TAIDANA ANCHISUKIRU (1000 Tittle)

TAIDANA ANCHISUKIRU (1000 Tittle)
21. membully ll


__ADS_3

xi'er merasa terganggu dengan kehadiran kelima anak laki-laki itu, terlebih lagi dengan pandangan mereka terhadap gia yang seperti menatap santapan pagi untuk mereka, karena malas ngeladeni mereka xi'er beranjak pergi dari sana dengan gia dipelukannya.


melihat xi'er pergi dua orang dari kelima pemuda itu buru-buru menghadang xi'er dengan melentangkan tangan mereka. xi'er merasa kesal lalu berjalan kesamping kiri mereka berdua, namun mereka menghadangnya lagi.


''hei bisa minggir'' ucap xi'er yang sudah kesal dari tadi.


''bisa, asal kamu kasih burung itu padaku'' kata saudara tiri xi'er.


''enyahlah'' ucap xi'er yang tambah kesal.


''hahaha,,, kalo kamu mau kami pergi, kasih burung itu'' kata saudara tiri yang satunya lagi.


''benar-benar kasih burungnya'' kata yang lainnya.


''kami belum makan pagi'' kata saudara tiri yang pertama tadi.


'ribet kita sebut saja gui utk yang pertama, vio utk kedua', 'boleh juga tuh thor', 'diem loh', '😑'.


''ia, kasih burungnya buat kami masak sebagai makan pagi kami'' kata vio sambil mengulurkan tangannya.


''dengan begitu kamu kami lepaskan'' timbal gui.


''hah... kalian memang tidak pernah diajarkan etika ia'' kata xi'er.


''apa, coba katakan lagi'' ucab vio yang tidak terima dengan kata xi'er.


''kamu tuli, kubilang memang kalian tidak pernah diajarkan etika ia'' ucab xi'er.

__ADS_1


''kamu mau mati ia sampah'' kata gui yang mukanya mulai memerah.


''hahaha... hanya dengan kalian berlima saja, emang kalian sanggub melawanku'' kata xi'er dengan nada meremehkan mereka.


''hahaha... kamu bukan apa-apa, aku sendiri berani membunuhmu, emang siapa yang peduli dengan hidupmu disini'' kata vio yang kemudian mereka berlima tertawa setelah kata ejekan vio.


''ia...ia... dari dulu kamu tidak pernah membalas, dan hanya nangis saja ketika kami pukuli, sekarang kamu mengatakan kami tidak mampu membunuhmu, benar-benar lelucon, hahaha'' kata gui kemudian dia tertawa setelah mengatakannya.


''hahaha... kalian sangat lucu, kalian pikir kenapa aku tidak pernah membalas perlakuan kalian, apa kalian pernah berpikir tentang itu'' kata xi'er dengan senyum kecil dibibirnya.


''hah... emangnya kami harus memikirkannya, untuk sampah lemah sepertimu'' kata anak dari salah satu tetua yang namanya kei muo.


''ia, kenapa kami harus mimikirkannya'' timbal satunya lagi yang bernama kei sei.


''jika bukan karena patriat kesayangan kalian yang meminta pada ku untuk tidak membalas kalian, emangnya kalian masih bisa berdiri disini sekarang'' kata xi'er dari senyum tipis berubah menjadi tatapan dingin.


''hahahaha... semut,,,kalian jangan harap aku akan mengalah lagi mulai hari ini'' tawa xi'er yang kencang setelah mendengar kata gui, sambil memberi sedikit peringatan.


''kamu... hajar dia'' perintah gui pada ketiga anak tetua itu.


mereka bertiga langsung melayangkan pukulan kearah xi'er secara bersamaan namun dihindari dengan mudah oleh xi'er, mereka terkejut ketika pukulan mereka bertiga dihindari oleh xi'er, lalu mereka menyerangnya lagi dan lagi tapi semuanya dihindari oleh xi'er dengan mudah.


keterkejutan gui dan vio melebihi ketiga anak terua yang menyerang xi'er, karena mereka tidak tau kalo xi'er bisa menghindar dengan mudah, kalo mereka berdua diserang oleh mereka bertiga sudah pasti kerepotan, lalu mereka berdua juga menyerang xi'er.


beberapa menit mereka berlima menyerang xi'er dengan berbagai kemampuan mereka, namun tidak ada satupun serangan yang mengenai xi'er, nafas mereka sudah tidak teratur karena menyerang xi'er dengan kekuatan penuh tanpa henti hingga mereka kecapean.


''hahaha.. itu aja udah cape dasar lemot, ok sekarang giliranku'' ejek xi'er pada mereka berlima.

__ADS_1


setelah mengatakan itu xi'er melesat cepat kearah sei lalu menendangnya tepat didadanya, sei yang kecapean tidak sempat menghindar dan terlempar sejauh 5 m, lalu xi'er melesat ke yang lainnya dan menendangnya seperti itu juga.


merasa tidak puas xi'er kemudian memukul mereka beberapa kali hingga wajah mereka babak belur, setelah puas xi'er pergi kembali kerumahnya, sebelum xi'er pergi menjauh gui mengatakan beberapa hal pada xi'er sebagai ancaman.


''awas kamu kulaporkan pada ayah'' kata gui yang kemudian pingsan.


''huh... dasar lemah'' kata xi'er yang beranjak pergi.


 


tengah hati


terlihat beberapa pria dan wanita paruh baya berjalan kearah rumah kai xia dengan wajah memerak karena marah, mereka adalah orang tua dari anak-anak yang dihajar oleh xi'er, merasa tidak terima karena anaknya dihajar babak belur mereka mendatangi rumah kai xia untuk meminta pertanggung jawaban atas perbuatan xi'er.


bukan hanya orang tua ketiga anak itu yang datang, orang tua dari saudaranya xi'er juga datang atau bisa dikatakan orang tua tirinya xi'er, selain itu patriak juga datang dengan berjalan didepan mereka semua, setelah mereka berada didepan kediaman kai xia.


''kai xia keluar kau'' teriak ibunya gui.


''ada apa berisik kali'' kata kai xia sambil membuka pintu.


''hei ****** suruh anak sampahmu keluar'' teriak ibunya muo.


''siapa yang kau panggil ******, lacur bordir'' kata kai xia yang kesal dengan sedikit tekanan karena ucapan ibunya muo.


''suruh anakmu keluar'' kata patriak dengan aura tekanan.


''hei san niu, jika kau membentakku sekali lagi ku balikkan clanmu ini'' kata kai xia dengan mengeluarkan aura tekanan yang kuat terhadap san niu.

__ADS_1


next


__ADS_2