
Sefanya yang mengenakan baju kerjanya sebagai Ob terlihat gugup disana. Kain lap ditangan dengan pembersih di gengam nya.
"Dia Ob Baru disini Om, baru sebulanan kerja disini" ucap Callista
"Hanya seorang Ob beraninya mendekati Anak Saya? kamu bisa apa? orang tua mu punya bisnis apa? kamu lulus dari perguruan tinggi negeri atau swasta?"
pertanyaan-pertanyaan itu membuat nyali Seorang Sefanya menciut. memang Ia tidak berpendidikan tinggi Ia hanya tamata SMA bukan keinginan nya untuk seperti ini tapi perilaku buruk seorang pria bejat dimasa lalunya yang membuat Dia seperti sekarang ini. Dan orang tuanya juga tidak memeliki bisnis apapun hanya usaha kecil-kecilan di depan rumah nya saja itu pun keuntungan nya tidak bisa di sebut untung jika pembeli hanya 5 atau 10 orang saja. tapi Ia bersyukur masih bisa kerja dengan halal saat ini untuk mencukupi kebutuhan nya tanpa mengemis pada orang lain.
"Saya tidak sekolah dan juga orang tua saya tidak punya bisnis apapun, tapi jika boleh jujur saya sama sekali tidak tertarik dengan anak Anda atau pun menjadi menantu Anda" jawab Sefanya dengan menahan tangisnya
"Lalu kenapa Anak saya inginkan kamu? apa kamu sudah memberikan sesuatu padanya? agar Dia terikat denganmu?" tanya Pria tua itu
"Tanyakan pada Putra Anda, jangan tanya kesaya. saya disini hanya untuk bekerja bukan untuk hal yang tidak penting bagi saya" jawab Sefanya
"Beraninya kamu bicara pada saya seperti itu, kamu siapa berani menjawab saya? apa kamu punya kuasa disini hah?" Alexander semakin marah karena Sefanya tidak takut dengan nya dan memilih menjawabnya.
"Dia kekasihku, dan akan menjadi calon istri ku" ucap Lucas lalu berjalan menuju kearah mereka. Ia berdiri di samping Sefanya mengengam tanganya
"Jangan takut pada siapapun selagi saya ada disampingmu" ucap Lucas pada Sefanya
Hal ini membuat Alexander semakin marah dan melihat Sefanya dengan lekat.
"Rupanya Anak orang miskin makin hari makin tidak tahu diri, saya pikir gadis miskin yang merayu atasanya hanya ada di cerita saja ternyata sekarang saya menyaksikan secara langsung kenyataan" Ia mencoba mencibir Sefanya
Sefanya mencoba melepaskan genggaman tangan Lucas, dirinya tidak bisa lagi menahan hinaan yang di berikan padanya oleh Pria tua itu. Lucas masih terus mengengam nya
"Seberapa banyak usaha Anda untuk membuat saya menikahi Calista seperti itu juga jawaban penolakan yang akan saya berikan pada Anda" ucak Lucas
"Satu lagi, Saya tidak akan mentolerir orang yang mengejek atau menghina Dia lagi di kantor ini. jika ada saya dengar sekali saja maka saya akan pecat orang itu. Ini kantor saya, yang saya hasil kan dari jeri paya saya sendiri" Lucas menekankan semua kata-katanya itu agar semua orang disana tidak lagi mengejek Sefanya
"Anda ingin bicara dengan saya kan? mari keruangan saya" Lucas dan Alexander meninggalkan mereka semua disana
"Dinda, Bawah Sefanya ke Pantry suruh Dia istrahat dulu nanti saya bicara dengan Dia" ucap Lucas membuat Dinda melongo dengan perilaku nya itu.
__ADS_1
Lucas ayahnya dan juga Calista pergi keruangannya. sementara Dinda membawa Sefanya kebelakang.
"Kamu cantik kamu aman. enak banget ya kalau punya wajah cantik bisa menggoda Bos kan lumayan" ucap teman kerja Sefanya
"Heh kamu tidak dengar tadi perkataan Pak Bos?" tegur Dinda
Ia langsung pergi dari sana.
"Din kamu percaya kan sama Aku? Aku benar-benar tidak tau kenapa Si kaku itu bisa bicara omong kosong begitu di depan Ayah nya itu" Sefanya menjelaskan pada Dinda
"Fan Saya itu percaya sama kamu, cuma yang gak habis pikirnya si Pak Bos itu bisa-bisanya menolak Ny Calista begitu tapi milih kamu. padahal Ny Calista itu cantik banget loh" kaya Dinda
"Jadi maksudmu Aku ini tidak cantik begitu? tega banget kamu Din"
"Buka begitu Fan, tapi maksudnya Aku itu kok bisa Dia nolak Ny Calista itu cantik banget" kata Dinda
"Ya Aku juga bingung" jawab Sefanya
......................
"Kamu ini ya, bisa-bisanya memilih gadis miskin dan kampung itu untuk jadi istri kamu" kata Alexander
"Bukan urusan Anda" jawab Lucas ketus
"Lucas Dia itu Pap----"
"Ini bukan urusan kamu, lebih baik kamu pulang dan urus- urusan kamu sendiri saya tidak mau punya urusan sama kamu" ucap Lucas memotong pembicaraan Calista
Calista diam dan tidak bicara lagi.
"Cukup, saya sudah tidak mau dengar apapun kamu harus menikah degan Calista dan akan tunangan lusa tidak ada penolakan" ucap Alexander
Alexander pergi dari ruangan Lucas bersama Calista. Ia melihat Sefanya sedang bekerja mengelap kaca jendela.
__ADS_1
"Benar-benar orang aneh, bisa-bisanya menjerumuskan saya ke masalah pribadi nya seperti itu memangnya siapa dia berani-beraninya-----"
"Berani apa?" suara itu membuat Sefanya hampir terjatu dari tangga saat membersihkan kaca kantor itu namun di tahan oleh Lucas
"Eh eh... kamu ini hati-hati kalau kerja" kata Lucas
"Lagian kenapa ada disitu sih? saya lagi males bertengkar saya capek diejek-ejk terus sama orang kaya seperti kalian" ucak Sefanya
Lucas merasa bersalah karena dirinya Sefanya sering mendapat bully atau cibiran dari teman sekantornya, hanya Dinda yang mau tekanan sama Dia selain itu tidak ada lagi.
"Turun dulu baru marah-marah" pinta Lucas
"Gak mau, saya gak mau dekat-dekat kamu nanti yang ada saya dikatain penggoda lagi sama anak-anak sini" ucap Sefanya
"Gak ada yang akan seperti itu, saya mau bicara sama kamu ini penting soalnya" ucap Lucas
Sefanya menatap Lucas mencoba menerawang apa ada niat buruk dibalik ini soalnya tumben hari ini dia begitu kalem padanya. Ia trauma beberapa waktu lalu dia baik begini ternyata dia di kerjain sama Lucas.
"Kenapa lihat begitu, turun" kesabaran Lucas ternyata setipis tisu. mendengar itu Sefanya langsung turun dari tangga. mereka jalan ke pantry.
"Ada apa?" tanya Sefanya malas
"Ayok kita tunangan" ucapan Lucas membuat Sefanya kaget
"Apa? gak. saya gak mau. saya gak mau, enak aja mau kamu saya di bunuh sama Bapak mu?" Sefanya teriak pada Lucas
"Pelan kan suaramu"
"Lagian kamu ini kenapa si? kenapa harus melibatkan saya dalam masalah pribadi mu? kamu tau saya ini hanya ingin kerja bukan untuk mencari masalah dengan orang kaya seperti kalian" lirih Sefanya
"Bukan seperti itu, maksud saya jika kamu ingin bekerja sama dengan ku maka gaji kamu akan saya lipat gandakan dengan satu syarat kamu hanya harus mendengarkan apa kata saya" Ucap Lucas
"Tidak. saya tidak Mau" jawab Sefanya
__ADS_1
"Kamu tidak perluh jawab sekarang, saya kasih kamu waktu untuk berfikir" ucap Lucas
lalu meninggalkan Sefanya di Pantry