
Setelah sampai di pusat belanjaan Niara dan Felix langsung keluar dan saat memasuki Felix berinisiatif untuk mengambil troli yang membuat pegawai klepek-klepek seperti ikan yang kekeringan air, tapi bukan musim kemarau ya.
"Wow,, bukannya itu pemimpin Benata grup " ucap ibu-ibu yang sedang belanja saat melihat Felix di pusat belanjaan.
Karena ini adalah momen yang langka membuat mereka tidak segan-segan untuk mengeluarkan ponsel mereka untuk memotret sepasang suami istri yang begitu romantis Dan membuat mereka iri akan keromantisan mereka.
Sedangkan yang menjadi pusat perhatian dan ke irian para wanita tidak pernah peka dan lebih fokus pada barang-barang yang mereka beli. Naira saja fokus pada bahan yang mau di beli apa lagi felix yang mendorong troli.
"Baby, sepertinya sudah tinggal daging, ayo " ucap Naira yang fokus pada note yang dia buat .
Felix hanya ikut saja tapi saat di persimpangan ingin menuju tempat daging tiba-tiba Naira menabrak seseorang.
Bughhhhh...
"Maaf, maaf saya tidak senagaja " ucap Naira langsung membantu wanita yang memunguti belanja di keranjang yang berjatuhan.
"Tidak apa " jawab nya.
"Baby, kau baik-baik saja? " tanya Felix.
Setelah selesai memasukkan semua barang belanjaan wanita yang di tabrak mereka berdiri secara bersamaan.
"Maafkan ak- " Naira menjeda ucapannya saat merasa kenal dengan wanita di hadapannya.
"Tidak apa aku yang salah, kau tidak apa-apa? " tanya Kartina.
"Sungguh, dia tidak mengenal ku? " ucap Naira membatin.
Dia tidak berubah menjadi princess kan sampai orang di hadapan tidak mengenal dirinya, atau dia salah orang tapi tidak mungkin Naira ingat dia adalah Kartina.
__ADS_1
"Tidak apa " jawab Naira dengan kebingungan atas situasi saat ini.
"Baiklah, jika tidak ada yang terluka aku permisi " pamit membuat Naira hanya mengangguk dan Kartina langsung berlalu.
"Kenapa dia berubah, apa kesombongan sudah hilang " pikir Felix.
"Baby, dia teman ku " ucap Naira membuat Felix langsung menatap ke arah Naira dan wanita yang sudah menjauh dari mereka.
"Kenapa dia tidak mengenal mu baby? " hanya Felix.
Jelas saja terlihat jika wanita tersebut tidak mengenal siapa istrinya, tidak mungkin lupa setidaknya mereka masih saling mengingat wajah istri barbar saja masih ingat tapi dia.
"Entah, apa aku berubah menjadi princess baby, jadi dia tidak kenal " tebak Naira yang memuji dirinya dalam diam. Bagi Naira kelamaan jika menunggu suaminya untuk memuji dirinya yang cantik sejak lahir karena Naira yang baik hati tidak sombong memuji diri sendiri.
"Mungkin " jawab Felix.
Niat mau milih dingin tapi baru saja ke arah daging tiba-tiba Naira merasa perut di aduk-aduk tapi Naira masih mencoba menahan semakin dekat dengan melihat daging sapi yang merah begitu pres membuat Naira benar-benar tidak kuat.
"Baby, aku tidak kuat " ucap Naira yang tiba-tiba langsung berlari menunju toilet yang untuk saja tempat mereka belanja memiliki toilet umum.
"Baby " Felix dengan sigap mengejar Naira yang berlari mengejar sang istri yang sudah memuntahkan isi perutnya.
"Baby, kau baik-baik saja? " tanya Felix yang tidak masuk, walaupun toilet umum tapi Naira memasuki toilet khusus wanita sedang dia laki-laki.
"Tolong istri ku " pinta Felix pada petugas supermarket yang langsung masuk toilet.
Sampai tidak ada lagi yang Naira keluarkan baru Niara Keluar di bantu oleh karyawan.
"Sayang ayo kita pulang, belanjaan kami tolong di amankan nanti Assisten datang ke sini " ucap Felix setelah menyelesaikan ucapan Felix langsung menggendong tubuh lemas istrinya hal itu membuat mereka tambah iri bagaimana Felix yang merayakan istrinya.
__ADS_1
Sedangkan Naira yang tidak menyangka jika di gendong secara tiba-tiba refleks mengalungkan kedua tangan di leher suami, sungguh Naira benar-benar tidak memiliki tenaga lagi hal itu membuat dia pasrah.
"Sayang apa kita ke dokter untuk periksa? " tanya Felix saat mereka sudah masuk mobil.
"Jangan baby, ini hanya mual biasa aku tidak suka cium bau obat " tolak Naira membuat Felix harus mencari cara dan akhirnya Felix memutus untuk kembali di kediaman mereka dan saat menyetir Felix menghubungi seseorang.
"Hello aunty " sapa Felix pada Salsa di sebrang sana.
Ingat sama Salsa? cucu pertama dari keluarga Benata yang berprofesi sebagai seorang dokter.
"Iya sayang, apa terjadi sesuatu? " tanya Salsa di seberang sana.
"Istri Felix mual aunty apakah aunty bisa bantu Felix " ucap Felix.
"Baiklah sayang, aunty akan datang setiap cek pasien terlebih dahulu, istri mu bisa menahan kan? " tanya Salsa.
"Sayang bisa tahan sedikit lama kan, aunty harus cek pasien? " ulang felix kada Naira.
"Tidak apa, Naira hanya mual biasa aunty jangan terlalu repot nanti akan hilang juga " ucap Niara hang tidak enak hati.
"Tidak sama sekali sayang, tunggu aunty " ucap Salsa.
Setelah itu panggilan berakhir dan bertepatan dengan itu Felix sampai di kediaman mereka dan Felix dengan berlari kecil untuk menuju kursi depan di mana Naira berada.
"Nyonya " ucap asisten panik saat melihat Felix masuk mengendong Naira masuk.
"Tolong buatkan air jahe panas bibi, dan pergi ke supermarket langganan kita untuk selesaikan transaksi di sana dan iya daging sekalian tidak sempat di pilih " perintah Felix.
"Baik tuan " kawan bibi yang langsung membagi tugas mereka.
__ADS_1