TAKDIR (LucaSSefanya)

TAKDIR (LucaSSefanya)
Ep 16


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Sefanya pergi menemui Ibu Kontrakan mereka yang hangus terbakar kemarin. Ia memberikan uang itu padanya dengan cas membuat wanita itu terkejut.


"Wah kamu hebat juga, bisa dapat uang segini hanya dalam waktu semalam, apa kamu menjual dirimu lagi? atau kamu menjanjikan sesuatu pada suami orang atau-----"


"Maaf Ibu, Anda tidak perlu tau dari mana saya dapat uang ini yang terpenting uang rumah ibu sudah saya bayar dan tidak ada lagi utang kami pada Ibu. satu lagi jangan terlalu kepo bahaya untuk wanita tua seperti ibu nanti matinya kena azab" Setelah membalas Ibu itu Sefanya pergi dari sana.


Setelah Sefanya pergi bergantian Tamara yang datang kesana dan melihat rumah itu sudah rata dengan tanah.


"Ya Tuhan, rumah nya terbakar bagaimana dengan anak itu? apa dia selamat?" gumam Tamara


"Aku harus mencari tau sesuatu " lanjutnya


Ada seorang lewat disana lalu dia bertanya padanya


"Maaf pak, orang yang dirumah ini----"


"Oh Ibu Caroline? mereka sudah pindah Bu dari sini karena Ibu kontrakan mengusir mereka dari sini" jelas nya membuat Tamara segera kembali ke mobil dan kembali ke Rumah nya.


Sampai dirumah mukanya seperti menghawatirkan sesuatu.


"Ada apa? tumben muka istri seorang Alexander Davidson ditekuk begini ada apa?" tanya Alexander


"Lagi mikirin rumah yang ada di ujung kota yang kebakaran kemarin" celposnya


"Apa?" tanya Alexander


"Em maksudnya Aku itu kok bisa ya kebakaran tapi nggak ada kendala arus pendek atau apapun tiba-tiba aja kebakar" jelas nya


"Kamu kenapa bisa tau?" tanya Alexander


Tamara menaru curiga kepada Suaminya itu.


"Mama ada arisan disana tadi kebetulan lewat situ ya nanya aja sama orang disana ternyata katanya sengaja di buat kebakar" ucap Tamara


"Kenapa kamu sibuk, biarkan saja toh bukan urusan kita itu" Alexander mencoba membuat Istrinya percaya padanya


"Papa mau kemana pagi begini?" tanya Istrinya


"Mau menemui Lucas, anak itu tidak bisa mendengar kan Papa jadi terpaksa Papa pakai cara kasar supaya Dia nurut sama Papa" ucap Seorang Alexander Davidson


Tamara menganguk, Alexander pergi sementara Tamara masuk kedalam kamarnya dan melihat kembali foto masa kecil dari Lucas yang begitu sangat mirip dengan Anak yang Ia temui beberapa bulan yang lalu.


"Bagaimana caranya agar saya bertemu lagi dengan Anak itu" gumam nya


Ia mengingat perkataan Alexander beberapa hari yang lalu ada wanita yang bekerja di kantornya sebagai Ob mungkin saja itu wanita yang sama, yaitu ibu dari anak itu.


"Aku harus kekantor Lucas" Tamara kembali keluar dan menyusul Suaminya kemobil Ia membuka mobil lalu masuk.


"Aku ikut denganmu" katanya


"Tumben, ada apa?" tanya Alexander curiga


"Memang nya tidak boleh?" jawab Tamara


"Bukan begitu, atau jangan-jangan kamu cemburu?"

__ADS_1


"Tidak! cemburu untuk apa kamu sudah menjadi suamiku" jawab Tamara singkat


......................


Kantor Lucas


Tamara dan Alexander tiba di kantor Lucas Alexander Davidson semua karyawan disana memberikan hormat pada mereka berdua.


"Apa Lucas ada di ruangannya?" tanya Alexander pada sekertaris nya yaitu Wina


"Pak Lucas belum datang Pak, mungkin masih dalam perjalanan" jelas Wina


"Anak itu tidak pernah berubah, selalu seperti Anak kecil membuang-buang waktu"


"Sabar jangan terlalu emosi nanti gula dara mu naik lagi" Tamara menenangkan Alexander


Tamara melihat sekeliling orang yang Ia cari tidak ada disana.


"(Kemana anak itu)" batin nya


"Mencari siapa?" pertanyaan Alexander membuat Tamara kaget


"Bukan siapa-siapa" jawabnya


"Baik kita tunggu di ruangannya saja" tawar Tamara


Selang beberapa waktu mereka naik Lucas dan Sefanya tiba di kantor. seperti biasa pandangan orang disana tidak biasa dan selalu mencemooh Sefanya.


"Saya keruangan saya, ingat kalau saya panggil kamu cepat datang keruangan saya ok"


"Saya gak budek, jadi saya dengar"


"Bodo amat" Sefanya langsung pergi dari sana menuju pantry


Karena sekarang Ia menjadi pacar sandiwara Lucas Dia harus lebih hati-hati dan waspada mana kala Lucas berkunjung ke tempat mereka, Ia tidak ingin tau tentang Dewandra sebelum Ia menyelesaikan kontrak mereka itu.


Hari ini Dinda tidak masuk karena lagi tidak enak badan jadi Dia sendirian saja hari ini. Lucas datang lagi menemui dirinya


"Ya Tuhan, apa lagi coba si kaku itu" Sefanya mengerutu saat melihat Lucas dari jauh berjalan kearahnya


"Heh kamu !" panggil Lucas saat Sefanya ingin menghindari dirinya


"Mampus, duh kelar dah ini hidup belum juga mulai Kontraknya udah seenak jidat aja ni orang ha he ha he" gumam nya


"Ikut saya sekarang" lintah Lucas


Sefanya mengikuti nya dari belakang dengan kepala tertunduk ia tidak ingin melihat tatapan mata orang yang sedang menatap mereka saat ini. kini mereka duduk berdua di cafe dekat kantor mereka.


Lucas-Sefanya POV


"Mau ngomongin apa Pak?" tanya Sefanya


"Kontrak yang semalam" ucap Lucas datar


"(Ni orang kenapa si kadang baik kadang cuek kadang kaku kadang menyeramkan)" batin Sefanya

__ADS_1


"Oh itu, terus mana surat kontrak nya yang harus saya tanda tangan" lanjut Sefanya


Lucas memberikan surat itu pada Sefanya.


"Kontrak selama lima bulan, selama masa kontrak tidak boleh berhubungan dengan pria/wanita manapun tanpa persetujuan kedua belah pihak. Tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing jangan baper atau pakai perasaan tanggung sendiri jika baper. Harus selalu ada 24 jam saat di butuhkan jika tidak setujuh maka uang di kembalikan" Sefanya membaca kontra itu tidak terimah


"(Apa-apaan ini kenapa kontrak seperti ini lagi pula emang siapa yang baper awas aja kamu yang duluan baper nanti tuan Kaku)" batin Sefanya


"Eh ini yang terakhir maksudnya gimana?" Tanya nya pada Lucas


"Kamu harus berada didekat saya selama 24 jam" jawabannya


"Apa? !!!" teriak Sefanya


"Enak aja, gak. emang kamu pikir saya ini gak ada keluarga apa " tolak Sefanya


"Oh ya sudah kembalikan saja uang semalam" ucap Lucas enteng


Sefanya marah terlihat dari sorot matanya yang menatap Lucas tajam.


"Untuk semuanya saya setuju, tapi kalau tinggal bareng sama kamu saya tidak mau. kamu bisa telfon saya jika perlu, saya tidak perlu tinggal dekat kamu" Sefanya menandatangi kontrak itu lalu pergi.


Lucas tertawa melihat Sefanya yang marah padanya.


"Kamu ini wanita paling aneh yang pernah saya temui, gadis diluar sana berlomba-lomba untuk mendapat perhatian bahkan untuk tinggal bersama dengan saya tapi kamu? kamu menolaknya tanpa berpikir?" Lucas sedikit tersenyum


"Aku suka itu" lanjutnya


Lucas-Sefanya POV end


Sefanya bertabrakan dengan seorang wanita tua di pintu masuk kantor itu.


"Maaf Nyonya saya tidak sengaja" Ia minta maaf tanpa menatap wanita itu lalu memungut barang yang jatuh dan memberikan pada wanita itu lagi


"Sefanya!" panggilannya membuat Sefanya bingung


"Sefanya?" lagi ucap nya


"Iya, Saya sendiri" jawab Sefanya lembut


"Hem ini rupay kamu, pantas saja----"


perkataan nya berhenti saat melihat Lucas


"Tante" tegur Lucas


"disini? dengan?" lanjut nya


"Sama Papa kamu, tadi Dia mau bicara sama kamu makanya Dia nunggu kamu di ruangan kamu dari tadi" ucap Tamara


"(Apa Dia ibu tiri Lucas? tapi kok di panggil Tante bukan Mama atau apa gitu)" batin Sefanya


"Oh iya, saya akan keatas sekarang" Lucas pergi meninggalkan Sefanya dan Tamara


"Permisi Nyonya saya kembali kebelakang dulu" pamit Sefanya dengan lembut

__ADS_1


"Hem gak begitu jelek, pantas saja kamu terpesona Lucas" Tamara tersenyum melihat Sefanya


__ADS_2