
Hujan lebat membuat Erick terpaksa balik dan tidur di sofa kecil ruang tamu.
Karena Erick masih di luar, Kaila tidak bisa tidur sampai tengah malam.
Setelah beberapa saat ketika tengah malam, pintu kamar terbuka.
"Sedikit dingin!"
Erick berjalan ke tempat tidur Kaila dan berbicara dengan suara yang berat dan serak.
Melihat Erick akan berbaring, Kaila secara refleks menghindar.
"Kamu nyaman tidur di ranjang yang sekeras ini?"
Erick mengerutkan kening begitu baring.
Tapi karena di luar sedang hujan deras, jadi tidak mungkin baginya untuk pulang sekarang.
"Semua yang ada di rumah ini murahan."
Kaila mengatakann itu dengan suara yang sangat ringan.
Setelah mendengar itu, Erick mendekat ke arah Kaila. "Apa kamu bilang?"
Napas dingin pria itu dapat dirasakan oleh di telinga Kaila, itu membuat Kaila menyusut ketakutan sambil memegang selimut dan menghadap pria itu secara langsung. "Aku bilang semua yang ada di rumah ini murahan dan tidak pantas untukmu."
"Mana ada orang yang bilang diri sendiri seperti itu?"
Erick akhirnya mendekat hingga bantal Kaila.
Kaila langsung bangkit dalam posisi duduk, memeluk selimut serta meringkuk di sudut tempat tidur dan menatap pria itu dengan bingung.
Seorang pasien terobsesi dengan kebersihan sedang baring di tempat tidurnya, dan dia beneran tidak bisa tidur dengan tenang sama sekali.
Erick memandangi lampu tua di atap. "Tidak perlu sewaspada itu, aku tidak punya ketertarikan seperti itu padamu!"
"..."
"Mana mungkin aku percayai?" pikir Kaila.
Kaila sudah pernah dengar banyak cerita tentang seorang pria dan wanita yang berhubungan intim tanpa rasa cinta, dia tidak mau jadi salah satunya.
Kaila terus memegang selimut dan meringkuk di tempat sampai Erick mengangkat mata untuk menatapnya, dan berbicara kata demi kata dengan jelas, "Walaupun kamu telanjang di depanku sekalipun, aku tidak akan merasakan apa-apa."
"..."
Tidak perlu sampai mempermalukannya seperti itu juga, kan?
Hati Kaila memanas untuk sementara waktu dan perlahan memalingkan muka dari pria itu.
Kaila sadar dirinya tidak cukup baik, tidak punya bentuk tubuh yang bagus dan lahir di keluarga yang tidak kaya, tapi tidak seburuk itu juga, kan?
Bagaimanapun dirinya masih seorang wanita, seorang wanita yang masih muda!
Begitu beritanya mulai tayang hari ini, ada banyak pria yang mengejarnya.
"Tidur!"
Erick memunggungi Kaila dan menarik selimut dari Kaila.
Kaila secara refleks menarik balik selimut ke dalam pelukannya sendiri.
Erick tidak bisa tidur, bangun dan bertanya, "Apa maumu? Di sini dingin dan keras, terlebih lagi cuma satu bantal!"
"..."
__ADS_1
Pria itu bertingkah tidak masuk akal.
"Persis seperti ini untuk satu malam!"
Emosi pria itu semakin memburuk, ketika berbaring lagi, dia terus menarik selimut.
Kali ini, Kaila tidak berani berdebat lagi, karena jika penyakit terobsesi dengan kebersihan pria itu kambuh lagi, mungkin dia harus membersihkan seluruh ruangan ini dnehan disinfektan.
Melihat pria itu bersikeras ingin ingin tidur di sini, Kaila tidak terima berbagi ranjang dengan pria itu, jadi dia segera pergi.
"Jangan bergerak! Kalau tidak, aku tidak bisa tidur!"
Tubuh pria itu yang tinggi tiba-tiba menekan, lengannya menekan pinggang ramping Kaila sambil mengingatkan.
"Erick, kita sudah mau cerai!"
Jantung Kaila berdetak seperti guntur dan mengingatkan pria itu dengan kesal.
Mata Erick tiba-tiba mendingin, dan bertanya dengan dingin. "Apa kamu bilang?"
"Aku bilang kita sudah mau cerai, mana boleh kita tidur seranjang?"
Kaila dengan marah terus mengingatkannya.
Gerakan Erick yang memeluk Kaila berhenti sejenak, kemudian menatap Kaila dengan mata dingin, dan tampak ada kebencian yang tak ada habisnya di mata itu.
Ponselnya berdering pada waktu yang tepat, dia langsung melepaskan Kaila, berbalik untuk mengambil ponsel dan menjawab panggilan. "Halo?"
"Tuan Muda Dawson, sesuatu terjadi pada Nona Amelia!"
"Sudah antar ke rumah sakit? Aku segera ke sana!"
Kata Erick sambil bangun dari tempat tidur dan memakai sepatu.
Erick melirik Kaila dan pergi dengan cepat.
Kaila menghela nafas sedikit saat mendengar langkah pria itu yang pergi dengan cepat!
Memang benar, mencintai seseorang membuatmu gugup!
Pria itu gugup untuk Amelia.
Sedangkan dia gugup untuk pria itu!
Kaila begadang sepanjang malam, jadi menghabiskan satu jam penuh untuk merias wajah saat bersiap untuk berangkat kerja keesokan harinya.
Namun, sebelum memasuki studio, nomor telepon rumah tua Keluarga Dawson meneleponnya, yang membuat laporan Kaila hari ini semakin lancar.
Benar!
Kakek sudah pulang!
Yang berarti mereka sudah bisa cerai!
Kedepannya, dia tidak perlu menyandang status sebagai istri pria itu atau melihat pria itu bersama wanita lain lagi!
——
Sore harinya saat keluar dari stasiun TV, dia melihat sebuah mobil sport terparkir di bawah tangga, kebetulan dia kenal dengan nomor plat mobil sport tersebut.
Nyonya Besar menelepon untuk memberitahu ada mobil yang akan menjemputnya, jadi dia cukup senang karena berpikir untuk bisa mengakhiri hubungan dengan pria itu, tapi sekarang pria itu muncul lagi.
Nicky keluar dari dalam stasiun TV dan menyusulnya. "Mau sekalian kuantar pulang?"
"Tidak, aku harus ke rumah tua Keluarga Dawson hari ini!"
__ADS_1
Jawab Kaila.
Nicky mengangguk: "Baiklah! Hubungi aku kalau butuh sesuatu!"
Seseorang dengan tidak sabar membuka pintu mobil dari dalam untuk Kaila. "Masuk mobil!"
Kaila dan Nicky yang sedang berdiri berdampingan tanpa sadar melihat ke dalam mobil, kemudian Nicky baru sadar itu adalah mobil Erick, jelas yang dikendarai oleh Erick adalah mobil yang berbeda semalam, itu membuat Nicky kagum diam-diam, bahwa kehidupan orang kaya memang sangat menyenangkan.
"Kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa besok!"
"Mm."
Keduanya melambaikan tangan satu sama lain, dan Kaila masuk ke mobil Erick.
Kaila masih melambai tapi Erick langsung menjalankan mobil secepat mungkin.
Meskipun awalnya canggung, tapi Kaila dapat dengan tenang bertanya kepada orang di sebelahnya yang sedingin gunung es. "Kak Amelia baik-baik saja, kan?"
"Mm."
Pria itu dalam suasana hati yang buruk, dan mobil melaju semakin cepat.
Kaila tidak bisa menahan diri dan melirik pria itu. "Tidak senang ya?"
"Pria mana yang akan senang melihat istrinya menggoda pria lain?"
Erick justru ingin lihat.
Kaila memandangnya dengan heran. "Kita bukan suami dan istri asli, lagipula orang yang kamu cintai bukan aku juga!"
"Suami istri yang diakui secara hukum adalah pasangan sah terlepas dari suka atau tidak!"
Pria itu sangat gigih dalam hal ini.
Kaila berkata, "Terserah kamu!"
Erick melirik kaca spion tapi wajah Kaila tak terlihat, jadi dia menoleh untuk melirik Kaila, namun melihat wajah Kaila justru membuatnya merasa semakin kesal, dan seketika mobil mencapai kecepatan balap.
Kaila diam-diam mengencangkan sabuk pengaman, dia tidak layak mendapatkan kecepatan ini!
Karena keterampilan menyetir mobil Erick sangat bagus, jadi mereka dengan cepat tiba di rumah tua Keluarga Dawson.
Mobil melambat saat masuk dan pada saat yang sama, keluarga beranggota empat orang di dalam sedang berdiskusi.
Nyonya besar berkata, "Kalau ini didapatkan oleh mereka, mereka pasti akan cerai!"
"Mustahil tidak cerai, kan? Erick sudah bertekad untuk memberi status istri pada Amelia, kalian juga tahu tentang mereka berdua yang memesan gaun pengantin bersama."
Kata ayah Erick.
"Biarkan saja kalau tidak bisa diatur, aku tidak peduli lagi! Lagian aku sudah bawa pulang, berikan saja pada mereka!" kata Tuan Besar.
"Kalau begitu Kaila tidak akan menjadi menantu kita lagi kedepannya, kan?."
Nyonya besar tidak puas.
"Kedepannya kita cari anak yang cocok untuk Kaila dan membiarkan Kaila menjadikannya sebagai cucu kita."
Tuan Besar berusaha menghibur Nyonya Besar.
——
"Tuan Muda dan Nyonya sudah pulang!"
Bibi pembantu di rumah mengenal kedua orang ini jadi langsung menyapa begitu melihat kepulangan mereka.
__ADS_1