
Hari sudah sore, Sefanya mengendarai motor dengan melamun. Perkataan Lucas terus terngiang didalam kepalanya.
"Tidak. ini tidak bisa! argghhh kenapa si masalah selalu saja datang gak bosan apa ya dateng terus di kehidupan saya kapan saya bahagianya coba kalau begini terus haduhhh" Sefanya terus bergerutu
dan seketika motor nya menghantam mobil dihadanya. mobilnya si gak apa-apa cuma lecet sedikit tapi motornya menjadi rusak apa lagi motornya itu motor butut.
"Aduh! mampus! gimana ini " Ia turun dari motor nya lalu melihat apa terjadi sesuatu pada mobil yang Ia tabrak.
"Ah syukurlah cuma lecet sedikit" gumamnya
Ia langsung menengada dan melihat pria tampan di hadapannya.
"Tuan maafkan saya, saya tidak sengaja menabrak mobil Tuan" ucap Sefanya sembari menunduk
"Sudah-sudah, mobil saya hanya lecet sedikit jadi tidak apa-apa lain kali hati-hati jangan menghayal kalau lagi berkendaraan" ucap nya lembut membuat Sefanya kaget
Pria itu pergi dan masuk kembali kedalam mobil nya. namun Sefanya terpaksa mendorong motornya sampai di bengkel langganan ya depan gang. belum sampai kesana sebuah mobil BMW melintas dan menghadangnya. Seorang Pria turun dari sana
"Fanya!" ucap nya
"Apa si sok akrab" gumam nya
"Eh Pak Bos" ucap Sefanya
Ia melihat motor Sefanya yang rusak parah akibat kecelakaan tadi.
"Motor kamu kenapa?" tanya nya
"Gak kenapa-kenapa Pak" jawab nya judes
"Apanya gak kenapa-kenapa rusak begitu"
"Lagian Bapak tanya nya aneh, ya rusak la" ketus Sefanya
"Tinggalin disana, kamu pulang naik mobil aja" perintah nya
"Gak, makasih" tolak Sefanya
"Keras kelapa, ini panas sekali matahari nya kamu mau gosong apa?" katanya lagi
"Biar saya dorong saja-----"
Ia menarik tangan Sefanya dan memasukkan kedalam mobil. Sefanya menjadi ketakutan dan menjauh dari Lucas.
"Jangan Pak, tolong jangan lakukan ini" Sefanya menjerit ketakutan
"Hei Sefanya! Sefanya!" Lucas mengoyangkan bahu Sefanya Ia melihat Sefanya menutup matanya dengan keringat di membasahi wajah dan sebagian tubuhnya. Lucas melepaskan tangan dari bahu Sefanya dan duduk kembali di kemudi. setelah Sefanya tenang akhirnya Ia juga tenang
"Ada apa?" tanya Ia coba memberanikan diri bertanya pada Sefanya
"Tidak ada, saya hanya sedikit takut" jawab Sefanya
"Bisa kita jalan?" tanya Lucas
Sefanya mengangu memberikan persetujuan.
"Tapi bagaimana dengan Motor saya Pak" tanya Sefanya
"Saya sudah menelfon mekanik saya untuk mengambil dan membawanya ke bengkel untuk di perbaiki" ucap Lucas
__ADS_1
"Tapi bayaran nya?" tanya Sefanya
"kamu tunggu selesai aja, baru kita lihat berapa bayaranya"
"Terima kasih banyak Pak"
"Kalau diluar Kantor panggil Lucas saja, jangan terlalu formal" kata nya
"Baiklah. em itu depan jalan rumah saya Pak, eh maksudnya Lucas" Menunjuk ke gang depan lorong masuk kedalam rumah nya
Sampailah mereka dirumah Sefanya. Ia turun dari Mobil mewah itu, semua tetangga Sefanya keluar melihat siapa yang keluar dari mobil mewah itu.
"Terima kasih Lucas atas tumpangannya" Sefanya menunduk.
"Masuk dulu" ajak Sefanya "(Apa-apaan Kamu sef beraninya ngajak masuk)" batinya
"Gak usa Fanya, lain kali aja ya Saya buru-buru soalnya " tolak Lucas lembut
Lucas pergi dari sana Dewandra keluar dan memeluk Ibunya itu. Lucas melihat dari jauh interaksi antara Ibu dan anak itu.
"Siapa anak itu?" gumamnya
"Kenapa dia begitu senang saat Sefanya pulang, ah mungkin saja adiknya" lagi katanya
"Enak ya diantar pulang sama pria kaya" sindir ibu-ibu kompleks
"Hem ibu tau aja, oh iya Bu lain kali jangan jadi orang kepo ya gak baik" Sefanya ketawa lalu mendatarkan mukanya kembali
"Kebiasaan Anak sama Ibu kali ya" ujar ibu-ibu yang lain
Sefanya memili menghiraukan mereka dan bermasa bodo.
......................
Orang yang di tunggu-tunggu sudah datang ke kediaman mewah milik Alexander Davidson.
Pelayan disana membuka pintu utama.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya dan juga Nona mantu" ucap Pelayan-pelayan itu
membuat Calista merasa sangat dihormati.
"Selamat malam calon besan" ucap Mahendra Siregar
"Oh silahkan masuk Mahendra, silahkan duduk" ucap Alexander
Mereka semua datang dan duduk disana Calista duduk berhadapan dengan Xavier yang tidak perduli dengan dirinya. Ia mencoba mencari perhatian pada Xavier namun hanya di hiraukan oleh Xavier. Semenjak Ia meremehkannya Xavier menjadi tau seperti apa Calista itu orangnya. Calista sangat marah pada Xavier karena tidak memandangnya sedikit pun
"Om Lucas kemana Om?" tanya Calista
"Xavi apa kamu sudah menghubungi Adikmu itu?" bisik Alexander
"Tunggu saja, sebentar lagi Lucas datang" ucak Xavier
Ia menatap kedua orang tua Calista yang terlihat begitu bahagia malam ini.
"(Benar-benar keluarga serakah)" batin nya
"Selamat datang Tuan Muda" ucap pelayanan disana
__ADS_1
ternyata yang datang itu Lucas, akhir-akhir ini Lucas sedikit lembut pada kedua orang tuanya dan mau datang jika di panggil.
"Kemari Nak, duduklah kita akan makan malam bersama" ucap Ayah nya
Lucas duduk disana. Xavier memili untuk pergi dari sana.
"Ma, Pah Om dan Tante saya permisi saya mau kembali kerumah sakit sekarang juga ada pasien yang masuk baru-baru ini" ucap Xavier
Xavier pergi dari sana meninggalkan mereka semua.
"Ada apa ini? kenapa semuanya jadi makan malam bersama disini apa di rumah kalian tidak ada makanan?" Lucas membuat keluarga Calista malu
"Lucas-----" Tamara mengingatkan agar Alexander menjaga sikapnya didepan calon besan mereka
"Papa yang mengundang mereka untuk makan malam, sekalian membahas pernikahan kalian" ucap Alexander
"Gue mau bicara sama Lu abis makan malam ini" Lucas bicara pada Calista
mendengar itu kedua keluarga senang. Lucas yang biasanya ketus akhirnya membuka suaranya untuk pertama kali bicara dengan Calista berdua.
......................
Kedua keluarga berbincang dalam ruangan keluarga sementara Lucas dan Calista di pinggir kolam renang.
"Kamu tau saya sudah punya kekasih jadi jangan berharap untuk menikah dengan saya" Lucas bicara pada Calista
"Gadis kampung itu? hahaha kaku pikir Papa kamu setuju?" ucap Calista
"Saya tidak peduli, saya hanya memikirkan kebahagiaan saya" ucap Lucas ketus
"Kamu kok egois banget Lucas, kamu gak mikirin perasaan orang tua kamu?"
"Perasaan orang tua ku atau Kamu takut gak bisa menjadi menantu orang terkaya di kota ini? lagi pula mereka tidak pernah mengerti perasaan saya"
"Jadi jangan pernah bermimpi untuk menjadi istri saya, kamu bisa menjadi menantu merka tapi bukan sebagai istri saya" Lucas pergi dari sana
"Aku sudah putus dengan Xavier, tidak lagi ada hubungan antara kami berdua kamu tenang saja" Calista mencoba menjelaskan berharap Lucas akan menerimanya
"Saya tidak peduli" Ia pergi. Calista tidak terima dengan perilaku Lucas Ia menceburkan dirinya kekolam berharap Lucas membantu nya tapi ternyata tidak. justru Lucas berjalan sampai Ia hilang dari pandangan Calista.
"Nona, kenapa Nona masuk kedalam kolam? itu berbahaya ayok keluar saya bantu ya" ucap Pelayan dirumah itu
Keributan yang disebabkan oleh suara Pelayan disana membuat Alexander dan Tamara juga orang tua Calista keluar dan melihatnya Basa kuyup akibat terjatu di kolam, lebih tepatnya menjatuhkan diri ke kolam.
"Sayang ada apa? kenapa kamu basah begini?" tanya ibu nya
"Aku tadi jatuh di kolam Ma, untung ada Lucas yang nolongin Aku " Bohong Calista
"Terus Lucas kemana kenapa ninggalin kau sendiri?" tanya Tamara
"Mungkin lagi ganti baju Tan, solanya Aku yang suruh nanti dia masuk Angin" kata Calista dengan kebohongan nya lagi
"Lihat Mahendra, Anak Saya itu memang sedikit keras tapi hatinya baik dia pasti perlahan akan menerima Calista" ucap Alexander
mereka semua masuk kedalam rumah mereka dan Calista Menganti bajunya.
......................
"Kok gak ada malunya si Calista ini ya" kata Author 🤣ðŸ¤
__ADS_1
Jangan lupa mampir ya dukung aku Like, komen dan + kan ke Favorit kalian biar aku semangat update nya
Terimakasih 💜