Tak Pantas Untuk Cintamu

Tak Pantas Untuk Cintamu
Bab 12 Keberatan Suamimu Tidur Di Sini?


__ADS_3

"Tapi aku suka!"


Kaila mengungkapkan semuanya dengan jujur agar semua orang bisa mengetahui kebenarannya.


Dia sudah sangat bertekad, bahkan pipinya memerah karena sangat dekat dengan Erick.


Erick menatap Kaila dan tidak melihat sedikitpun keraguan di mata Kaila sama sekali.


"Erick, cepat keluar, Tuan Nicky masih menunggu Kaila!"


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang ringan, suara itu sangat pengertian.


Kaila terlalu fokus untuk melawan Erick, jadi kaget dengan ketukan pintu yang tiba-tiba, dan berakhir di pelukan Erick.


Dengan wajah setengah menempel didagu pria itu, Kaila mengangkat mata dengan gugup untuk menatapnya.


Erick menatapnya dengan mata gelap yang tampak seperti bintang dalam kegelapan!


Kaila dapat mendengar suara detak jantungnya sendiri, kemudian dengan cepat menghindar lagi, tapi tiba-tiba berhenti sebelum membuka pintu, dan berkata dengan suara rendah. "Jangan berbicara berduaan lagi denganku kedepannya!"


Erick mundur sedikit.


Kaila membuka pintu dan keluar. Di dalam toilet, Erick bisa mendengar Kaila berkata kepada Nicky, "Nicky, yuk kita pergi!"


"Mm!"


Kaila pergi bersama Nicky begitu saja.


Erick berdiri di dalam toilet sepi.


Amelia berdiri di pintu dan menatapnya, begitu memikirkan wajah Kaila yang memerah saat keluar barusan, dia diam-diam mengepalkan tinju dan memanggil Erick dengan lembut, "Erick!"


"Yuk kita pergi juga."


——


Kaila mengisi daya ponsel kemudian setelah mandi dan mengeringkan rambut.


Kata 'Suamiki' Muncul di layar ponselnya, yang membuat jantungnya langsung berdetak kencang.


Pengering rambut dimatikan olehnya, dan dia merasa sedikit takut untuk mengangkat telepon.


Dia berada di luar negeri sebelumnya, karena tahu pria itu tidak akan meneleponnya, jadi dia diam-diam menyimpan nomor Erick dengan nama 'Suamiku'


Dia dengan naif berpikir keajaiban akan terjadi.


Tapi pada akhirnya bukanlah keajaiban yang tiba, melainkan surat cerai!


Kaila mengesampingkan pengering rambut dan perlahan mengangkat telepon, dia tiba-tiba merasa tidak tahu bagaimana harus mengangkatnya dan terus menonton saja.


Terdengar suara pintu rumahnya berbunyi?


Wajah Kaila menjadi pucat saat mendengar suara itu, tapi ketika melihat ponsel lagi, pikiran yang sangat tidak masuk akal tiba-tiba muncul di benaknya, apa orang yang mengetuk pintu adalah Erick?


Kaila bergegas keluar untuk membuka pintu, dan...


Ternyata beneran Erick!


Dia menatap pria itu dan berusaha bernapas seperti biasa.

__ADS_1


Erick memunggungi cahaya. "Kenapa lama sekali buka pintunya?"


"Aku lagi keringin rambut!"


Jadi tidak kedengaran!


Kaila masih belum pulih dari keterkejutan, dan pria itu sudah melangkah masuk dari luar.


Kaila tanpa sadar menghindar untuk memberi jalan, tapi saat pria itu masuk, Kaila baru menyadari bahwa pria itu ternyata berani memasuki apartemen kecilnya yang belum dibersihkan secara khusus!


Pria itu merupakan pebisnis besar yang biasanya mengambil proyek bernilai ratusan miliar, dan tinggal di vila kelas atas atau apartemen mewah dengan pemandangan laut, kenapa pria itu bisa muncul di sini?


Kaila sadar kembali dan berjalan masuk, "Kenapa kamu ke sini?"


Jelas saat di hotel tadi Kaila sudah bilang untuk tidak bertemu secara berduaan lagi.


"Lihat ini dulu."


Ternyata sebuah surat, surat pembagian harta!


Kaila membaca beberapa isinya dengan bingung, lalu menatapnya. "Apa maksudmu?"


"Walaupun sudah cerai sekalipun, kamu tidak perlu tampil di depan umum, kalau kamu berminat di bidang berita, aku bisa mencari orang untuk membantumu buat perusahaan media, dan kamu yang akan jadi bosnya!"


"..."


Tubuh Erick yang tinggi dan lurus berdiri di tengah ruang tamu yang kecil, tapi...


Tanpa ada perasaan yang tidak seharusnya!


Kaila hanya terkejut, apa yang terjadi pada pria itu?


"Mereka yang tidak tahu mungkin akan mengira kamu menafkahiku!"


Dia mendorong surat itu ke dalam pelukan pria itu, berjalan melewati pria itu dan masuk ke kamar tidur.


"Tolong tutup pintu kalau pergi dari rumah ini, terima kasih!"


Dia tidak suka rambut basah, jadi lanjut mengeringkan rambut.


Begitu pengering rambut dihidupkan, tidak ada suara lain yang terdengar lagi sama sekali.


Tetapi dia jelas tahu bahwa hatinya sedang kacau saat ini.


Pria itu datang selarut ini hanya untuk ini?


Sejak kapan pria itu membuat surat ini?


Dan apa yang direncanakan pria itu?


Pria itu tidak benar-benar menganggapnya sebagai wanita seperti itu, kan?


Semakin memikirkannya, semakin pikiran Kaila merasa kacau, tepat ketika Kaila hampir tidak menyentuh rambutnya sendiri, pengering rambut tiba-tiba direnggut.


Dia mendongak lagi dan sadar air matanya sudah menetes, tapi pria itu masih abaikan dan berdiri di samping, pria itu mematikan pengering rambut tapi dinyalakan kembalinya.


Rambut Kaila mengering sehelai demi sehelai di tangan pria itu.


Sepuluh menit kemudian dia duduk di tepi tempat tidur, menundukkan kepala dan meyakinkan diri untuk tetap tenang.

__ADS_1


Pria itu berdiri sambil bersandar di dinding dan memegang tangannya yang kuat.


Kamar tidur yang awalnya kecil terasa semakin sempit karena ada sosok pria tinggi itu, kata-kata pria itu bahkan membuat ruangan terasa sedikit lebih ambigu.


"Kamu sudah terbiasa dengan kehidupan mewah, jadi aku hanya tidak ingin kamu berakhir di jalan yang salah."


"..."


Kaila menatap pria itu untuk waktu yang lama dengan air mata yang berlinang, tapi sebelum air matanya menetes, dia tertawa.


Erick menatap Kaila dengan ekspresi bingung.


"Tuan Muda Dawson, aku sudah dewasa!"


Kaila harus mengingatkan pria itu tentang fakta penting ini.


Tenggorokan Erick tercekat, menatap Kaila sebelum berbalik untuk melihat hujan gerimis yang turun di luar jendela.


"Dari segi usia memang benar!"


"..."


Kaila berpikir orang ini benar-benar keterlaluan, apa dia harus melepas semua pakaian untuk membuktikan kalau dia sudah tumbuh dewasa? Tidak hanya dari segi usia, tapi juga dari segi fisik dan mental!


Kaila menundukkan kepala dengan marah.


"Jadi tanda tangan saja!"


Erick masih bisa sabar walau tahu rasa ingin melawan Kaila sangat tinggi.


Kaila berkata, "Tak akan kutanda tangan! Aku tidak butuh itu! Termasuk biaya pengobatan ibuku, aku akan membayar kembali semuanya padamu kalau sudah terkumpul, aku tidak akan berhutang apapun padamu!"


Erick menatap Kaila. "Jangan kekanak-kanakan!"


"Tuan Muda Dawson, aku tahu betul sikapku kekanak-kanakan atau tidak, tapi bukankah kamu itu keterlaluan? Muncul di rumah mantan istri tengah malam begini dan memberinya secarik kertas, kamu tidak takut wanitamu marah ketika tahu ini?"


Kaila bertanya balik!


"Ini tentang urusan kita, tidak ada hubungannya dengan Amelia!"


Erick mengerutkan kening setelah mendengar itu.


“Mana mungkin tak ada hubungan? Kamu akan menikahinya, kan? Aku baru sadar kamu itu tidak mengerti wanita sama sekali, mustahil seorang wanita tidak marah melihat suaminya pergi mencari wanita lain, kamu juga tahu kalau Kak Amelia itu pasti tidak akan membiarkan ini begitu saja!"


Kaila menahan napas, dan setelah mengatakan itu, dia sudah merasa patah hati.


Dia mengajari pria yang disukainya cara untuk wanita mempertahankan hubungan dengan wanita lain?


Erick tidak berbicara untuk sementara waktu, seolah memikirkan sudut pandang Kaila.


Ruangan tiba-tiba menjadi sunyi, dan suara hujan di luar bisa terdengar dengan jelas.


Setelah beberapa saat, Kaila langsung mengusir. "Sudah larut, Tuan Muda Dawson, tolong pulang!"


Sebelum Erick pergi, dia tiba-tiba berkata, "Jangan beritahu Amelia tentang ini!"


Kaila menatap pria itu dengan marah, menggertakkan gigi dan berkata, "Pergi!"


Setelah melihat pria itu keluar, Kaila mengangkat tanganuntuk menutupi wajah dan menangis dalam diam.

__ADS_1


"Kaila, keberatan suamimu tidur di sini?"


Pria itu balik lagi!


__ADS_2