
Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya mereka sampai di kediaman mereka, Dirga langsung keluar dari mobil dan di ikuti oleh Naira yang juga menyusul sang putra.
"Selamat datang kembali tuan kecil, nyonya " sambut asisten saat mereka masuk.
"Terima kasih bibi " jawab Naira.
"Mommy jangan ikuti Dirga, Dirga bisa sendiri " ucap Dirga dengan cepat menghentikan langkah kaki Naira yang ingin membantu sang putra untuk mengganti seragam sekolah.
"Yakin bisa sendiri sayang? " tanya Naira meyakinkan.
Dirga mengangguk dengan cepat sambil terus menaiki anak tangga, membuat Naira langsung duduk di ruang keluarga.
entah kenapa dia jadi penasaran dengan bocah kecil dan ibu tadi.
"Jiwa kepo ku meronta-ronta " keluh Naira yang tidak bisa melihat sesuatu yang merasa aneh.
Padahal Naira malas untuk mencari tapi jiwa kepo lebih tinggi dari segala, tiba-tiba sebuah ide cemerlang melintas di pikiran.
__ADS_1
Naira langsung mengotak-atik ponsel untuk menghubungi seseorang di sebrang sana, siapa lagi jika bukan Fiona sang bestie yang sekarang sudah menjadi adik ipar, dunia begitu sempit bukan? jodohnya adalah teman saat masih kecil dan dia pikir dia bisa melupakan tapi nyatanya tidak dan sekarang mereka sudah menikah dan di karunia seorang putra yang tidak jauh berbeda dengan Felix yang si kulkas 10 pintu.
"Sepertinya kau tidak bisa jika tidak mengganggu ku " marah seseorang yang sudah menjawab panggilan.
Naira yang mendengar itu terkekeh geli jika dia boleh menebak mungkin adik ipar sedang pms di sana, masak iya dengan Kakak ipar sendiri begitu.
"Apa kau masih kesal pada ku Bestie, eh salah adik ipar " ralat Naira atas panggilan.
"Katakan apa yang kau inginkan sebelum aku tutup panggilan ini " ancam Fiona membuat Naira langsung serius.
Okeh, mungkin hari ini Fiona kurang belian jadi tidak bisa di ajak bercanda.
"Lalu? " tanya Fiona.
"Tentu saja minta bantuan mu, cari tahu dari mana dia berasal " jelas Naira membuat Fiona langsung menghembuskan nafas panjang.
Ya ampun apa di sana tidak ada detektif sampai dia harus jadi detektif seperti ini, padahal tidak ada untungnya mencari informasi seseorang yang tidak jelas.
__ADS_1
"Sejak kapan mantan model jadi ratu kepo " sindir Fiona membuat Naira kesal.
Naira tidak masalah jika dia di cap sebagai ratu kepo karena benar tapi jangan bawa-bawa model iya kali.
"Tidak mau bantu sudah " Rajuk Naira.
"Wahai Kaka ipar ku yang cantik jelita sejagat dunia Maya, asal Kaka tahu saudara kembar alias suamimu adalah mafia jadi kau bisa meminta melakukan itu kenapa harus aku yang jauh di sini " ucap Fiona panjang lebar mengingat siapa Felix.
"Kau tahu sendiri kan saudara kembar ku itu tidak mau pasti " jawab Naira.
"Okeh, beri aku identitas nya biar aku cari tahu " ucap Fiona akhirnya.
Naira langsung diam membuat Fiona menebak jika sang bestie tidak memiliki apa yang dia minta dan sedang memikirkan cara untuk mendapatkan.
"Jangan bilang kau tidak memilikinya " tebak Fiona yang tepat sasaran membuat Naira yang mendengar itu terkekeh geli.
"Cari Sampai dapat baru aku bisa membantu " ucap Fiona langsung mengakhiri panggilan bertemu saja padahal seperti biasa Naira belum selesai bicara tapi Fiona sudah main tutup begitu saja.
__ADS_1
"Kebiasaan " ucap Naira yang melihat layar telpon mati.
"Kebiasaan apa? "