TAKDIR (LucaSSefanya)

TAKDIR (LucaSSefanya)
Ep 13


__ADS_3

...******Di Jemput******...


Karena motor Sefanya sedang di bengkel terpaksa hari ini Dia naik angkutan umum. Dewandra Ia titipkan sama Mamang ojek depan gang untuk kesekolah.


"Ibu Fanya berangkat ya" ucap Sefanya pada Ibu Caroline lalu meraih tangan kanannya untuk di ciumnya


"Iya, hati-hati ya Nak" jawab Ibu Caroline


Sefanya jalan keluar rumah dan mendapati mobil mewah yang kemarin memberinya tumpangan parkir depan rumah mereka.


"(Si Bos kaku?)" batin nya


Lucas yang melihat Sefanya keluar Ia bunyikan klakson mobilnya.


Tin....


tin....


tin....


Membuka jendela mobilnya.


"Ayo masuk" pinta Lucas pada Sefanya


"Kenapa sih Bapak-----"


"Lucas" ucap Lucas


"Iya Lucas kenapa jemput saya?" tanya Sefanya


"Terus kalau gak jemput mau naik apa kekantor?" tanya Lucas pada Sefanya


"Naik angkutan umum " jawab Sefanya singkat


"Gak. gak elit banget naik angkutan umum "


"Ya itu bagi kamu, tapi bagi aku itu tu lebih hemat karena cuma 3 ribu rupiah doang" jelasnya


"Masuk saja" paksa Lucas


"Ya tapi P, Em maksud saya tapi Lucas bagaimana dengan------" ucapan Sefanya terpotong saat Lucas keluar dan memaksanya masuk kedalam mobil. Kaki Sefanya engan untuk berjalan tubuhnya menjadi gemetar lagi saat itu.


"Saya tidak ngapa-ngapain kamu, jadi tidak usa takut dan gemetar seperti ini" ucak Lucas mencoba menenangkan Sefanya. setelah tenang Sefanya mencoba untuk masuk dan menguatkan dirinya, Ia sudah berjanji pada dirinya untuk tidak lagi membiarkan masa lalunya membelenggu dirinya dan membuat kemelekatan pada dirinya. dalam perjalanan Sefanya mencoba menghilangkan rasa gemetarnya dengan banyak bicara sepanjang perjalanan.


Lucas tidak mendengarkan ocehan Sefanya Ia terus melajukan kendaraannya, Mobil mewah yang lain sedari tadi melihat mereka keluar dari sana mencoba mencari informasi tentang Sefanya.


"Permisi Ibu, mau tanya yang tinggal di rumah itu siapa ya?" Sopir nya bertanya sambil menunjuk rumah Sefanya


"Oh itu rumah Sefanya dan Ibu Caroline juga Cucunya. oh iya ada perlu apa ya Pak sampai nyari tau Dia? kalau misalkan ada sesuatu jangan mau Pak anaknya Janda anak satu bapaknya gak jelas" ucap Ibu itu


"Ih dasar ya ibu-ibu tukang gosip" kata Author


Lanjut.......

__ADS_1


"Oh gitu ya Bu, makasih Ibu atas infonya " sopir itu mengeluarkan dua lembar uang kertas warna merah dan memberikan pada Ibu itu


"Ini untuk Ibu karena sudah memberikan info penting " ucap nya


"Benar-benar memalukan, apa dia ingin menargetkan harta anak saya degan bersikap polos" ucap pria tua yang sedari tadi menyaksikan percakapan Ibu dan sopir nya itu.


"Lucas harus tau ini, tidak bisa saya terima menantu yang tidak jelas asal-usulnya"


Mobil mewah itu melaju degan cepat, keadaan jalan raya di kota ini pagi ini lumaya sepih.


"Kita pulang kerumah dulu, saya ingin membicarakan ini pada Tamara" ucap Pria tua itu


......................


Mobil mewah milik Lucas masuk kedalam parkiran khusus Pemilik perusahaan. Ia langsung turun dan membuka pintu mobil untuk Sefanya


Sefanya tidak ingin keluar dari sana, Ia takut nanti dapat ejekan dari teman Ob dan juga Karyawan kantornya.


"Kenapa?" tanya Lucas


"Saya takut Pak, biar saya buka sendiri saja ya Pak" ucap Sefanya


Lucas menarik tangan Sefanya lalu berjalan masuk kedalam kantornya. semua pasang mata melihat mereka entah apa yang mereka bicarakan saat ini membuat Sefanya begitu takut menatap mereka.


"Permisi Pak" ucap seorang wanita menghentikan Lucas


"Ada apa?" tanya Lucas ketus


"Em berkas yang Bapak minta sudah saya taru di meja kerja Bapak" Ia mencoba menarik perhatian Lucas namun perhatian Lucas hanya pada Sefanya seorang.


"Baik lah terimah kasih, oh iya sekalian umumin pada yang lain hari ini Sefanya sudah menjadi sekretaris pribadi saya bukan lagi seorang OB" ucapan Lucas membuat Sefanya dan Wina bahkan seluruh orang-orang yang ada di kantor itu kaget dengan keputusan Lucas ini.


Lucas membawah Sefanya kedalam ruanganya. Karena begitu marahnya Sefanya melepaskan tanganya dari genggaman Lucas.


"Stop ! hentikan semua ini Pak, Saya tidak perluh belas kasian Bapak untuk saya. saya tidak butuh jabatan baru saya sebagai sekertaris Bapak. saya kerja disini bukan datang untuk melakukan semua ini bukan! saya kerja disini hanya ingin kerja dengan damai tanpa merugikan orang lain sudah cukup Bapak mencampuri urusan saya. saya mau tetap jadi Ob saya tidak mau jadi sekertaris atau apapun disini karena pada awalnya saya hanya seorang OB buka sekertaris Bapak. ingat lagi satu hal tidak semua orang gila dengan jabatan atau uang! saya bekerja jadi ob saya Iklas yang penting itu halal dan bisa mencukupi kebutuhan saya sehari-hari Pak! jadi tolong berhenti untuk menyeret saya dalam kehidupan Bapak terimah kasih " Dengan air mata yang berlinang Sefanya meninggalkan ruangan Lucas yang sedari tadi diam tanpa kata saat melihat Ia menangis. tidak tau kenapa Ia tidak bisa membuka mulutnya untuk bicara agar Sefanya tidak menangis bahkan tidak memberikan tissu juga untuk menghapus air matanya.


Saat pintu ruangannya tertutup barulah Ia sadar dan melihat Sefanya sudah tidak ada lagi dihadapanya.


"Sorry Sef" lirih Lucas


......................


Di Pantry.


"Fan, udah dong nangisnya ntar mata lu gak bisa lihat karena bengkak" uca Dinda


"Sakit hati Aku Din, masa disamain sama orang-orang yang gila jabatan, Aku tidak mau orang-orang menganggap Aku itu yang tidak-tidak karena perilaku Lucas" ucak Sefanya pada Dinda sambil menangis


"Terus sekarang kamu gimana maunya?" tanya Dinda


"Aku tetap mau jadi Ob lah, Oga aku jadi sekertaris pribadi nya" gerutu Sefanya


"Kirain----"

__ADS_1


"Dindaaa!!!!"


"Hehehe maaf, habisnya bingung mau bujuk kamu diam nya kek mana ya jadi iseng aja de" ucak Dinda sambil ketawa dan akhirnya di ikutin oleh Sefanya.


"Kamu memang tidak cocok dengan Pak Lucas, lihat saja dirimu itu kelas rendaha" ucak Wina meremehkan Sefanya


Sefanya dan Dinda tidak perduli dengan perkataan Wina. mereka lebih memilih untuk melakukan pekerjaan mereka sampai selesai dibandingkan menjawab omongan Wina.


......................


Tamara terus sibuk mencari sesuatu dikamar anaknya. Ia berharap mendapatkan sesuatu dikamar itu dan membuktikan kebenaran nya.


"Mana ya fotonya, gak mungkin hilang pasti ada di suatu tempat" gumam nya


Ia melihat sebuah kotak dibawah ranjang besar itu lalu mengeluarkannya dari dalam kolong ranjang.


"Kotak apa ini? Aku harus periksa siapa tau bisa melihat foto masa kecil Lucas"


benar saja, semua kenangan dan foto masa kecilnya ada disana. Ia mengambil satu foto yang begitu mirip dengan anak yang Ia temui beberapa bulan yang lalu.


"Ini dia,"


Suara langka kaki terdengar Ia keluar dari kamar Lucas segera.


"Tamara!!!" suara tua itu memanggil dirinya denga serak


Cepat-cepat Ia menaruh foto itu ditempat yang Aman agar suaminya tidak melihat foto itu.


"Tamara!" katanya lagi


Ia yang baru saja selesai menyimpan foto itu kaget.


"(Apa Alex melihat ku menyimpan benda itu?)" batinya


"Am, iya ada apa Lex?" tanya nya terbata-bata


"Ada apa? kenapa kamu seperti sedang kedapatan menyembunyikan sesuatu?" tanya Alexander


"Memangnya apa yang Aku sembunyikan dari suami ku ini hah? bukanya jika Aku ingin sesuatu bisa langsung aku beli?" Ia mencoba mengalihkan perhatian Alexander lalu membawahnya keluar dan berbicara di luar kamar.


"Ada apa mencariku? tidak biasanya kamu memangku dengan cara seperti itu barusan?" tanya Tamara


"Ada sesuatu yang harus kamu tau, dan ini penting" ucak nya


"Apa itu?" tanya Tamara


"Lucas harus tau wanita yang Ia ingin nikahi itu sudah punya anak dan bukan gadis baik-baik, orang-orang disekitar mereka juga tidak menyukai mereka karena mereka itu orang yang tidak baik dan tidak jelas asal-usulnya " ucak Alexander membuat Tamara begitu marah


"Kurang aja sekali wanita itu, apa Dia pikir dengan kepolosan dan kecantikan bisa memikat pria? benar-benar kurang ajar" ucak Tamara


Bukankah Tamara belum bertemu dengan Sefaya? lantas bagaimana Ia bisa tau dia cantik? Ini dia lakukan karena Ia ingin Suaminya fokus kesana dan tidak lagi menanyakan tentang apa yang Ia sembunyikan Ia tau betul Alexander ini bukan orang yang mudah percaya dengan penjelasan tanpa bukti.


......................

__ADS_1


__ADS_2