
1 tahun kemudian
syin lun kini tengah asyik bersantai dibawah pohon yang dia ambil di bagian dalam hutan kematian dan dipindahkan kesamping goa tempat ia tinggal dengan elemen tanah dan kayunya.
syin lun juga membuat tempat bersantai dibawah pohon tersebut, pohon itu bernama pohon tujuh buah, loh kok gitu?, karena pohon itu memiliki tujuh buah energi yang berbeda tiap kali musim berbuah tiba.
pada saat itu syin lun sedang berjalan santai mencari penghilang kebosanan dan juga sambil nyariin sikuro yang gak pulang-pulang udah kayak bang toyib.
pas syin lun lagi jalan menengok sana dan sini dia melewati sebuah danau dan melihat sebuah pohon rindang ditengah danau itu, karena penasaran syin lun langsung aja dia loncat kepohon itu, eh pas kakinya mendarat nongol seekor ular naga.
''manusia rendahan, beraninya kau mendekati pohonku'' kata ular naga itu
''hei ular kecil'' panggil syin lun
''siapa yang kau panggil ular kecil, dasar manusia rendahan'' ucap ular naga itu yang mulai marah.
''ya kamu, emang ada yang lain lagi selain kita berdua disini'' kata syin lun dengan sedikit memiringkan kepalanya.
ghroooooaaaaaaa!!!!!
ular naga meraung marah karena perkataan syin lun, sedangkan syin lun yang terkena raungan ular naga menjadi kesal.
''lo ngajak brantem ya'' ucap syin lun yang kemudian hilang dari tempat ia berdiri.
__ADS_1
BAM!!!
BIM!!!
BUM!!!
siular naga yang tengah marah karena perkataan syin lun pun berakhir dengan tragis setelah ditonjok sekali lalu ditampar sekali kemudian ditendan sekali hingga siular naga terlempar kesebuah pohon besar, pohon itu ambruk karena bantingan ular naga yang dipukul syin lun.
''ampun-ampun'' ucap ular naga yang kena pukul baru sadar kalo orang yang diprovokasinya adalah orang yang tidak boleh disinggung.
''heh... ni pohon gua ambil dan lo ikut gua, kalo lo buat masalah gua goreng lo'' ucap syin lun dengan mengeluarkan sedikit aura ketakutannya pada siular naga.
ular naga langsung mengangguk-anggukkan kepalanya karena takut digoreng oleh syin lun, lalu syin lun berjalan kearah danau dan berhenti satu meter dari danau, kemudian syin lun menggunakan sihir kayunya dengan melambaikan tangan kanannya keatas dan akar pohon tujuh buah langsung merambat kebawah danau seperti jala ikan hingga keluar ujungnya sedikit tepat setengah meter didepan syin lun.
kemudian syin lun menggunakan sihir tanahnya dengan mengangkat tangan, mulai dari perut dengan tangan terbuka hingga dada, saat syin lun mengangkat tangannya danau itu naik keatas dengan pelan hingga terangkat sepenuhnya.
siular naga mengikuti syin lun dengan patuh dari belakang, setelah tiga jam perjalanan akhirnya sampai juga digoa syin lun, syin lun mencari tempat yang pas untuk meletakkan danau itu dan akhirnya dia memilih untuk meletakkannya sepuluh meter sebelah kiri dari goa.
syin lun menggunakan sihir tanahnya lagi untuk menggali tanah seukuran danau tersebut setelah selesai syin lun langsung meletakkan danau tersebut secara perlahan dan sukses.
tanah yang digali untuk tempat danau sekarang masih melayang diudara, karena tidak ingin kembali lagi ketempat tadi akhirnya syin lun mengirimkanya dengan sihir ruang ketempat danau sebelumnya, dengan sekejap tanah itu terpindah ketempat danau yang sebelumnya.
booom!!!
__ADS_1
bunyi tanah yang jatuh tepat pada lobang bekas danau, walaupun bunyi itu tidak terdengar oleh syin lun, namun bunyi hentakan itu cukup untuk mengejutkan binatang buas yang berada disekitar itu.
''mulai sekarang kamu tinggal disini dan jangan pernah menyerang siapapun yang lewat sini kalo tidak !!!'' ucap syin lun dengan santai lalu mengeluarkan aura mengancam pada ular naga.
''b...baik t...uan'' jawab siular naga dengan tergagap.
''oh. mulai sekarang namamu xiao long'' kata syin lun sambil memberi nama pada siular naga yang sekarang dipanggil xiao long.
''t...terima kasih tuan'' ucap xiao long.
syin lun langsung berbalik kembali kedalam goa, sedangkan xiao long masuh kedalam danau untuk istirahat karena mentalnya yang terguncang berat, xiao long hanya bisa pasrah dengan nasib sial yang menimpanya, walaupun tidak sepenuhnya sial sih.
keesokan harinya syin lun datang kedanau dengan membawa sebuah batu besar dan beberapa kayu, sesampainya disana dia langsung lancat keseberang danau tempat pohon tujuh buah berada, dia berencana membuat tempat nyantai dibawah pohon.
syin lun meletakkan batu besar itu disebelah pohon, lalu syin lun membuat tempat untuk duduk yang nyaman, beberapa saat kemudian ahirnya selesai juga tempat untuk nyantai yang dibuat oleh syin lun.
sedangkan batu besar itu diukit menjadi meja batu oleh syin lun dengan grafis yang indah dan rapi, lalu diletakkat tepat disamping tempat duduk yang telah dibuatnya.
kemudian syin lun mencoba untuk duduk dikursi yang dibuatnya, karena sangat sejuk dan nyaman syin lun langsung tertidur dikursi santainya.
sedangkan xiao long dia masih tidak nongol karena takut dengan syin lun, jadi dia hanya bisa tidur di dalam danau, saat matahari tepat diatas kepala syin lun terbangun dari tidurnya dan beranjak dari kursi santainya.
saat berencana untuk meloncat syin lun terpikir untuk membuat jembatan didanau agar tidak perlu lancat lagi, tidak perlu waktu lama syin lun langsung melambaikan tangannya dan akar pohon tujuh warna lansun keluar dari tanah dan membentuk sebuah jembatan indah.
__ADS_1
lalu syin lun langsung berjalan melewati jembatan akar itu dengan santai, kemudian syin lun melambaikan lagi tangannya dan keluarlah batu-batu dari tanah menjadi jalan setapak dari ujung jembatan sampai kemulut goa.
NEXT....