TAIDANA ANCHISUKIRU (1000 Tittle)

TAIDANA ANCHISUKIRU (1000 Tittle)
17. saya tau kalo saya ganteng


__ADS_3

gia adalah jenis burung elok yang bentuknya hampir sama dengan burung rajawali, namun gia memiliki bentuk lebih kecil dari burung rajawali dan juga bentuk dan warna bulunya lebih indah dari rajawali.


gia yang sedang berevolusi kelevel selanjutnya atau bisa dikatakan berevolusi menjadi beast bird yang kuat dan apa saja yang penting indah dan cool, gia berevolusi cukup cepat, hanya memakan waktu selama lima jam lamanya, karena pil yang diberikan oleh syin lun merupakan pil tingkat saint.


cahaya yang dipancarkan oleh tubuh gia semakin membesar seiring evolusi terjadi dan semakin terang pula cahaya yang dikeluarkan oleh gia, setelah hampir lima jam pancaran cahaya yang dikeluarkan oleh gia mulai meredup perlahan.


pas lima jam berevolusi akhirnya pancaran cahaya itu menghilang sepenuhnya dan sekarang terlihat seekor burung yang tingginya sekitar empat kaki dengan dua bulu dikepalanya yang berdiri melungkung kebelakang.


bulu gia kini berwarna putih yang dihiasi corak ungu mengkilat dan warna keemasan dadanya yang menambah keanggunan gia, setelah berevolusi gia menjadi beast kelas 8 karena membangkitkan garis darahnya sendiri dan satu-satunya garis darah langka yang berevolusi dari burung elok menjadi giant elok.


''terima kasih tuan'' ujar gia


''huh!...haaaaaaah!... kamu bisa bicara???'' keterkejutan syin lun saat gia berbicara.


''ia tuan, saya bisa bicara sekarang karena saya berevolusi langsung menjadi beast dan bukan menjadi hewan buas, karena saya bisa membangkitkan garis saya sendiri dan bukan garis darah dari keturunan saya'' jawab gia dengan lancar tanpa terbantah-bantah.


''waw!... you cool!,,, in very-very cool gia, jadi kamu dikelas berapa sekarang?'' puji syin lun pada gia


''tuan, saya sekarang berada pada level 8'' jawab gia


''eh... bunya kelas?'' bingung syin lun


''bukan tuan, karena bila binatang buas dan hewan buas mereka memakai kelas untuk tingkat mereka dan untuk makhluk buas atau juga beast itu memakai level tuan'' jawab gia menjelaskan tentang perbedaan pemakaian tingkat antara hewan buad dan makhluk buas/beast.


''oh... gitu toh, ambo bingung sendiri bedainnya'' balas syin lun yang bingung sambil garuk-garuk kepala yang gak gatal.


''ok lah kalo gitu, eum... apa kamu bisa kembali kebentuk semula?'' tanya syin lun


''bisa tuan'' jawab gia


''baiklah kalo gitu, kembalilah kebentukmu semula'' pinta syin lun pada gia untuk kembalu kebentuk semulanya.


ketika syin lun meminta gia kebentuk semulanya, gia langsung bersinar dan mengecil bentuk semulanya, ''sudah tuan'' ujar gia.


''ea... gia, apa kamu mau jadi familiar adikku xi'er'' tanya syin lun pada gia


''itu terserah tuan, kalo orang itu yang tua sayangi saya bersedia dengan senang hati'' jawab gia dengan tulus.

__ADS_1


''kalo gitu jadilah familiar adikku dan jagalah dia dengan baik'' pinta syin lun pada gia dengan senyuman manis yang membuat gia terpesona dengan ketampanan syin lun.


''ba..baik tuan, anu... tuan tolong jangan tersenyum seperti itu'' jawab gia terbantah-bantah dengan wajah yang merona.


''kenapa?'' tanya syin lun sambil memiringkan kepalanya karena bingung dengan permintaan gia.


''itu...itu karena tua terlalu tampan, jika tuan tersenyum begitu ditengah kota, saya jamin tuan akan dikejar oleh semua wanita yang melihat tuan tersenyum seperti itu'' jawab gia dengan terbantah-bantah.


''hahaha.... saya tau kalo saya ganteng, hahaha...'' syin lun tertawa lepas setelah dibilang ganteng oleh gia.


''ih tuan narsis deh'' ejek gia yang ngelihat syin lun memuji dirinya sendiri.


''asal ganteng+tamvan tidak apalah narsis sekali-kali'' jawab syin lun yang masih ketawa.


''ok, kalo gitu aku harus mencabut segelku dulu, setelah itu kamu kembali keadikku'' ujar syin lun sambil meletakkan jari telunjuknya pada dahi gia untuk melepaskan segel yang diberikannya.


''terima kasih tuan, saya akan menjaga nona dengan segenap kekuatan saya'' ucab gia


''ummu... dan juga ini sebuah keterampilan untukmu, kupikir aku ingin memberikannya untuk tungganganku, karena kamu sudah berevolusi jadi kuberikan padamu sebagai kekuatan tambahan untuk menjaga adikku'' ucab syin lun yang kembali meletakkan jari telunjuknya pada dahi gia untuk mentranfer skill atau teknik bertarung.


''terima kasih tua'' ucab gia.


''kalo gitu saya pergi tuan'' ujar gia meminta izin pada syin lun.


''oh... ok'' jawab syin lun dengan singkat


sesudah syin lun mengizinkan gia pergi dia mengingat sesuatu yang penting untuk gia dan hanya bisa didapatkan dari syin lun untuk gia sesuatu yang penting itu.


''tunggu dulu, jika kamu mengalami kemacetan peningkatan level, kamu datang saja kemari dan jika ada terjadi sesuatu yang tidak bisa kamu tangani, pakai saja telepati untuk memanggilku itu saja, kamu boleh pergi sekarang'' ucap syin lun pada gia sebagai penjelasan bila ada sesuatu yang diperlukan jika mendesak.


''oh... baik tuan akan saya lakukan bila tuan tidak terganggu, kalo gitu saya pergi tuan'' ucap gia yang kemudian terbang pergi kepada adiknya syin lun.


ketika gia menjawab, syin lun hanya melambaikan tangan kanannya dan masuk kedalam goa.


÷÷÷÷÷÷÷


gia yang dalam perjalanan kembali kekediaman kei atau lebih tepatnya kerumah kai xia, dia melihat sebuah lubang hitam dibagian luar hutan, kemudian gia memperlambat laju terbangnya, lalu gia melihat dari lubang hitam itu keluar seekor makhluk bertanduk dan tubuhnya mirip dengan manusia.

__ADS_1


walau tubuhnya mirip namun warna kulitnya merah gelap, gia mempercepat kembali laju terbangnya setelah mengetahui kalo makhluk yang keluar dari lubang hitam itu adalah iblis.


gia terbang dengan sangat cepat melaju membelah angin, kemudian gia melihat kediaman kai xia, gia menembus pembatas rumah/ formasi yang dipakai sebagai pelindung.


gia mendarat dijendela dan melihat xi'er lagi tertidur dipangkuan ibunya, sedangkan kai xia tertidur dalam keadaan duduk dengan xi'er dipangkuannya.


gia yang melihat kai xia dan kei nian xi tidur dengan nyenyak dan damai dia juga ikut tidur dijendela.


tak terasa matahari hampir terbenam, kai xia terbangun dari tidurnya dan melihat putrinya yang masih 8 tahun tertidur dipangkuannya, lalu kai xia melihat kejendela, kai xia melihat gia lagi tertidur dengan tenang, kai xia tersenyum lembut melihat gia telah kembali.


kemudian kai xia membangunkan xi'er dari pangkuannya, xi'er terbangun ketika ibunya membangunkannya, xi'er mengusab-usab matanya yang masih buram karena tidurnya.


tak lama kemudian setelah pandangannya kembali terang dia melihat gia tidur dijendela dekat ibunya, lalu dia mengangkat gia kepangkuannya hingga membuat gia tersadar.


gia menengok keatas dan melihat xi'er yang telah mengangkatnya, dia terbang turun dari pulukan xi'er dan mendarat didepannya sambil memberi hormat pada xi'er dan kai xia seperti seorang putri bangsawan.


''huh... kamu memberi hormat pada kami dengan sangat sopan'' ujar kai xia yang memuji gia.


''salam kenal nyonya dan nona muda saya gia'' ujar gia yang berdiri tegak dengan kakinya ala burung.


''ka...kamu bi...bisa bi...bicara!'' tanya xi'er pada gia karena terkejut saat mengetahui kalo gia bisa bicara.


''ya nona muda, saya bisa bicara'' balas gia


''hohoho... kalo gitu kamu berada pada kelas berapa'' tanya kai xia.


''saya level delapan nyonya'' balas gia dengan bangga.


''haaaaaaah... level 8!???'' ujar kai xia dengan sangat terkejut mengetahui kalo gia burung kecil tapi sudah berada pada level 8, level 8 sama dengan kultivator ranah/tahap half saint, jika pada penyihir itu ada pada level 700.


''tapi bentukmu tidak...'' tanya kai xia yang terhenti.


''oh ini hanya perubahan bentuk agar tidak mencolok kata tuan'' balas gia.


sedangkan xi'er bingung dengan pembicaraan ibunya dan gia, karena xi'er belum mengerti sepenuhnya tentang ranah kultivator dan tingkatan penyihir apalagi batas level seseorang dan hewan buas.


next

__ADS_1


maaf min kalo updatenya lamban, saya masih harus nyusun perlembar perdua hari, karena alurnya sedikit rumit dan susah dikit susunnya....😅😂😑😕😡


__ADS_2