
...Undangan Makan Malam...
Ruangan Lucas
Pria paru baya yang terlihat tegap Gaga itu berdiri di meja nya ketampanan masih terlihat di wajah tuanya itu.
Lucas masuk kedalam ruanganya membuat Ia sedikit terkejut lalu berbalik menatap Lucas
Ia bergeser duduk di Sofa ruangan kerja Lucas yang tidak jauh dari meja nya.
"Begini, Papa mau kamu nanti malam kerumah dan makan malam. tidak ada penolakan Papa tidak suka penolakan " ucap Pria tua itu
"Saya juga akan ngasih kejutan untuk kalian semua sebentar malam" hanya itu yang keluar dari mulut seorang Lucas Alexander Davidson
"Baiklah" jawab nya singkat lalu pergi dari ruangan Lucas
Ia pergi dari ruangan Lucas dan menemui Istrinya lalu meninggalkan Perusahaan Anaknya itu.
......................
Ia ke pantry untuk menemui Sefanya tapi tidak Ia temukan sosok yang Ia cari disana.
"Kemana lagi si anak itu" gumamnya Ia keluar dari sana
"Win, Kamu lihat Sefanya gak?" tanya Lucas
"Gak. " jawab Wina ketus
"Penting banget si Ob itu bagi kamu" lanjut Wina
Lucas pergi dari sana, Ia melihat di ruangan sudut pintunya terbuka. ruangan menuju atap kantor itu Ia pun penasaran kenapa pintu itu terbuka tidak seperti biasanya.
Ia melihat Sefanya sedang duduk di pinggir bangunan itu. Ia kaget dan langsung menarik Sefanya dari sana.
"Kamu gila ya !" bentak Lucas
Sefanya kaget dan melepas genggaman tangan Lucas pada lengan nya.
"Apa-apaan sih kamu? sakit tau ditarik kek gitu" kaget Sefanya
"Lagian ngapain si disana? kamu sadar gak kalau itu bahaya? kalau mau bunuh diri jangan kantor saya bahaya nanti saya di introgasi gimana?" gerutu Lucas
"Mmmm rasain ni, siapa juga yang mau bunu diri orang lagi pengen duduk-duduk disini doang" Sefanya mencubit lengan Lucas
"Auww sakit woi apaan si kamu, sakit tau" keluh Lucas yang kesakitan
"Lagin orang duduk doang di kira bunuh diri, saya masih waras masih bisa mikir. cuma masalah dikit doang ma tai kuku buat saya" oce Sefanya
"Jadi kamu lagi ada masalah makanya kamu kesini?" tanya Lucas
"Iya lah, masalah saya itu banyak nambah lagi dari kamu makin banyak dah tu masalah" ceplos nya
Lucas membelalakan matanya.
__ADS_1
"Enak aja, kamu kan dapat upah dari kesepakatan ini terus masalahnya dimana?" tanya Lucas
"Masalahnya itu di------"
"Sudah, saya kesini mau nyari kamu" Lucas memotong pembicaraan Sefanya
"Cari saya? untuk apa?" tanya Sefanya
"Nanti malam ada acara makan malam yang di adakan di rumah orang tua saya, jadi kamu harus ikut dengan saya" ucap Lucas
"Hah, gak. itu kan acara makan malam keluarga kenapa saya harus ikut? lagi pula hubungan kita kan hanya kesepakatan jadi-----"
"Jadi kamu harus ikut, kamu gak ingat poin perjanjian kita?" potong Lucas
"Kok nyebelin kamu, lagian ----"
"Saya sudah bilang saya tidak suka penolakan. Jam istrahat nanti kamu harus ikut dengan saya" ucap Lucas lalu pergi meninggalkan Sefanya.
"Arrrghhhh!!!!" teriak Sefanya
"Jangan teriak, nanti dikirain kamu gila" ucap Lucas sebelum sepenuh nya menghilang dari pandangan Sefanya
Sefanya berbalik dan menatapnya lalu kembali ke posisinya dan menutup matanya karena malu.
......................
Sefanya bersiap untuk menyantap bekal makanan yang Ia bawah dari rumah hari ini karena Dinda tidak datang makannya Ia membawa bekal sendiri.
"Ehemmm" dehaman Lucas membuat Sefanya kaget dan menatap dirinya
"Jam berapa sekarang?" tanya nya sambil melihat jam ditangan nya
"Jam ditangan masih juga nanya dasar kaku aneh" gumamnya
"Saya dengar kamu, cepat kemasin bekalmu kita akan pergi" ucap nya
"Tapikan saya-----"
"Buruan, nanti kita makan diluar" Lucas menarik bekal di tangan Sefanya lalu menariknya pergi dari pantry.
"Bisa pelan-pelan gak? sakit tau"
"Saya tidak mengengam terlalu kuat juga kamu ini aneh ya" ucap Lucas
Lucas membuka mobil dan masukan Sefanya kedalam sana. Sefanya seperti biasa sedikit terjaga didalam sana.
"Duduk santai saja, saya tidak menyakiti kamu" ucap Lucas setelah masuk kedalam mobil
Jalanan tidak terlalu ramai siang itu, mereka melaju dengan kecepatan sedang hingga sampai di pusat perbelanjaan Ibu kota yang termalah disana. Sefanya melihat dari dalam mobil matanya membulat sempurna.
"(Gila ini kan pusat perbelanjaan tergensi di kota ini, tapi gak heran si untuk si kaku ini kan dia orang kaya jadi bisa leluasa masuk ke tempat ini)" batin Sefanya
Mereka sampai disana, Sefanya masih tidak percaya lalu mengambil ponselnya dan membuat video untuk Ia perlihatkan pada sahabatnya Dinda karena cita-cita mereka berdua untuk ketempat itu setelah punya uang banyak.
__ADS_1
Lucas yang melihat kelakuan Sefanya antara kaget dan juga gemes tingka laku Sefanya membuat dia tersenyum terus menerus.
"Sudah Videonya? kita bisa Masuk?" ucap Lucas membuat Sefanya mau tak mau menyudai kegiatannya itu
"Ok ayok masuk" Ucap Sefanya dengan semangat sambil memasukan ponselnya kedalam tas kecilnya
Mereka masuk kedalam Mall itu, Sefanya melihat semua yang disana membungkuk saat mereka masuk melihat itu Sefanya juga ikut membungkuk kemeraka.
"Selamat Siang Tuan" ucap Mereka
"Ia selamat siang" jawabnya singkat
"Tunggu!" ucap Sefanya
"Kenapa?" tanya Lucas
"Jangan disini, cari tempat yang diskon aja uang nya gak cukup" ucap Sefanya
Lucas mengeluarkan satu kartu berwarna hitam lalu memberikan pada Sefanya.
"Ini apa?" tanya Sefanya
"Pakai itu, pasti cukup" jawab Lucas lalu masuk kedalam toko baju termahal disana
Mereka berdua masuk kesana Sefanya melihat harga di baju itu membuat bulu kuduknya merinding.
"Gila si baju segini harganya gaji saya selama lima puluh tahun" gumam nya
Seorang karyawan disana menemui Sefanya.
"Maaf Mbak kalau mau cari harga yang diskon bukan disini, ada di lantai paling bawah Mall ini" ucap nya meremehkan
Lucas ingin berdiri untuk membantu Sefanya namun berhenti saat Sefanya berdiri tegap dihadapan karyawan wanita itu.
"Apa kamu pikir saya tidak bisa membayar semua ini? berapa si harga dari baju ini hah? kamu pikir saya tidak bisa beli? saya bahkan bisa beli sama Mall ini sekalipun" ucap Sefanya dengan tegas pada wanita dihadapannya itu.
entah dari mana keberanian itu Ia dapatkan
"Hem bagus, Aku suka" gumam Lucas
Ia menghampiri Sefanya dan stafnya itu.
Stafnya membungkuk memberi hormat yang dikira untuk Sefanya ternyata untuk orang yang ada di belakang Sefanya.
"Hahaha gitu dong" ucap Sefany
"Selamat siang Tuan" ucap staf itu
"Tuan?" Sefanya menoleh kebelakang dan mendapati Lucas dibelakangnya Ia memutar bola matanya.
"Tolong Carikan baju yang cocok untuk Dia" ucap Lucas
"Baik Tuan" jawab staf itu lalu pergi mengambil beberapa baju untuk di coba oleh Sefanya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...