
Calista datang dan berpura-pura menangis didepan Alexander Davidson dan juga Papanya yang sedang berbincang itu.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Mahendra
"Pah, ayok kita pulang saja. Calista malu Pah" ucap nya
"Ada apa ini sayang, kenapa kamu menangis?" tanya Alexander
"Om, lebih baik jangan diteruskan perjodohan ini. saya tidak ingin di permalukan oleh Lucas"
"Anak itu!! benar-benar keras kepala" Alexander naik pitam
"Alex sudah cukup, kami kesini baik-baik ingin mempererat hubungan antara kita tapi Anakmu itu sudah keterlaluan. Ayo Calista kita pulang saja" ucap Mahendra
"Hen tolong jangan berkata seperti itu, kamu tenang saja Saya akan membuat Anak itu mau menerima dan menikahi Calista itu janji ku padamu teman" ucap Alexander Davidson
"Baiklah, saya akan memegang janjimu itu Alex" ucap Mahendra lalu melirik kearah putri nya dengan senyum aneh
"Kalau begitu kami pamit dulu Lex, masih ada kerjaan lain yang ingin ku urus" Mahendra
......................
Di dalam mobil Calista dan Papanya.
"Lihat, Kamu begitu disayangi oleh Alex jadi untuk apa kamu ingin menikahi Anak tirinya itu lagi pula apa yang kamu harapkan dari anak itu, hanya seorang Dokter. lihat Lucas Dia mempunyai perusahaan sendiri belum terhitung perusahaan milik Papa nya kamu akan menjadi menantu Konglomerat Calista" ucap Mahendra
"Papa benar juga, berarti aku akan di panggil Ny Calista Lucas Davidson" ucap nya penuh semangat
"Tentu saja, kamu akan memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan. tinggal ngomong saja kamu langsung dapatkan itu" kata Mahendra lagi
"Dari pada kamu sama Anak itu apa yang kamu dapatkan?" lanjutnya
Calista sepertinya sudah terpengaruh oleh ucapan Ayahnya yang gila harta itu.
......................
Kediaman Alexander Davidson
Makan malam sudah disiapkan di meja makan, Tamara sedang mengambilkan Nasi dan lauk untuk Alexander.
"Ma, kamu tau kabar bahagia apa yang ku punya untuk mu?" ucap Alexander
"Bisnis baru lagi." jawab Tamara
"Ini bukan soal bisnis tapi soal Calista" jelasnya
"Kenapa Anak itu?" tanya Tamara
"Akhirnya Dia setuju untuk menikah dengan Lucas" ucak Alexander dengan bangga
Uhukkk....
uhukkkk...
uhukkkk.....
Xavier tersedat mendengar pembicaraan Alexander.
__ADS_1
"Kamu ini kenapa? minum air mu" ucap Tamara sembari memberikan air pada putranya itu
"Kaget Ma" jawabnya singkat
"Kaget kenapa? bukanya ini berita bagus" ucap Alexander
"Kaget saja Pah, padahal waktu itu Dia menolak perjodohan ini kenapa tiba-tiba menerima" ucap Xavier
"Mungkin Mahendra sudah membujuknya" ucap Alexander lagi
Sementara itu di kantor Sefanya dan Dinda terus menggerutu sebab sudah malam hari mereka belum juga pulang kerumah Ia sudah sangat merindukan putranya dirumah dengan segala ocehanya.
"Ini yang terakhir?" tanya Dinda dengan nafas yang ngos-ngosan
"Iya Din, aduh gila benar ni orang suka banget nyiksa kita" ucak Sefanya
"Sudah beres semuanya?" ucap Edward yang sedang memandangi mereka berdua
"Sudah Pak, lain kali jangan nyiksa lagi lah pak bilangin Bosnya ya" gerutu Sefanya
"Iya-iya. ini makan malam buat kalian" Edward memberikan dua bungkus makanan kepada mereka
Sefanya berdiri mengambil Nasih bungkus lalu memasukkannya dalam keresek. Ia membawah semua peralatan kerjanya ke gunang lalu Menganti bajunya.
"Mau kemana?" tanya Edward
"Pulang Pak, udah gak ada lagi kan kerjaannya?" Edwar menganguk
Ia melihat Sefanya pergi.
"Dia kenapa buru-buru kek ada anak aja dirumah yang nungguin" ucak Edward
Edward pergi bertemu Lucas.
"Gimana?" tanya Lucas
"Sudah beres, emang mau diapain di kok disuruh lembur sampe malam mereka berdua?" tanya Edward penasaran
"Gak mau diapain" jawab Lucas
"Wah gila lu. benar-benar gila segitunya lu sama Anak baru itu" Edward
"kenapa emang? ya kan itu sudah menjadi tugas Dia" jawab nya enteng
"hati-hati aja lu, jangan sampai lu suka sama tu anak" Edward memperingati Lucas
"Yang seperti itu bukan tipe gue, lagian kalau niat cari banyak diluar yang berkelas dari dia"
"Kalau begitu Calista-----"
"Gak usa bahas Dia, gue enek lihat tu cewek " Lucas
Sefanya mengendarai motonya dengan kecepatan sedang. Ia berharap cepat kembali ke rumah Ia sangat kawatir dengan anak nya.
......................
"Nek, Bunda tumben lama pulang?" tanya boca lima tahun itu
__ADS_1
"Tunggu aja, bentar lagi juga pulang" ucak sang nenek
"Dewan Eskrim sebanyak ini kamu mau apakan Nak. kenapa minta banyak beli sama Oma itu tadi?" tanya Nenek Caroline
"Dewan hanya minta satu, tapi dibelikan sebanyak itu sama Oma baik" jawab nya
Klakson motor Sefanya didengar oleh Dewandra.
"Itu Bunda" ucap nya
Sefanya langsung masuk kedalam rumah
"Dewan! Ibu! " panggilannya
"Ada apa Bun?" tanya boca itu
Sefanya memeluknya erat.
"Tadi siang Dewan kemana? Nenek cariin kamu di sekolah gak ada?" tanya Bunda nya
"Maaf Bunda sudah buat bunda kawatir" ucak Dewandra
Ia menceritakan kejadian tadi siang pada Bundanya itu.
"Jangan di ulangi lagi ya? kamu hampir bikin Bunda------"
"Gak lagi Bunda, Dewan janji jangan sedih ya Bunda" lirih nya
"Tapi janji sama Bunda jangan ulangi lagi ok. Ayok kita makan bersama tadi Bunda beli makanan, Pasti belum pada makan kan?" tanya Sefanya
Mereka Makan malam bersama dengan raut wajah bahagia Sefanya makan sembari menyuapi putranya itu.
......................
Edward mengantar Lucas kembali ke Apartemennya.
"Tumben lu mau langsung pulang, biasanya lebar dulu" ucap Edward
"Lagi males gue" jawab Lucas singkat
"Kenapa si, masih mikirin anak baru itu?" tanya Edward
"kok lu bisa tau"
"tau si ngak. nebak aja gue tuh kan gue juga bilang apa ntar ku bakal jatu cinta sama tu anak" ejek Edward
"Bapak mu jatuh cinta, gak. bukan tipe gue"
"bukan tipe tapi mikirin terus hadu susa emang kalau kepala batu" gumam Edward
"Gue cuman mikir keknya gue pernah ketemu dia, kek sudah lama gitu" ucap Lucas
"Mungkin dimasa lalu. atau ngak mungkin dia reinkarnasi pacar atau istri lu di kehidupan masa lampau makanya lu gak asing sama dia" ucak Edward
"Gila lu ya, masih percaya kek gituan" jawab Lucas
"Soalnya tadi gue baru lihat itu di Tik*ok soal karma masa lalu"
__ADS_1
"Diem lu ah, aneh banget apa hubungannya coba"
......................