TAKDIR (LucaSSefanya)

TAKDIR (LucaSSefanya)
Ep 18


__ADS_3

...Masih nyari baju...


Sefanya melihat kearah Lucas dan menatapnya penuh pertanyaan.


"Nanti saja tatap-tatapannya. Sana ganti baju cari yang bagus" ucap Lucas sambil membelokan kelapa Sefanya ke Staf didepannya


Ia berjalan sedikit melihat baju-baju disana dan mengambil beberapa baju untuk di coba Sefanya.


"Ni, coba dulu nanti aku yang pilih mana yang cocok untuk kamu" lanjut Lucas


"Apa gak satu aja? ini kebanyakan, harganya juga mahal semua kenapa rajin buang uang si Anda ini?" Sefanya mencoba memberi saran pada Lucas


"Apa kamu mau sekalian Mall nya Saya belikan untuk mu?"


"Gak. gak usa makasih saya mau coba yang ini aja ya sekarang" Sefanya berlari menuju ruang ganti bersama staf itu.


Terlihat tatapan sinis yang di berikan oleh staf itu kepada Sefanya.


"Kamu pasti dari kampung ya?" ucap nya sambil membantu Sefanya berganti baju


Sefanya tidak menjawab perkataan staf itu. Ia berfiki jika menjawabnya akan membuang banyak energinya apa lagi saat ini dia sangat lapar sekali belum makan siang.


"Kelihatan sekali dari perilaku kamu kalau kamu itu anak kampung" lagi ucap nya


"Mbak ! jangan lancang ya. memang nya kamu ini siapa berani bicara begitu dengan saya? memang kenapa jika saya dari kampung apa masalah nya dengan kamu? apa saya merugikan kamu ya kalau dari kampung? kamu disini kerja ya jadi berprilaku lah sewajarnya jangan sampai ketidak tau malu mu ini jadi petaka untuk kamu" ucapan Sefanya begitu menohok membuat staf itu tidak berani bicara lagi


Sefanya keluar dari sana dan meminta Lucas memberikan staf yang lain, dia tidak ingin staf itu lagi. seperti ratu Lucas segera mengiyakan perinta Sefanya itu.


Sefanya Menganti bajunya berkali-kali karena tidak cocok dimata Lucas.


"Mau Manusia kaku itu apa si, coba baju satu gak cocok. yang satu gak cocok juga terus mau yang mana? awas aja kalau yang ini gak cocok lagi ku tabok aja kepalanya" gumam Sefanya


"Yang ini pasti cocok Nona, soalnya ini yang paling bagus" ucap Staf itu


"Semoga aja tu si kaku suka" harap nya


Sefanya keluar dari ruang ganti. Di luar Lucas sedang memainkan ponselnya saat tirai di buka Ia melihat Sefanya tidak berkedip sama sekali dan terus menatap Sefanya.


"Halo !!" Sefanya terus mengerakan tanganya melambai didepan wajah Lucas tapi tidak membuat Ia sadar. Ia menepuk pundak nya


"Ada apa?" kagetnya lalu bertanya pada Sefanya


"Ada apa, ada apa. saya yang harusnya bertanya ada apa dari tadi di panggil-panggil gak nyaut" gerutu Sefanya


"Ini bajunya gimana?" lanjut Sefanya


"Tidak buruk, bagus. bungkus yang ini aja Mbak" ucap Lucas


"Gitu doang reaksinya?" tanya Sefanya


"memangnya kamu berharap saya ngomong apa?"


"Gak ada. saya mau pulang mau makan saya lapar" Sefanya terus mengerutu


"Ya sudah ayok kita pulang, tapi makan siang dulu ya" Lucas mengelus rambut Sefanya lalu pergi dari sana.


"Eh tunggu dulu, gak bayar dulu?" ucap Sefanya


"Saya kekasir dulu" Sefanya berlari sedikit menuju kasir lalu memberikan kartu hitam miliknya.


"Mbak ini, untuk baju yang ini" ucap Sefanya


"Maaf Ibu disini pemilik tidak perlu membayar " ucap nya membuat Sefanya makin kebingungan.


Sefanya pergi dari sana menghampiri Lucas.

__ADS_1


"Beruntung sekali Gadis itu bisa dapat perhatian khusus dari Bos Mall ini"


"Hoo, jarang-jarang Pak Bos membawah wanita kesini kecuali Mamanya" ucap Staf yang lain


Lucas tidak ada ditempatnya Sefanya begitu kesal melihat kelakuan Lucas ini padanya.


"Kamu beri pesangon pada staf yang tadi merendahkan Calon istri saya dan segera pecat dia" perintah Lucas pada Manajernya


Sefanya melihat Lucas sedang bicara lalu menghampiri dirinya.


......................


"Ini maksudnya apa? kamu ngasih kartu ini juga untuk apa kalau ujung-ujungnya gak dipakai?" Sefanya marah pada Lucas


"Kan itu buat kamu bukan untuk bayar baju nya" jawab Lucas enteng


"Ya tapi gak bisa gitu-----"


"Kamu ini berisik sekali ya, itu kamu pakai saja kalau kamu butuh buka usaha kek apa kek"


Sefanya tidak lagi berbicara pada Lucas kini suara cacing dalam perutnya terdengar keras membuat Lucas tertawa terbahak-bahak.


"Yakk !! saya lapar kenapa kamu ketawa begitu?" bentak Sefanya membuat Lucas terdiam


"Maafkan saya, baiklah kita akan turun makan"


Mereka masuk didalam restoran itu dan duduk di meja Vip. Sefanya melihat Lucas yang sedang memilih makanan di menu makan yang Ia pegang


"Kamu mau makan apa?" tanya nya lembut membuat Sefanya sedikit terkejut


"Fanya ! kamu mau makan apa?" tanya Lucas lagi


"Em apa aja," jawab nya cepat


"Apa aja ya apa? banyak menunya soalnya"


"Baiklah, mbak Steak dua ya" ucap Lucas


"Seperti biasa" lanjutnya


...Sefanya POV...


Sebenarnya kamu ini orang nya baik atau jahat di Luc, kadang kamu ngeselin kadang kamu sweet, kadang kek monster terus habis itu kek malaikat, habis itu kaku kek kanebo kering, terus tiba-tiba kek es kutup yang mencari. Wanita mana si yang bisa menolak kamu kek gini? pantesan aja si semua perempuan di kator pada suka sama kamu. tunggu semua? gak. aku gak sih hehehe tapi seriusan kamu tu ternyata gak nyebelin-nyebelin amat sih kalau dilihat-lihat kamu juga cakep, pintar body keren hidung mancung tinggi pantes si kamu jadi Bos soalnya semua ada di kamu.


...Sefanya POV end...


Lamunan Sefanya tersadarkan saat tangan Lucas menyentu jidat nya.


Peletak...


"Auww sakit !!! siapa si yang ini" Sefanya sambil mengelus dahinya yang sakit


"Aduh sakit ya, maaf kekencangan hehe lagian kamu ngeliatin saya kek gitu kenapa? naksir kamu? ha"


"Dih !! mit amit jabang bayi, siapa yang naksir. pd banget lagi dilihatin" jawab Sefanya


"Emang kenyataan, mau ngelak gimana lagi kamu? saya tau Saya ini tampan gak apa-apa juga kalau kamu naksir" goda Lucas


"Gak." jawab Sefanya singkat


"(Lagian kamu juga si Fan pake ngayalin dia segala kan jadi geer dia nya)" batin Sefanya


Makanan mereka datang. Sefanya yang tidak terbiasa makan makanan orang kaya hanya melihat makanya yang datang.


"Apa ini?" tanya Sefanya

__ADS_1


"Makan, itu pesanan kamu tadi" ucap Lucas


"Ya tapi-----"


"(Ya ampun makanan apa ini? mana bisa kenyang makan daging doang. saya ini belum makan kalau belum makan nasi mana kenyang makan daging sebiji doang)" batin Sefanya


Lucas memotong steak nya beberapa bagian lalu menukar piringnya dengan piring Sefanya.


"Kamu bisa makan sekarang, Aku sudah potong-potongin" ucap Lucas


Sefanya melihat dagingnya belum matang semua, namanya juga gadis desa ya kan tidak mengerti makanan orang kota.


"Ini kok masih mentah, didalam nya masih ada darah nya juga" ucap Sefanya


melihat itu Lucas memanggil pelayan disana dan memesankan nasi goreng untuk Sefanya.


"(Kalau dia kek gini terus Aku keknya yang jatuh cinta sama si manusia batu huaaaaa gak mau😭)" batin Sefanya


Sementara itu dari meja seberang Edward diam-diam mengikuti Lucas dan Sefanya ditemani siapa lagi kalau Bukan Dinda. mereka ini sengaja izin kerja karena ingin mengintai mereka berdua. Edwar benar-benar kaget melihat perilaku Lucas yang tidak seperti biasanya.


...Edward-Dinda POV...


"Gila gue belum pernah lihat Lucas se effort ini ke cewek" gumam Edward


"Emang iya?" tanya Dinda


Edward balas dengan anggukan.


"Keknya mereka ada apa-apanya ni" ucap Dinda


"Gak. Gue tau Lucas dari kecil, dia begitu pasti ingin sesuatu " ucap Edward


"Apa?!!! kurang ajar-----" mulut Dinda di bekap oleh Edward


"Kamu ini berisik banget, bagaimana kalau mereka denger kamu mau kita ketauan?" tegur Edward pada Dinda


"Ya maaf, tapi kalau emang benar dia mau sesuatu dari sahabat gue, gue akan ngasi pelajaran sama Bos tengik Lo itu" ancam Dinda


"Gue curiga nya gitu, soalnya dia tu gak begini sebelumnya " lanjut Edward


mereka memutuskan untuk terus mengintai Lucas dan Sefanya.


...Edward-Dinda POV end...


Nasi goreng pesanan Sefanya datang. Ia langsung menyantap nasi goreng itu dengan lahap, perutnya sekarang sudah sangat kosong.


Lucas melonggarkan dasi nya dan bersandar di kursi.


"Kamu kenapa?" tanya Sefanya


"Kekenyangan" jawbnya singkat


"Hahahahahah makanya jangan rakus" ucap Sefanya sarkas


"Rakus-rakus mata mu, kalau bukan karena makanan kamu yang saya makan gak mungkin kek gini. lagian ngak baik buang-buang makanan" jawab Lucas


Kata-katanya membuat Sefanya langsung terdiam.


Mereka selesai dan langsung keluar dari sana. Lucas melirik jam di tangan nya dan menunjukan pukul 16:00.


"Aku antar pulang kamu langsung aja, nanti malam aku jemput dan kita barengan kerumah" ucap Lucas


"Iya, jam berapa? biar aku juga siap-siap lebih awal" tanya Sefanya


"Nanti Aku kabarin" ucap Lucas dengan lembut

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2