepenuhnya pulih setidaknya ia tidak mengamuk saat melihat orang lain mendekatinya.


" Kak Nolle, ayo makan dulu. " ucap Maria dengan suara yang riang.


Nolle tetap tak memberi reaksi apapun, sorot matanya masih kosong seperti biasanya.


Maria hanya mampu menatap sedih ke arah Nolle, kakak ke duanya yang biasanya riang itu kini terlihat seperti mayat hidup.


" Kak Nolle, Maria simpan di sini ya. " ucap Maria sambil menyimpan nampan berisi roti dan selai juga segelas air putih di atas nakas di samping tempat tidur.


Sebelum Maria menutup pintu, ia sempat melirik sekilas ke arah Nolle. Ia begitu merindukan sosok Nolle yang semangat dan ceroboh.


" Cepat sembuh kak Nolle.. "


Sepeninggalnya Maria Nolle menangkup wajahnya dengan kedua tangan, isak tangis terdengar pelan memenuhi ruangan itu.


***


Lucas sedang menyeruput kopi hitamnya, saat Maria memasuki dapur, ia duduk bersebrangan dengan Lucas di meja makan.


" Bagaimana ?" tanya Lucas sambil melirik ke arah Maria yang menunduk dengan wajah lesu.

__ADS_1


" Sepertinya masih sama.. " ungkap Maria dengan sedih.


Lucas tersenyum hangat, " Tak apa, kita tunggu saja.. "


Maria mengangguk dengan pelan, tangannya menyeka sedikit air mata yang menggenang di pelupuk matanya.


" Aku ingin membawa Pompy jalan-jalan keluar kak. " ucap Maria sambil berdiri mencoba tersenyum kembali.


Lucas mengangguk dan kembali menyeruput kopi hitamnya, Maria kembali sedikit lebih semangat, ia berjalan riang menuju belakang rumahnya mencari Pompy si anjing mungilnya.


" Tiga tahun ini begitu tenang.. " ucap Lucas, " Tapi syukurlah.. " tukasnya dengan suara yang lega.


3 tahun yang sebelumnya.


Seorang pria tak di kenal di temukan di sebuah danau di bagian selatan Chicago dengan kondisi mengenaskan, di ketahui alat vitalnya terpotong dan kedua kakinya di semen dalam sebuah kotak kayu yang membuat tubuhnya tenggelam di dasar danau.


Lucas tersenyum lega pagi itu, saat ia membaca sebuah koran dengan di temani secangkir kopi hitam di meja kecil di belakang rumahnya.


Setelah insiden itu, di kabarkan kelompok gengster yang di ketuai Amare yang bercokol di Brooklyn di babat habis. Semua anggota dari kelompok itu menghilang, dan Marlo teman dekat Amare di temukan tewas di pinggir jalan dengan rahang yang hancur.


Lucas pada awalnya tak pernah menyangka akan terlibat begitu jauh dengan Terry, mengetahui bahwa keluarganya menjadi salah satu kelompok yang berpengaruh dalam sindikat kriminal illegal New York, tak membuat Lucas merasa takut dan menghindarinya. Itu semua karena pada dasarnya mereka sama.


*** ***


Tit


Tit


Tit


Suara nyaring dari mesin elektrokardiogram memenuhi ruangan, pukul 4 sore tadi Lucas tiba-tiba mengalami henti jantung. Penyakit yang di deritanya membuat fungsi jantung dan organ dalam lainnya nyaris tak berfungsi dengan baik, bahkan Lucas pun mulai kesulitan bernafas akibat dari kelumpuhannya yang sudah mencapai bagian leher.


Richard duduk termenung di kursi tunggu lorong rumah sakit, padahal baru saja pagi tadi papa nya kembali menceritakan kisah masa lalunya itu.


Drap

__ADS_1


Drap


Drap


Suara langkah kaki yang bergema di lorong rumah sakit, tak mampu mengalihkan lamunan Richard. Helio beserta dua adiknya menghampiri Richard yang menatap pintu ruang ICU dengan sorot mata kosong.


" Bagaimana ?" tanya Helio dengan suara yang masih terengah-engah.


Richard hanya menggelengkan kepalanya, Helio pun duduk di samping Richard dengan perasaan yang tak kalah kacau.


" Padahal aku masih memiliki banyak pertanyaan untuknya.. " ucap Helio dengan suara berbisik.


" Dia sudah janji untuk membiarkan kita bertanya saat ia sudah selesai menceritakan kisah itu. Jadi dia harusnya mampu melewati ini.." ucap Richard dengan suara bergetar seperti menahan tangis yang siap meledak kapan saja.


" Hei berhenti berjalan bolak-balik seperti itu, duduklah. " ucap Allano pada Alessio yang terlihat begitu gelisah.


Saat suasana di depan ruang ICU itu begitu tegang, tiba-tiba beberapa orang dengan stelan jas hitam yang rapi mendatangi ke empat pemuda itu.


" Saya Bern, tuan Lucas memberi saya perintah untuk membawa kalian menemui tuan Terry saat kondisi tuan Lucas memburuk. " ucap pria itu yang ternyata adalah Bern.


" Mari ikuti saya.. "


*** *** ***


Di sebuah rumah di pinggiran kota yang kumuh, seorang perempuan yang terlihat begitu tua dari umurnya terbaring dengan nafas yang terputus-putus. Tangannya yang keriput menggenggam selembar poto usang yang sudah memburam.


" Maaf.. " ucap perempuan itu dengan suara yang lemah.


" Aku rindu sekali.. "


Di sampingnya seorang anak laki-laki yang berusia sekitar 12 tahun menangis tersedu-sedu, tangan mungilnya menggenggam tangan perempuan itu dengan kuat.


" Bibi.."


*** *** *** ***

__ADS_1


Tbc..


__ADS_2