
satu tahun kemudian.
setelah satu tahun berlalu akhirnya tembok atau lebih tepatnya benteng yang dibuat syin lun selesai dengan sempurna, yang dilengkapi dengan berbagai ukiran binatang purba disetiap dinding tembok yang membuat benteng itu terlihat sangat sempurna dan gagah serta mendominasi setiap orang yang melihatnya.
dan syin lun juga membuat sebuah rumah besar didalam benteng yang luasnya 30×40 persegi belok kiri belok kanan, disekitar rumah ada sebuah gubuk kecil yang rapi dan indah.
gubuk kecil itu digunakan syin lun sebagai rumahnya dan rumah besar yang dibuatnya hanya sebagai pajangan saja, jika kita lihat dari atas terlihat sebuah benteng besar yang sangat luas dan didalamnya ada tiga bukit kecil dilengkapi satu rumah besar disertai satu gubuk kecil dan pohon besar ditengah danau kecil.
-----------------------
didalam goa terlihat seorang pemuda yang berumur kisaran 18 tahunan sedang tertidur pulas sendirian tanpa ada yang menemani, duh kasiannye dirimu, pemuda itu adalah mc kita yang sedang terlelap karena tidur malam dan belum bangun, karena tidak ada yang ngebangunin ya gitu deh.
sisaat matahari menunjuk jam 8 pagi simc kita bangun dari tudurnya.
eeumuooouum....
eeuuh...
kruak...
kruak...
tutuk...
__ADS_1
krueeuk...
suara pemasan saat bangun tidur, sang mc alias syin lun beranjak dari tempat tidurnya menuju kedanau dan membasuh mukanya agar terlihat segerrr walau tak ada yang melihat yang penting segernya dapat.
''hah... sudah dua tahun sikuro tidak pulang apa dia ngeham''l' anak orang ya'' batin syin lun setelah ngebasuh mukanya.
''ah,,, biarin aja deh, ketika dia balik gua jitak tu pala anak ampe benjol'' batin syin lun.
kegiatan syin lun tiap harinya hanya berlatih dan berlatih sampai membuatnya bosan dan bosan karena tiap hari sendiri tanpa ada teman untuk ngobrol dan bercanda.
saat sedang duduk dibawah pohon 7 musim syin lun kepikiran sesuatu yang membuatnya menjadi sedikit bersemangat ''dari pada bosan disini lebih baik gua keliling dunia aja lah'' pikir syin lun yang sudah membulatkan keputusannya.
''oke waktunya siap-siap'' ucap syin lun yang beranjak dari tempat duduknya dan pergi kegubuk dari pada dikatakan gubuk itu lebih terlihat seperti rumah kecil, sampainya di gubuk syin lun memasukkan 7 set lengkap pakaian buatannya sedendiri kedalam cincin ruangnya yang dibuat dari kulit binatang seperti naga, wayver dll, dan satu set pakaiannya setara dengan artefak tingkat gold/kaisar, yang mana pakaian buatan syin lun terbilang cukup mewah dan elegan serta sederhana.
setelah syin lun memasukkan segala sesuatu yang diperlukan dalam perjalanannya dia merapikan gubuknnya dan beranjak kepintu gerbang setelah itu dia buka gerbang hanya dengan menyentuknya setelah pintu gerbang terbuka syinlun keluar dan menutup kembali pintu gerbangnya dengan rapat.
''ok... waktunya pergi,,, yuhooo'' ucap syin lun sambil bersorak.
syin lun berjalan kembali kekota tempat kelahirannya dengan santai tanpa ada beban, karena bahaya apapun yang ada didepannya bukanlah apa-apa baginya.
setelah berjalan selama satu jam setengan syin lun beristirahat sebentar walaupun dia tidak capek sedikitpun, setelah beristirahat selama 30 menit syin lun melanjutkan perjalanannya pas 10 menit berjalan tiba-tiba.
ting...ting...ting...
__ADS_1
khuaaah...
ughk...
buk...
ting...tung...teng...tong...
suara pertarungan yang sedang berlansung, saat syin lun mendengar suara pertarungan dia langsung bergegas ketempat kejadian dalam sekejap tanpa jeda dia berhenti diata pohon dan melihat sebuah kereta yang cukup mewah dan dikereta itu ada sebuah lambang yang menandakan kalo itu adalah kereta kerajaan.
syin lun mengawasi pertarungan melihat siapa yang lebih unggul dan tanpa menganalisis secara menyeluruhpun sudah terlihat kalo pihak kerajaan kalah kuat dengan penyerang.
tanpa pikir panjang syin lun mengeluarkan sebuah topeng dari cincinnya dan memakainya setelah itu langsung melesat dengan cepat kearah pertempuran ''perlu bantuan'' tanya syin lun sambil berdiri santai disamping kereta.
''siapa kamu, apa kamu bagian dari mereka juga'' tanya seorang pria paruh baya dengan zirah bewarna emas keperakan menodong syin lun dengan pedangnya.
''oh itu... saya cuma orang lewat, melihat pertempuran itu jadi saya tidak bisa lewat, jadi apa perlu bantuan supaya lebih cepat selesainya'' ucap syin lun pada pria paruh baya itu.
''humh... hanya dengan kamu saja, lebih baik kamu cari jalan lain saja dasar lemah'' ucap pria paruh baya itu.
''hah... lama'' ucap syin lun lalu mengibaskan tangan kanannya dan semua penyerang tertusuk dengan tanah yang meruncing keatas, setelah itu syin lun berjalan dengan santai melewati para prajurit dan penyerang yang mati tertusuk tanah sambil menguap...
NEXT....
__ADS_1