
kai xia yang mendapat jawaban itupun paham dengan maksud tubuhnya gia yang kecil, ''oh gitu ya, kalo bentuk aslimu tidak mungkin muat dalam ruang ini'' ujar kai xia.
''mama, apa yang kalian bicarakan, xi'er kurang paham'' tanya xi'er sambil menarik lengan baju kai xia.
''haha... xi'er sayang, kamu mendapat binatang beast tingkat tinggi sebagai beast contrakmu'' ujar kai xia pada anaknya yaitu xi'er.
''emang apa hebatnya ma'' tanya xi'er dengan wajah polosnya.
''aduh xi'erku yang cantik dan polos'' ujar gia sambil mengusab pipi xi'er yang bulat imut, karena gemes melihat kepolosan xi'er.
''beast itu sangat kuat sayang beda dengan hewan buas, beast pada level 1 saja sudah bisa bicara dan sangat kuat, sedangkan burung kecil ini level 8 jadi dia termasuk sangat kuat daripada yang lain'' jelas kai xia pada xi'er yang kebingungan.
''oh gitu ma'' balas xi'er
''nyonya, tuan menyuruh saya untuk melakukan contrak familiar dengan nona muda'' kata gia pada kai xia.
''huh... kontrak familiar, bukanya kontrak jiwa'' tanya kai xia.
''bukan nyonya, tuan menyuruh daya untuk menjadi teman sekaligus pelindung untuk nona muda'' balas gia
''so kah... jadi gimana caranya, saya tidak pernah melakukan kontrak familiar sebelumnya'' ujar kai xia.
''itu... nona hanya perlu meneteskan darahnya pada dahi saya dan kontraknya akan terbuat'' jawak gia dengan sopan dan menunjukkan dahinya kearah xi'er.
''xi'er sayang coba kamu teteskan darahmu kedahinya'' suruh kai xia pada xi'er sambil menunjuk kedahi gia.
''eum...'' xi'er membalasnya dengan anggukan.
__ADS_1
saat xi'er meneteskan darahnya pada dahi gia, cahaya putih keperakan terpancar dari mereka berdua tapi tidak sampai melayang, mereka tetap ditempat mereka terduduk.
setelah beberapa saat cahaya ditubuh mereka pun hilang dan xi'er membuka kelopak matanya yang tertutup karena silau cahaya yang keluar dari tubuhnya dan gia.
''eeuuuum... horeee..sekarang kamu sudah jadi, temanku...kalo gitu namamu seka....'' xi'er yang kesenangan dan saat hendak memberi nama pada gia ia terhenti.
''gia nona, nama saya gia yang selaras dengan warna bulu saya'' potong gia yang hendak diberi nama baru oleh xi'er.
''eh... siapa yang memberimu nama itu'' tanya kai xia yang terkejut.
''eum..'' anggukan xi'er yang penuh tanda tanya.
''tuan yang memberi saya nama itu, nyonya, nona'' jawab gia dengan bangga.
''tuan... maksudmu kakakku'' tanya xi'er yang penasaran dengan orang yang memberi nama pada gia.
''ia nona, kakak nona yang memberi saya nama itu dan itu nama pertama saya jadi saya tidak ingin menggantinya, karena menurut saya itu nama yang cocok untuk saya'' jawab gia yang menjelaskan dia tidak ingin diganti namanya karena itu nama pertamanya.
''gia, tanya nama yang ingin dia berikan padamu, kamu lihat wajahnya, itu tidak akan hilang selama dua hari'' telepati dari syin lun pada gia. ''baik tuan'' jawab gia melewati telepati juga.
''emang nona mau memberi namaku apa'' tanya gia pada xi'er.
''kalo kamu belum punya nama, aku ingin memberimu nama ula'' jawab gia yang masih cemberut.
''tambahkan saja kenamamu, itu lebih baik jika digabung jadi ula gia, jadi kamu gak usah cari nama baru untuk jenismu, gia nama jenismu sedangkan ula untuk namamu, baguskan'' telepati dari syin lun yang melihat dari kejahuan dihutan kematian dan berada dalam goa.
gia memikirkan ''bagaimana tuan bisa tau keadaan ditempatku sedangkan dia jauh dihutan kematian'', gia menjadi sangat penasaran dengan hal itu.
__ADS_1
''kamu gak usah mikirin itu, aku bisa melihat dari sini dengan jiwaku'' telepati syin lun pada gia yang tau apa yang sedang dipikirkan oleh gia.
''eh... huh... baiklah saya terima saja, lagipula tidak rugi juga untukku'' batin gia.
''hehehe... ya sudah dulu ea, by...by...'' telepati syin lun yang kemudia mengakhirinya.
''hah...'' desah gia dalam batinnya.
''kalo gitu saya terima nama nona, jika nona berkenan saya menggabungkan dengan nama yang diberi tuan'' ujar gia yang menerima nama pemberian xi'er setelah dibujuk dikit oleh syin lun lewat telepati.
''eh... beneran'' tanya gia yang mukanya sudah senang kembali.
''ia nona, jadi nama saya sekarang ula gia, ula sebagai namaku sedangkan gia sebagai nama jenisku'' jelas gia yang menerima nama pemberian xi'er.
xi'er menjadi kesenangan mendengar gia menerima nama pemberiannya, sedangkan kai xia menggeleng kecil kepalanya melihat anak perempuannya kesenangan hingga loncat-loncat.
''oh ya, kamu jenis burung apa?, sepertinya aku belum pernah lihat jenis sepertimu!'' tanya kai xia yan sedang penasaran dengan jenis gia.
''oh itu, saya jenis baru nyonya'' jawab gia.
''eum... jenis baru? maksuknya?'' kai xia memiringkan kepalanya karena bingung dan penasaran dengan jawaban gia.
''saya jenis pertama dalam jenis burung seperti saya'' jawab gia.
''jadi siapa yang menetaskanmu jika kamu yang pertama'' kai xia semakin bingung.
''saya dilahirkan menjadi telur dari pasangan burung rajawali dan burung preiko'' jawab gia yang memperkenalkan jenis orang tuanya.
__ADS_1
next.
sorry ya min kalo makin singkat.