
Disebuah kediaman megah terlihat seorang wanita cantik dengan rambut kebiruan dan mata yang biru mendalam+bulu mata yang lentik, ditambah bentuk tubuhnya yang aduhai sekali, bak gitar spayol gitu.
wanita itu sedang memandang langit dengan raut wajah yang sendu, seperti mentari yang merindukan rembulan, ditengah lamunan rindu, seekor burung terlintar dipandangan sendunya.
burung itu terbang menuju kearah siwanita cantik bak bidadari itu. dengan wajah sedihnya, si wanita terus melihat burung elok terbang mengarah kepadanya, burung itu lalu hinggap dijendela tepat disamping siwanita.
siwanita bingung dengan tuh burung 'napa nih burung hinggap disini, tak tau ape kalo gue lagi sedih, ape jangan-jangan lo mau ngibur gue' mikir tu siwanita.
sedangkan siburung bingung sendiri ngeliat siwanita yang melongok ngeliat dia, kayak gak pernah ngeliat burung elok, ''kamu ngapai mampir eh mampir, ngapai hinggap disini'' tanya siwanita.
''prwiii.... pwri...pwriiiiii....pwri...pwri...'' jawab siburung yang kagak dimengerti oleh siwanita.
''kamu bilang apa, aku gak ngerti apa kamu bilang, lagian aku kagak pernah belajar bahasa burung'' ucab siwanita yang kebingungan sendiri.
'ia ialah kamu gak ngerti namanya juga bahasa burung, kalo kamu ngerti gue bilang apa, berarti kamu bangsaku juga kali' batin si burung yang wajahnya kayak malas gitu ngeladenin siwanita.
karena kagak mau repot-repot, siburung meletakkan cincin itu disambing siwanita, tepatnya dibalkon jendela tempat dia hinggap, kemudian dia memberi isyarat dengan mematuk disamping cincin itu.
siwanita yang melihat siburung meletakkan cincin disampingnya merasa bingung sekaligus penasaran dengan cincin yang diletakkan oleh siburung disampingnya, ''anu... ini buatku'' tanya siwanita sambil menunjuk kearah cincin, siburung ngangguk aja dia.
''kamu nemuin dimana cincin ini'' tanya siwanita, siburung geleng-geleng waktu ditanya, ''apa dikasih orang buat nganterin keaku'' tanya siwanita dengan ragu-ragu, siburung ngangguk lagi sambil merentangkan sayapnya.
tak berselang lama datang seorang gadis kecil sekitar umur 7/8 tahunan ''mama lagi ngapain'' tanya sigadis kecil pada siwanita yang ternyata sudah jadi ibu RT, ''gak ngapa-ngapain, cuma lagi terima kiriman dari burung ini, tapi gak tau capa yang ngirim'' jawab siibu.
''waaaah... burung yang cantik, ma boleh gak aku pelihara burung ini'' ujar sigadis kecil dengan mata yang berbinar, sambil merangkup siburung kepulukannya.
''xi'er, burung ini bukan punya ibu, jadi tanya dulu sama siburung, eh, tapi gak mungkin dijawab ea...hehehe...'' jawab siibu yang kikuk.
''kalo burung ini ngirim barang pasti ada yang punya, gimana kalo minta lewat surat aja'' ujar xi'er pada ibunya.
'benar juga katamu, coba kamu tulis surat sana'' ujar sibu pada xi'er. tampa tunggu lama xi'er menulis sebuah surat permintaan pada kertas kecil, digulung, diikat, lalu xi'er kasih surat itu pada siburung, ''tolong antar surat ini pada tuanmu'' kata xi'er pada siburung.
__ADS_1
siburung yang dikasih surat itu mikir sebentar 'eum... euum...euuum....eum... ya sudah antar aja, dari pada kena goreng ma tuan' mikir siburung yang ngebayangi tuan sedang marah hingga dia merinding sendiri.
siburung yang tidak mau kena goreng ma tuannya, langsung ngambil tu surat dengan paruhnya dan terbang kembali pada tuannya, sedangkan ibu dan anak tadi terkejut dengan siburung yang dengan patuh ngambil tuh surat dan pergi ngantarin ketuannya, kayak paham dengan apa yang diminta oleh xi'er.
''apa dia paham dengan kata-kata kita xi'er'' tanya siibu karena bingung.
''mungkin, bisa jadi kan ma'' jawab xi'er.
''ia udah, kita lihat cincin apa yang diantari siburung tadi'' ucab siibu yang gak mau ambil pusing, kemudian siibu ambil cincin yang diletakkan siburung dibalkon jandela dan memeriksanya.
''eum!... ini cincin ruang!, waah!... didalamnya ada beberapa barang!, ????, ini elexis! tingkat tinggi!, tunggu sepertinya ada catatannya'' ujar siibu dengan terkejat-terkejut melihat isi dari cincin ruang itu.
kemudian siibu melihat ada sebuah catatan didalam cincin dan dia ngeluarin catatan tersebut dari cincin tersebut dan membacanya.
{ '''untuk ibu dan xi'er,
dengan ini aku memberi tahu pada ibu kalo aku masih hidup, mah walaupun hampir mati dan dikit lagi hampir kealam barzah, hehehe... tapi syukur aku masih idup,,, dibilang ma malaikat maut belum waktunya aku mati, jadi ditendang kembali ketubukku oleh malik maut,
skill~ manipulation eternal es
itu untuk ibu sedangkan yang:
skill~ manipulation elemental es
itu untuk xi'er. jadi latihlah dengan hati-hati karera dua skill yang kubuat ini sangat kuat, jadi kalo bisa dilatih di kawasan yang sepi orangnya dan jangan sampai ada yang tau karena skill ini ada pada tingkat misterius.
setiap skill ada dalam batu giok khusus yang ada dalam cincin, yang warnanya agak kebiruan untuk ibu dan yang warnanya agak biru keperakan itu untuk xi'er.
jadi dengan itu aku hanya ingin memberi tau inu dan xi'er kalo aku masih hidup, agar ibu dan xi'er tidak sedih karena mengira aku sudah mati dan jangan beritau ayah.
by. kei syin and now syin lun.'''}
__ADS_1
kedua ibu dan anak itu ternyata ibunya syin lun yaitu kai xia dan adiknya kei nian xi, mereka berdua terisak-isak menangis saat membaca surat yang dikirim oleh syin lun kepada mereka, yang menyatakan kalo anaknya syin lun masih hidup, sedangkan siadik menangis sambil memeluk ibunya, karena kakak kesayangannya masih hidup.
☆☆☆☆☆☆
Dihutan kematian
seorang pemuda yang terlihat sedang duduk diatas batu didepan mulut goa, sipemuda memandang kelangit biru yang sedikit dihiasi dengan awan-awan kecil, keindahan langit biru membuat kesejukan pada sipemuda.
ketika sedang asyik memandang keindahan langit biru yang cerah tanpa mendung, datang-lah seekor burung yang terbang kearahnya dan hinggap diatas bahunya, sipemuda masih tenang ketika burung itu mendarat dibahunya, sipemuda melihat kearah siburung dan mengelus-elus kepala siburung.
siburung yang dielus-elus kepalanya terlihat tidak keberatan ketika kepalanya dielus, malah dia kesenangan dan hampir lupa dengan apa yang ada diparuknya, siburung megelepuk-gelepuk sayapnya dan terbang kedepan sipemuda dan memberikan apa yang ada diparuknya pada sipemuda.
sipemuda itu adalah syin lun dan siburung itu gia yang dikontrak menjadi familiar posnya syin lun untuk mengantarkan surat pada ibunya.
syin lun membuka kertas kecil itu dan diatasnya ada tulisan kecil yang rapi nan indah, ''tulisan xi'er kah, hah, tulisannya meningkat lagi'' ucab syin lun yang memuji tulisan adiknya.
{tuan, maaf kalo saya lancang, apa boleh xi'er meminta burung kecil untuk xi'er, xi'er juga akan membaranya kalo tuan tidak keberatan}
syin lun tersenyum ketika membaca isi kertas kiriman adiknya, ''hei... gia apa kamu mau jadi familiar adikku'' tanya syin lun pada gia.
guuruururu! pupruu! purururu!
jawab kepada syin lun yang mengangguk seperti mangerti, karena gia menjawab 'terserah tuan, karena itu adik tuan, kalo orang lain mah ogah' arti jawaban gia akan pertanyaan syin lun.
''oh.. kalo gitu, makan pil ini'' ucab syin lun sambil menyarahkan pil yang warnanya ungu keemasan, gia langsung melahab pil yang diberikan oleh syin lun.
setelah beberapa detik, tubuh gia memancarkan cahaya putih, ungu dan keemasan, pil yang diberikan syin lun pada gia adalah pil kebangkitan darah, yang berarti kalo ada yang meminumnya akan membangkitkan garis darah keturunannya dan kalo tidak ada garis darah keturunan, maka siapa yang meminumnya akan membangkitkan garis darahnya sendiri.
next
agak mecawo dikit gak papa ya....😊😊😊
__ADS_1