
kai xia yang terbawa emosi karena kata-kata kei san niu yang selaku suaminya mengeluarkan aura seorang mage tingkat enam puncak yang membuat para tetua tertekan hampir berlutut ditanah.
''hanya dengan kamu seorang memang sanggup untuk membalikkan clan kami yang agung ini'' kata tetua keempat dengan nada meremehkan kai xia.
''hah... hei tua dengkul, lo nantang'' kata kai xia yang tambah kesal dan mulai mengangkat tangan kanannya.
''sudah cukup, xia'er, suruh xi'er keluar sekarang, dia harus dihukum dengan hukum clan atas tindakannya'' kata kei san niu dengan nada tegas.
''apa hakmu menghukum putriku dengan hukum clan sampahmu ini'' kata kai xia dengan nada menyindir.
''xia'er, jangan menghina clan kei ku'' kata kei san niu dengan nada marah karena kata-kata kai xia.
''kenapa tidak, ketika anak kesayanganmu membully xi'er apa yang kau lakukan, ketika mereka memukuli syin'er apa hukum yang kau tegakkan'' kata kai xia sambil menatap tajam kearah kei san niu layaknya pedang yang bisa menusuk kapan saja.
''....'' kei san niu terdiam tanpa kata mendengar ucapan kai xia.
''itu tidak termasuk membully, karena anak-anak kami itu jenius, sedangkan xi'er dan syin itu sampah clan'' kata istri tetua kedua dengan bangganya.
''hah... jangan bercanda denganku lacur bordir, anakmu dihajar habis oleh xi'er dan kau kataka anakmu jenius'' kata kai xia dengan nada mengejek.
''jaga mulut kotormu itu kai xia, jangan sampai aku merobekknya'' kata tetua kedua yang terbawa emosi.
__ADS_1
''kalo kau bisa silahkan'' kata kai xia sambil menjulurkan tangan kirinya dengan gerakan menantang.
''kau...'' teriak tetua kedua yang terputus.
''sudah diam, xia'er kenapa kamu jadi begitu keras kepala sekarang dulu kamu tidak seperti ini'' kata kei san niu dengan nada yang lembut diiringi raut sedih.
''hah...'' ******* kai xia.
''dulu aku bodoh dan rabun karena mau saja menerima lamaranmu, sekarang aku sudah sedikit pintar dan aku sudah dapat melihat dengan jelas siapa bajingan yang aku nikahi'' kata kai xia yang matanya menatap tajam kei san niu.
''xia'er...'' sebut kei san niu dengan nada sedih, bagi san niu kai xia adalah wanita yang sangat dicintainya, namun karena tekanan dari ayahnya kei kou dia menjadi acuh tak acuh pada kai xia hingga hubungan mereka menjadi seperti sekarang dan tidak terlepas juga dari percobaan pembunuhan terhadap putra mereka kei syin yang sekarang sudah jadi syin lun, perbuatan san niu diketahui oleh kai xia jadi sekarang kebenciannya kai xia terlihat jelas terhadap san niu.
perdebatan atau pertenkaran sesama ortu masih berlanjut selama 2 berlalu, entah kenapa mereka masih senang beradu mulut dengan gaya berdiri didepan kediaman kai xia dan para pria hanya diam saja tidak bersuara, mereka hanya mendengar dan melihat saja atau bisa dikatakan sebagai penonton yang budiman.
''kalo kamu tidak mau bertanggung jawap atas apa yang dilakukan oleh anakmu pada anakku maka keluar dari sini jangan jadi pajangan bekas'' kata kasar yang dilantunkan oleh istri tetua pertama yaitu ui merie sedangkan tetua pertama bernama kei su ming yang juga adik yang berbeda ibu dengan san niu.
''hah... kamu pikir aku mau tinggal lebih lama disini, aku masih disini karena sibodoh ini masih tidak menceraikanku, aku bukan seorang lacur yang kabur dari rumah bordir setelah tidak sanggup menahan siksaan lagi, tapi aku ini wanita terhormat yang tidak akan meninggalkan apa yang masih terikat denganku camkan itu peot tengik'' ucap kai xia yang dari tadi menahan emosinya agar tidak bocor dan menghajar para istri-istri tetua.
________________
'mungkin kai xia pakai nudrop makannya tidak bocor' parlemen
__ADS_1
'jetak, yang ada-ada saja lo, bagaimana bisa ada nudrop didunia 3 dimensi peak' othor
'oh iya juga ya, hehehe....' parlemen.
__________________
lanjut.
''emang kamu yang kegatelan dengan ketenaran clan kei kami sampai-sampai kamu ogah pergi, ngaku saja'' ucab istri tetua kedua yaitu vi ninu sedangkan tetua kedua bernama kei pan.
''siapa yang tertarik dengan ketenaran dangkal clan kalian'' kata meremehkan dari kai xia.
''bo,,, ketenaran dangkal katamu'' kata tetua pan yang marah karena dikatakan ketenaran dangkal jika ditafsirkan clan kelas rendah namanya.
''emang kalian pernah keluar dari kota bambu ini, ya kalo aku bertanya pada
kalian percuma saja, karena kalian hanya hidup seperti katak dalam temperuk yang tidak tau dunia luar dan keadaannya dunia luar apalagi kalo aku bertanya seberapa luasnya langit pasti kalian pada muntah darah mikirnya.
setelah kai xia mengatakan itu, mereka tidak tau harus menjawap apa akan perkataan yang dilantunkan oleh kai xia yang nyata mereka tidak pernah keluar dari kota bambu palingan mereka hanya putar-putar dikawasan kota bambu saja selebihnya aku tidak tau.
karena tidak ada yang menjawabnya kai xia mengatakan beberapa kata lagi akan apa yang ada diluar kota bambu dan memberi mereka lewat kenyataan bahwa pengetahuan mereka tentang dunia itu nol besar tanpa jeda.
__ADS_1
''kalo tidak ada lagi lebih baik kalian pergi dari sini, aku muak melihat wajah kalian dan juga ajari anak kalian sopan santun dan etika, dan juga jangan terlalu memanjakan mereka sampai mereka menjadi anak yang tak berotak seperti sekarang'' kata kai xia yang menceramahi mereka dan mereka hanya terdiam kehabisan kata, yang keluar dari mulut mereka hanya 'kau dan kau'.
next