
''p..p...pil ting.tingkat su..surgawi, yang benar aja, kalo gitu energi yang berkumpul diatas tadi apa itu karena ada petir pengakuan, sial kalo aku tetap disini bisa-bisa goaku bisa hancur lebur, aku harus menjauh dari goa'' ujar syin lun yang terkejut karena pil tingkat surgawi yang dibuatnya dan kemudian diganti dengan kepanikan karena akan ada petir pengakuan dari langit untuk pilnya.
syin lun yang panik mulai berlari keluar dan tidak lupa syin lun menyuruh sikuro untuk tetap didalam goa ''kuro kamu tetap didalam jangan keluar'' pinta syin lun yang kemudian melesat dengan sangat cepat keluar dari goa.
dalam sekejap syin lun sudah berada diluar goa dan melihat kelangit yang penuh dengan awan hitan, syin lun melihat awan hitam itu berkumpul membuat pusaran besar yang disertai dengan kilatan disekitarnya ''alamak itu awan besar amat, kalo aku tetap didekat goa takutnya aku akan kehilangan tempat tinggal, hah...lebih baik aku menjauh sejauh mungkin dari goa'' ujar syin lun yang kembali melesat cepat menjauh dari goa.
syin lun berlari sangat jauh hingga hampir memasuki hutan kematian terdalam, syin lun berhenti ketika dia merasa sudah cukup jauh dari goanya ''kurasa dengan jarak sejauh ini sudah cukup'' ujar syin lun yang kemudian menengok kelangit, matanya sekarang terbuka lebar karena dia melihat pusaran awan hitam yang lainnya.
''ale.. kok ada dua pusaran hitam, tunggu dulu aku sudah membuka segelku jadi sekarang aku juga kena hah... menyusahkan saja sipara dewa kamfret itu'' ujar syin lun yang kesal, awan yang berkumpul itu mulai mengeluarkan petir dari pusarnya, ''hei cepatlah aku masih sibuk'' teriak syin lun yang sedang kesal.
seperti mengerti ucapan syin lun, petir itu langsung menyambar syin lun dan pilnya secara bersamaan.
zzzztg!
bdhooom!
kritititi!
ptich!
dhooim!
gurudu! grudu! gruk! gruk! gruk!
zszszsz! dhoooom!
suara petir menyambar menciptakan fenomena yang tidak pernah terjadi sebelumnya, bahkan pada jaman orang* sebelumnya juga tidak pernah ada petir pengakuan dengan dua pusaran dilangit.
__ADS_1
kegemparan terjadi karena fenomena petir pengakuan kembar dilangit kekaisaran bordemuse, orang-orang praktisi beladiri yang melihat fenomena tersebut mulai menbuat pendapat mereka sendiri, sedangkan diistana kerajaan, didalam ruang rapat kerajaan kini sudah ada sang raja dan tujuh patriak clan besar beserta wakil mereka untuk membahas tentang petir pengakuan kembar.
''para patriak sekalian, apakah ada yang tau kenapa ada petir pengakuan kembar yang sebelumnya belum pernah terjadi'' tanya sang raja, ''maaf yang mulia, kami juga tidak tau kenapa ada petir pengakuan kembar'' jawab patriak clan feng yaitu feng tian hou.
''yang mulia raja, mungkin ada dua orang kultivator yang sudah memasuki kultivasi tahap half got secara bersamaan didalam hutan kematian, dan menyebabkan petir pengakuan kembar'' jawap patriak clan fouldeir yaitu fouldeir zeison.
''lebih baik kita berjaga-jaga yang mulia, apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan'' kata patriak clan zhou yaitu zhou hei.
''benar yang mulia, karena kita tidak tau orang seperti apa yang mendapatkan petir pengakuan itu, kita tidak tau apa mereka bersahabat atau tidak'' kata patriak clan niu yaitu niu fang he yang membenarkan ucapan patriak clan zhou.
''kalian terlalu melebih-lebihkan itu semua, palingan mereka hanya kebutulan lewat dan mencapai half god ketika berkulrivasi dihutan kematian dan juga apa mereka berani melawan seluruh clan dikerajaan ini'' ucap patriak clan kei yaitu kei san niu yang berbicara dengan sombong namun sopan karena didepan raja.
''patriak kei mungkin benar, tapi tidak ada salahnya kita berjaga-jaga sebelum terlambat'' kata sang raja yaitu lin hou cucu kaisar dari kekaisan bordemuse yaitu lin jiang han.
rapat berlangsung selama 30 menit dan bubar kembali keclan mereka masing-masing. dipemukiman warga, para warga yang melihat fenomena petir pengakuan kembar mulai mangatakan hal-hal yang diyakini oleh mereka.
''hei apa petir kembar seperti ini pernah terjadi???'' tanya seorang pemuda pada teman disampingnya. ''tidak... ini pertama kalinya terjadi petir pengakuan kembar sepanjang sejarah yang ada'' jawab teman disampingnya, ''ooooh gitu... jadi orang seperti apa yang mendapatkan petir pengakuan kembar seperti ini, dipikirkan saja sudah membuatku merinding'' ujar sipemuda pada temannya.
percakapan terus berlanjut selama petir pengakuan kembar terjadi, disela-sela itu, ada juga para warga yang mengatakan itu kelahiran sang dewa, ada juga yang mengatakan kelahiran sang dewa iblis dan masih banyak yang memberi nama pada orang yang menerima petir pengakuan kembar, walaupun mereka tidak tau orang seperti apa sifat orang itu dan siapa dia, mereka terus berfekulasi dengan pendapat mereka sendiri.
¤¤¤¤¤¤¤¤
kembali kehutan
syin lun yang sudah menerima 6 petir pengakuan dan begitu juga dengan pilnya bersiap-siap untuk menerima petir terakhir, syin lun melihat kearah pusaran awan hitam karena merasakan energi yang lebih besar berkumpul pada pusaran awan hitam lebih kuat daripada sebelumnya.
merasa petir terakhirnya akan sangat kuat, syin lun mengangkat kedua tangannya dan membuat lingkaran sihir besar diatas kepalanya, beberapa saat kemudian energi dalam awan hitam menjadi 10 kali lipat daripada sebelumnya dan siap menembak, syin lun yang merasakan itupun tidak takut sedikitpun malah dia tersenyum lebar.
__ADS_1
''hei dewa sialan, cepat lepaskan petirnya, aku sudah tidak sabar menguji sihir baruku'' teriak syin lun yang sudah menyiapkan sihir serangannya dan dengan bibir yang tersenyum lebar dia memandang awan hitam dengan tajam.
seakan mengerti maksud syin lun petir yang 10 kali lebih kuat dari sebelumnya menyambar dengan cepat, dibawah syin lun sudah bersiap untuk membalas sambaran petir besar itu, ''hora...hora...hora... terima ini petir sialan'' ujar syin lun.
''syin lun extrem magis', LIMA ELEMEN PEMUSNAH DEWA'' teriak syin lun yang menyebutkan nama serangan sihirnya.
dilingkaran sihir yang dibuat syin lun mengeluarkan energi yang tidak kalah kuat dengan petir pengakuan terakhir dan setelah syin lun menyebut nama serangan sihirnya dilingkaran sihir menyembur lima elemen yang berbeda mengarah kearah petir pengakuan yang baru menyambar setelah teriakan syin lun.
elemen yang menyembur kuat kelangit mengeluarkan sirkulasi hebat yang mana angin dan udara terasa hampa saat lima elemen itu menyembur kelangit untuk menyambut sambaran petir pengakuan dan sirkulasi yang dikeluarkan oleh petirpun tidak kalah dahsyat.
wieuuus!!
zszszriiiis!
bhoooooooooom!
siluit hantaman dahsyat yang terjadi antara sambaran petir pengakuan kembar dan semburan lima elemen yang bertabrakan satu sama lainnya, kedua siluit kekuatan itu saling mendorong, sedangkan syin lun yang senyumnya makin lebar dan terlihat mengerikan.
ditempat sambaran petir kini sudah jadi tanah tandus tanpa ada sebatang pohonpun, lobang bekas petis mencapat 3 hingga 5 kaki orang dewasa, kalo sambaran petir terakhir mengenai permukaan mungkin akan terbentuk lobang besar seukuran kota bambu.
dua kekuatan yang masih saling menekan satu sama lain menyebabkan siluit angin yang sangat kencang hingga sampai kekota bambu, binatang yang ada dihutan kematian hanya bisa lari sejauh mungkin agar tidak terkena dampak dari petir pengakuan.
setelah beberapa saat akhirnya kedua kekuatan mulai reda dan kemudian hilang yang diikuti dengan memudarnya awan hitam tebal dilangit, syin lun masih berdiri ditempat dengan pakainya yang compang camping karena terbakar oleh sambaran petir yang membuat dia sedikit kesal karena hanya itu pakaian yang ia punya.
''dasar petir sialan, apa tidak bisa menyambar tanpa harus membakar bajuku, hah... sekarang aku harus pakai apa'' ujar syin lun yang kesal karena bajunya sudah tidak dapat dipakai lagi.
syin lun dengan kesal pergi kembali kegoanya dengan berlari menggunakan teknik peringan tubuh yang ia ciptakan sendiri yaitu langkah mengelilingi semesta, hanya dalam hitungan detik, syin lun sudah berada di depan pintu goa.
__ADS_1
syin lun masuk dan menghampiri sikuro ''hai kuro, aku punya sesuatu untukmu'' ujar syin lun sambil menyodorkan pil regenerasi jiwa tingkat surgawi yang baru saja mendapat pengakuan pada sikuro.
next