
Happy Reading
...
ILLEGAL
Belakangan ini Amerika Serikat begitu gaduh, banyaknya imigran dari luar bukan hanya berdampak positif pada sumber tenaga manusia yang masuk, tapi juga tikus-tikus busuk yang ikut menyelinap membuat beberapa orang mengalami kesulitan.
Sebagai contoh, belakangan ini muncul tren baru pada masyarakat malam di sana, sebuah obat bubuk yang di kenali sebagai narkotika menyeruak di bawah kendali, dan orang-orang yang ada di belakangnya menjadi buronan dari anggota bersenjata Amerika. Tapi bukan itu poin pentingnya.
Lucas menjadi salah satu orang yang meraup keuntungan dari bisnis itu.
Di masa pelarangan ini, baik alkohol maupun narkotika menjadi primadona dalam bisnis illegal, dan menjadi salah satu jalur pundi-pundi uang masuk dengan stabil selain prostitusi.
" Lucas. Aku tidak ingin membodohi mu ataupun menyembunyikan apapun dari mu. Aku tidak ingin memaksa mu, hanya saja pekerjaan ini memiliki banyak kemungkinan membuat mu terseret pada hal-hal yang membuat mu kesulitan. "
Lucas tersenyum kecil pada pria di hadapannya, namanya Terry Jonne. Dulu sekali Terry pernah tinggal di Italia untuk waktu yang cukup lama, menghabiskan masa kecilnya di sana, bersama Lucas dan ke dua adiknya.
" Tak apa. Saat ini aku tidak punya hak untuk memilih-milih pekerjaan. " ucap Lucas dengan tegas.
" Iya aku tau. Tapi ingat selalu beritahu aku jika kamu menghadapi kesulitan. Oke ?"
__ADS_1
Lucas tersenyum dan mengangguk setuju, " Oke, pasti.. "
Terry itu pria yang sedikit misterius menurut kebanyakan orang, tapi bagi Lucas dia adalah pria yang baik yang menjadi sahabatnya. Terlepas dari pekerjaannya.
Sudah lebih dari 2 tahun Lucas bekerja di sebuah pub malam yang di rekomendasikan oleh teman lamanya itu, pub itu lumayan populer di kalangan orang-orang berdompet tebal.
Disini Lucas bekerja di meja bar sebagai seorang bartender. Bukan sekedar bartender biasa, ia merangkap sebagai bos kecil untuk kelompok Terry.
Kelompok Mafia yang bercokol di daerah Chicago.
" Astaga, aku tak habis pikir dengan orang-orang itu. " ucap salah satu rekan kerjanya, namanya Gove.
Lucas hanya tersenyum hangat saat Gove mulai mengoceh, bercerita tentang betapa lelahnya ia yang harus menghadapi pelanggan yang seperti itu setiap malamnya.
Baru-baru ini sebuah obat yang di sebut narkotika mulai populer di kalangan orang-orang, beberapa tempat hiburan malam menyediakan obat itu dengan harga yang cukup mahal. Tak terkecuali Pub tempat bekerja Lucas.
Bisnis ilegal berupa alkohol dan narkotika menjadi primadona dalam bisnis gelap di Amerika yang di jalani Lucas, di bawah nama Terry.
***
" Apa maksudnya ? Siapa paman Terry itu ?"
__ADS_1
Alessio tanpa sadar tiba-tiba menyela saat Lucas masih berbicara, bukan hanya Alessio saja, mereka berempat begitu penasaran dan memiliki banyak pertanyaan dalam kepala mereka setelah mendengarkan kisah lama Lucas sedikit demi sedikit.
" Dia adalah teman ku, tidak.. Dia sahabat ku.. " ucap Lucas sambil tersenyum hangat.
" Tidak bukan begitu ? Papa, apa pekerjaan paman Terry itu ?" ucap Allano dengan kening berkerut.
Lucas tersenyum kecil, " Dia kepala keluarga Jonne yang berkuasa di wilayah Chicago, teman masa kecil ku di Italia."
" Dia mafia.. " ucap Richard dengan ragu.
Lucas mengangguk mendengar ucapan Richard, hal itu langsung di sambut oleh pekikan tak percaya dari ketiga pemuda di sana.
" Hingga saat ini dia adalah orang yang sudah berulang kali membantu ku. Aku sangat ingin kalian bertemu dengannya, tapi keadaan ku tidak memungkinkan untuk membawa kalian bertemu. Tapi aku sudah menitipkan pesan, jika seandainya nanti aku tiada, aku ingin kalian datang padanya." ucap Lucas.
" Bukankah itu akan menjadi berbahaya?" tanya Helio dengan raut wajah cemas.
Lucas tertawa kecil, " Tidak, jangan melihat dia seperti itu. Dia itu meskipun seorang Mafia dan kepala keluarga Jonne, dia hanyalah pria tua yang mencintai anak dan cucunya saat ini."
Lucas menatap ke empat pemuda itu dengan teduh, " Aku akan kembali bercerita, ingat jangan menyela lagi. Dengarkan sampai selesai baru saat itu kalian boleh bertanya, apapun, aku akan menjawabnya. "
Tak ada bantahan, ke empat pemuda itu kembali diam mendengarkan dengan serius.
__ADS_1
*** ***
Tbc..