
...****Makan Siang****...
Dinda dan Sefanya makan siang di warung bakso depan kantor mereka. Bakso di tempat ini memang sangat enak dan menjadi pilihan untuk karyawan kantor saat makan siang.
"Fan Aku kan gak tau ya cerita tentang kamu, coba ceritakan dong aku mau dengar" pinta Dinda
"Cerita apaan? gak ada yang menarik yang mau diceritain " jawab Sefanya
mukanya menjadi sedikit masam.
"Aku nyinggung ya?" tanya Dinda
"Gak kok, hanya saja tidak ada yang harus di ceritakan. Gak ada yang menarik di diri saya" ucap nya merendahkan dirinya
"Kupikir hanya Aku yang seperti itu tenyata kita sama Fan" gumam Dinda
"Sama? maksud kamu?" tanya Sefanya
"Ya begitu, Aku tu dulu anak yang gak diinginkan oleh Ibu karena aku anak hasil korban pelecehan oleh orang yang tidak di kenal saat Ibu masih muda. Ia bahkan membenciku sampai saat ini bahkan saat terakhir dari masa hidup Ibu Aku tidak pernah dianggap anak makanya aku dibuang ke panti asuhan" jelas Dinda
Sefanya menangis dengar cerita Dinda, Ia bisa merasakan penderitaan Ibunya karena Ia juga menjadi korban tapi lebih menyakitkan jadi Dinda yang di buang hingga tiadapun Dia tidak merasakan kasih sayang seorang Ibu.
"(Dewan, Bunda janji akan jaga Dewan dan memberikan Dewan kasih sayang Bunda sepenuhnya. Mama tidak akan meninggalkan atau membuang Dewan bagi Bunda Dewan adalah hadia terindah dari Tuhan untuk Bunda berkat Dewan Bunda jadi lebih dewasa sekarang)" Batin Sefanya sambil mengingat putranya
Ia memeluk Dinda dan menghapus air Matanya.
"Kamu harus kuat, kamu itu anak hebat dan Tuhan sayang kamu Din jadi jangan merendahkan dirimu lagi ya" ucap Sefanya lembut
"Iya Fan" jawab Dinda
"Janji" Sefanya memberikan jari kelingking nya
Mereka akhirnya tertawa bersama, sosok orang yang baru masuk kesana membuat mereka terdiam.
Ia datang dan duduk disampingnya Sefanya.
"Mang, semangkuk ya kek punya Mbak ini" menunjuk Sefanya
"Tapi saya pesenya pake-----"
"Diem" bungkam Lucas
Wina melihat Lucas masuk kedalam warung bakso kecil itu Ia juga ikutan masuk meskipun dirinya sedikit risih masuk kesana.
Sefanya pergi ke tempat Mamang bakso itu.
"Mang, untuk Mas yang disana jangan kasih bawang ya polos aja kuahnya" ucap Sefanya
"Siap Neng" jawab nya
Pesanan Lucas datang, Edward baru saja tiba disana melihat Lucas sedang makan bakso. Ia kaget melihat orang yang sedang mengaduk kuah bakso dan mencampur bumbu itu.
"(Apa dia benar-benar Lucas?)" batin nya
"Halo Bos" ucap Wina lalu duduk disamping Lucas
Dinda dan Sefanya menjadi heran kenapa semua karyawan cewek dari kantor mereka pada makan disana semua. tapi satu sisi mereka bersyukur karena bakso nya jadi laris manis.
Wina ikutan makan disana bersama teman-teman nya yang sedari tadi terus melakukan siaran langsung di ponsel mereka.
"Hai guys kalian tau, kami sedang makan siang di warung bakso depan kantor kami rasanya enak loh. apa lagi Bos kali juga ikutan makan disini makin betah makan bakso dengan orang cakep iya kan?" ucap sala satu teman Wina
Dinda dan Sefanya memutar bola mata mereka melihat kelakuan orang-orang disana.
Lucas melahap satu bulat bakso yang didalamnya berisi sambal pedas. Ia berhenti sejenak dan memandang Sefanya
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Sefanya padanya
"Kamu taro sesuatu didalam baksonya?" tanya Lucas
"Enak aja, gak lah" jawab Sefanya
"Tapi ada----"
"Tadi kan sudah saya bilang jangan pesan, orang itu ada Lombok mercon dalamnya ngeyel banget" Sefanya menjelaskan
"Kamu gak bisa makan pedas? hahahahha" Sefanya tertawa melihat wajah Lucas memerah akibat kepedasan
"Mana ada, gue jago makan pedas" ucap nya
"Terus itu-----"
Lucas memakan semua bakso yang berisi cabai itu sampai habis dan membanting mangkoknya.
"Ini lihat, puas kamu?" Lucas pergi dari sana dengan terburu-buru Edward mengikuti Lucas
Wina juga dengan panik mengikuti Edward dan Lucas.
"Awas ya kalau terjadi apa-apa sama Bos" ucap Wina sebelum menyusul Lucas
"Itu salah Aku Din?" tanya Sefanya
"Gak lah, orang Dia sendiri yang sok-sokan" jawab Dinda
Sefanya menjadi sedikit tergangu melihat wajah dari Lucas saat pertama kali makan bakso tadi. Ia segera ke kulkas dan mengambil Yakult dan juga susu dingin untuk diberikan pada Lucas.
Setelah membayar makanan mereka, Sefanya segera kekantor untuk memberikan Yakult dan susu pada Lucas. Ia mengetuk pintu ruangan Lucas.
"Masuk" jawab Lucas, ada Edward disana bersama dengan Calista dan Wina.
Edward hanya diam berdiri di samping Wina.
"Maaf menganggu, saya cuma mau ngasih ini ke Pak Lucas untuk menetralisir rasa pedasnya" ucap Sefanya lalu menarunya di meja Lucas
"Langsung diminum saja Pak" lanjutnya
"Kamu !!! beraninya muncul disini setelah apa yang kamu perbuat pada Lucas" teriak Calista
"Sejak kamu ada di sini dan dekat Lucas Dia selalu saja kena sial, kamu sadar gak si hah?" bentak Calista
Sefanya mencoba untuk menahan benda bening dimatanya agar tidak menangis. Ia memang sangat mudah menangis ketika dibentak sekuat apapun dia tapi jika di bentak pasti akan menangis.
"Sudahlah, ini juga bukan kesalahan Sefanya. saya tadi yang ingin makan bakso seperti dirinya saya tidak tau kalau didalamnya ada cabai kenapa kamu selalu menyalahkan orang lain" Lucas mencoba menenangkan Calista agar tidak lagi mengeluarkan kata-kata yang dapat menyakiti Sefanya.
"Terimakasih Sefanya untuk Yakult dan susunya" ucap Lucas lalu meminumnya
Lucas bersandar di meja kebesaran nya tenaganya sudah habis karena dari tadi keluar masuk kamar mandi.
"Kamu aman sekarang, kalau terjadi lagi sesuatu pada Lucas saya akan beri kamu pelajaran lagi keluar dari ruangan ini" usir Calista
"Dih si Calsita ini siapa Main usir-usir aja" kata Author
Sefanya keluar dari ruangan Lucas kembali ke Pantry.
......................
Lelaki tua paru baya itu melihat dari kejauhan kegaduan yang sedang terjadi di rumah Sefanya. Ibu Caroline dan Dewandra terus menangis melihat tempat yang menjadi pelindung mereka dilalap oleh si jago mera. semua orang datang membantu memadamkan api nya. Ibu Caroline menelfon Sefanya.
📱"Halo" ucap Sefanya
📱"Sefanya, kamu bisa pulang Nak rumah kita kebakaran"
__ADS_1
📱"Hah kok bisa Bu? ibu gimana dengan Dewan?"
📱"Ibu sama Dewan baik-baik aja tapi semuanya terbakar ibu hanya bisa menyelamatkan beberapa barang penting saja"
📱"Ya sudah syukurlah Ibu dan Dewan selamat, Ibu tenang ya Fanya akan pulang"
Ia menutup ponselnya kalau berniat ingin meminta izin pada Bos nya untuk pulang lebih awal teryata Lucas sudah ada di depan pintu pantry.
Tatapan mereka bertemu.
"Pak, saya izin pulang ada sesuatu terjadi dirumah saya" ucak Sefanya minta izin pada Bos nya
"Em baiklah, saya antar" Lucas menawarkan diri
"Tidak Pak, saya diantar Dinda saja" tolak Sefanya
"Baiklah" jawab Lucas
setelah izin didapat Dinda dan Sefanya buru-buru pergi dengan motor nya melaju kencang agar sampai di rumahnya dengan cepat. setelah beberapa jam mereka sampai Ia melihat Ibu dan Putranya berdiri didepan rumah yang sudah rata dengan tanah akibat kebakaran itu. Ia turun dari motor dengan lemas
"Bunda!!!" panggil Dewandra
Ia berlari dan menghambur kepelukan Sefanya.
"Dewan takut Bunda" ucapnya dengan tubu gemetaran
"Tenang sayang, ada Bunda Disni Dewan gak perluh takut ya" Sefanya mencoba menenangkan putranya itu Ia memeluknya dan mengelus rambutnya.
Ia berdiri dan menghampiri Ibu nya lalu memeluk sang Ibu. Datanglah si Ibu pemilik rumah kontrakan.
"Bagaimana ini, belum juga lunas bayar kontrakan sudah menjadi abu rumah saya. saya tidak mau tau kalian harus Menganti rugi atas kebakaran rumah ini" ucap Ibu Pemilik kontrakan
"Ibu, ibu kan tau kita lagi dalam musibah bagaimana dan uang dari mana saya harus Menganti rumah Ibu. saya harus bekerja dulu baru bisa gantiinya perlahan apa ibu bisa memberikan kami keringanan" ucap Sefanya
"Tidak ada keringanan. sudah cukup dua bulan ini kalian nunggak saya tidak mau tau besok kamu harus menganti rugi semuanya
200 juta rupiah" ucap nya membuat Sefanya kaget
"Tapi kami tidak punya uang sebanyak itu Ibu, bagaimana kami bisa melumasi nya" ucap Sefanya
"Kamu jual aja diri kamu pada pria yang sering menjemput kamu kan dia orang kaya tu siapa tau bisa bayar uang saya" ejek nya
mendengar itu Dinda tidak terimah dengan perkataan ibu itu pada Sefanya
"Heh Bu, kalau ngomong itu disaring dulu mulutnya asal ceplos aja. lagian juga ya mana ada orang punya duit sebanyak itu dalam semalam emang ibu pikir dukun pengganda uang apa" ucap Dinda membela Sefanya
"Saya tidak mau tau pokonya saya harus terimah uang itu besok" ucap Ibu itu lalu pergi dari sana.
Sefanya begitu sedih dari mana Ia bisa mendapatkan uang dalam semalam untuk menganti uang kontrakan itu. Lalu pikiran nya tertuju pada tawaran Lucas tempo hari.
"(Mungkin ini sudah jalan takdir saya, mau tidak mau saya harus menerima semua ini demi Ibu dan Dewandra)" batin nya
"Ayok ikut Aku, untuk sementara kita tinggal di kost aku aja dulu sampai kalian dapat kontrakan" tawar Dinda
"Gak usa Din, Aku gak mau ngerepotin kamu" tolak Sefanya
"Terus kamu mau tidur dimana? Dewan masih kecil Lo kasian dia nanti sakit" ucap Dinda
Akhirnya Sefanya mau nginap sementara di kost Dina.
......................
"Ini bayaran buat kamu, didalamnya ada 300 juta sudah lebih dari uang rumah itu kan? anggap saja uang 100 juta itu bonus untuk kamu" ucap Pria tua itu dari dalam mobil mewah nya lalu pergi meninggalkan perempuan itu.
......................
__ADS_1