
Jika Felix yang di kantor pusing dengan kedatangan wanita kurang bahan, berbeda dengan Naira yang harus masak dengan cepat gara-gara fokus ingin mencari tahu anak baru itu malah berakhir lupa masak untung saja sang putra tidak mengadu pada suami Tampan sejagat dunia Maya jika iya, bisa berabe urusannya.
"Mommy " panggil Dirga dengan ponsel genggam di tangannya membuat Naira harus menghentikan kegiatan masak yang di bantu oleh asisten.
"Iya sayang, perlu sesuatu? " tanya Naira.
"Aunty nelpon " ucap Dirga dengan datarnya.
"Aunty mu " ulang Naira sambil menerima telpon yang diberikan oleh Dirga padanya, setelah itu Dirga langsung kembali ke ruang keluarga tanpa berniat untuk ikut mendengar apa yang di bicarakan oleh mommy dan aunty yang jika sudah bertemu seperti orang di pasar, kenapa harus Dirga katakan pasar? karena mereka heboh melebihi orang beli cabe yang mahal.
Dan benar saja nama Fiona di sana dan tidak perlu lama Naira langsung menyapa Fiona di sebrang sana.
"Ada apa, jika tidak penting aku akan akhiri panggilan ini " ancam Naira yang mungkin masih kesal dengan Fiona tadi saat dia masih ingin bicara malah seenak jidat di akhiri.
"Tenang Kaka ipar, aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu kau tahu- " belum selesai Fiona bicara sudah Naira potong, jika Naira dekat di samping Fiona mungkin sudah Fiona beri peringatan.
"Tidak " potong Naira dengan cepat.
__ADS_1
"Woy,, aku belum selesai bicara tahu " protes Fiona dengan suara yang nyaring.
"Aku tahu " jawab Naira.
Tolong jika mereka tinggal di satu rumah yang sama apa kamar dengan Aqeela, apakah akan botak menghadapi putri dan menantu yang sudah seperti orang tidak waras.
"Dasar menyebalkan " kesal Fiona
"Baiklah apa yang ingin kau bicarakan aku sedang masak " ucap Naira yang berubah menjadi serius membahas apa yang ingin di bicarakan oleh Fiona sampai dia menghubungi seperti ini.
"Kau ingat teman kita saat kuliah dulu? " tanya Fiona yang langsung di beri respon gelengan kepala boleh Naira yang sudah pasti tidak bisa di ketahui oleh Fiona, karena mereka tidak video call.
"Semester akhir " ucap Fiona untuk mengingatkan Naira pada orang yang di sebutkan.
Dan akhirnya Naira mengingat paras orang yang di sebutkan oleh Fiona barusan.
"Oh iya aku mengingatnya, ada apa dengan mereka? " tanya Naira.
__ADS_1
"Tidak aku hanya penasaran saja siapa wanita kecil bersamanya, apa dia sudah menikah? " tanya Fiona.
"Entahlah, aku tidak tahu dan tidak penting juga " jawab Naira yang berubah menjadi orang tidak Kepo dan ini sejarah baginya.
"Iya juga ya, tapi aku penasaran kanapa dia bersama anak kecil dan tidak ada suaminya atau foto nikah, apa kau bisa bayangkan itu? " ucap Fiona.
"Mungkin suaminya mati " jawab Naira dengan kejam tanpa perasaan.
"Rasanya aku ingin menjitak kepalamu itu dengan batu " kesal Fiona.
"Wah,,, aku takut " ucap Naira pura-pura takut akan ancaman yang Fiona berikan.
"Terserah, pokonya aku ingin kau cari tahu anak kecil yang di sekolah putra ku, dia Miris seseorang tapi siapa? " ucap Naira.
"Kau krim saja foto besok mungkin baku bisa bantu " ucap Fiona yang membuat Naira mood kembali.
"Okeh siap laksanakan " jawab Naira tapi dia langsung mengakhiri panggilan begitu saja, yang benar saja Naira membalas apa yang di lakukan oleh Fiona tadi.
__ADS_1
"Dasar Kaka ipar menyebalkan" teriak Fiona saat panggilan benar-benar berakhir.