TAKDIR (LucaSSefanya)

TAKDIR (LucaSSefanya)
Ep 8


__ADS_3

...Sangat Mirip...


Di kediaman Alexander Davidson. wanita tua itu sampai di rumah dengan tergesa, Ia segera masuk kedalam kamarnya untuk berbicara pada sang suami.


Pria tua yang sedari tadi berkutat dengan laptop dan beberapa tumpuk map berisi laporan diatas meja sedang menyeruput kopinya.


Suara pintu kamar terbuka.


"Tamara!!" ucap nya


"Kamu bisa tau ini Aku?" ucap wanita tua itu


"Hahahha aku sudah menikahi mu selama 15 tahun masih sulit kah Aku mengenali diri mu" ucap Tuan Alexander itu


"Lagi pula hanya kamu saja yang masuk kekamar tanpa mengetuk jadi Aku pasti tau lah" lanjutnya


"Kamu ini" Tamara langsung duduk di sofa kamar mereka


"Kamu ada masalah?" tanya Alexander


"Tidak ada, aku hanya cape saja dari luar" jawabnya


"Tidak biasanya kamu seperti ini, apa kamu lagi mikir sesuatu?" tanya Alexander memastikan. Dia sangat mencintai istrinya itu bahkan saat dia menikah dengan Ibu Lucas pun dia tetap menjalin hubungan dengan Tamara baginya Tamara adalah Cinta dan hidupnya.


"******Oala apa ini yang buat Lucas benci sama bapak nya ya?" kata Author******


Sebenarnya Tamara ini tidak jahat sama sekali, tapi bagi Lucas orang yang membuat Ibu nya menderita dan memilih untuk mengakhiri hidupnya ada Ibu tirinya itu. satu kesalahan Tamara membuat Dia begitu membencinya tapi tetap menghormati nya karena sang Ayah.


Tamara mengingat ucapan Lucas 5 tahun lalu didepan foto Ibunya yang ada di kamarnya sebelum Ia pergi dari rumah mereka memutuskan tinggal sendirian di apartemen nya.


"Apa jangan-jangan Anak itu... dan lagi usianya juga sama----" gumam Tamara


"Ada apa?" tanya Alexander mulai kawatir


" tidak apa-apa, mungkin Aku kecapean, Aku mau tidur"


Tamara meninggalkan suaminya lalu masuk kamar mandi membersihkan dirinya.


......................


Lucas menelfon sekertaris nya untuk memesankan makan siang. dirinya sangat malas keluar hari ini, tiba-tiba seorang wanita masuk kedalam ruangan nya membawa kotak bekal.


"Tante Tamara menyuruhku untuk mengantarkan ini untukmu" ucap nya


"..........." tidak ada jawaban dibalik kursi Mega itu


"Lucas kamu bisa mendengar ku" lagi katanya


sama saja tidak ada jawaban darinya. Ia pergi dan membalikan kursi itu Lucas yang duduk dengan angkuhnya disana menatap wanita itu dengan tatapan meremehkan.


"Makanlah ini" ucap nya lalu duduk di sofa ruangan sembari menatap orang yang diberikan makan siang itu untuk bergerak membuka makanannya.


Tidak ada pergerakan.


"Kamu ini maunya apa? " suara itu memeca keheningan mereka


"Kenapa bawah makanya kesini, bukan kepada kekasih mu itu" katanya lagi


"Jangan jadikan Tamara alasan untuk niat terselubung mu itu" lanjutnya


"Kenapa kamu tidak bisa melihat kemataku, apa terlihat ada cinta untuk nya? memang aku sangat mencintai Xavier tapi itu dulu sekarang tidak lagi apa lagi kita juga akan menikah------"


"tutup mulutmu, jangan pernah mengotori kata pernikahan dengan mulut kotor mu itu" ucap Lucas memotong perkataan Calista


Tok....

__ADS_1


tok....


tok....


Suara ketukan pintu kantor Lucas.


"Masuk! " ketusnya


Lagi Sefanya masuk dan mengantarkan makanan yang di pesan oleh Lucas.


"Ini makanan pesanan Bapak" ucap Sefanya dengan ragu


"Taru dimeja, dan kamu segera pergi"


"(Saya juga akan pergi, ngak sudi saya lama-lama disini)" batin Sefanya


Ia menaru makanan itu ke meja nya.


"Permisi" ucapnya lalu Sefanya berjalanundur dan akan keluar namun langkanya ditahan oleh omongan seseorang.


"Tunggu, kamu tungguin saya makan disini" ucap nya


"Hah, kok gitu saya juga-----"


"Mau saya pecat?" ancam nya


"Iya iya" Sefanya menuju sofa untuk duduk


Ia melihat ada wanita cantik disana lalu tersenyum padanya, namun tidak ada balasan senyum nya.


"(Dih, apa semua orang yang disekitar si kaku ini sifatnya begini semua?)" batin Sefanya


"Mau kemana? duduk disini" ucap Lucas


"Disana? saya duduk didepan Bapak?" tanya Sefanya


Sefanya pergi dan duduk berhadapan dengan Lucas.


"Tunggu!!" ucap Seorang yang membuat Lucas berhenti untuk menyuapi makanan itu kedalam mulutnya. Ia mengambil maknan yang akan di makan Lucas.


"Kamu gak bisa makan ini, ada bawang putih sama kentangnya" ucap Calista


Sefanya kaget mendengar itu.


"Lepasin" kata Lucas


"Kenapa kamu sangat keras kepala hah? kamu alergi kentang dan bawang putih apa kamu mau mati?" Calista membentak Lucas


Sefanya masih tercengang melihat kejadian dihadapannya.


Lucas tidak peduli dengan perkataan Calista Ia menyuru Sefanya yang menyuapi dirinya.


"Hei kamu, suapi saya makanan ini sampai habis" perintah Lucas


Sefanya kaget mendengar perintah itu.


"Apa kamu tidak dengar!!!" Lucas meninggikan suaranya pada Sefanya membuat Sefanya sedikit kaget


Calista membanting makanan itu sehingga Lucas tidak jadi makan. Sefanya mengelus dadanya dan menutup matanya.


"(Tuhan syukurlah mbak cantik ini menjatuhkan makanannya)" batin Calista


"Kenapa peduli, sana pergi denga Xavier" pinta Lucas


"Kenapa kamu tidak melihat cinta saya untuk kamu Lucas? apa kurang?" ucap Calista

__ADS_1


Sefanya tidak ingin ikut campur masalah hubungan kedua orang itu lalu dia pergi dari sana.


"Cinta kata mu? bulshit. sekarang saya sudah punya pacar dan impian kamu tuk bersama saya mimpi saya sudah punya kekasih" ucap nya


"Bohong, mana kalau memang ada? kamu pura-pura kan menolak saya dengan alasan ini" ucap Calista


"Sefanya." Lucas menyebut nama nya untuk pertama kalinya membuat jantung Sefanya berdegup kencang. entah rasa degdegan karena namanya di ucapkan atau karena takut dengan pria itu. Ia berbalik dan menghadap kemereka berdua


"Kami lihat dia?" ucap Lucas


"Ya, dia Ob" jawab Calista


"Bukan. Dia calon istri saya" ucapan Lucas membuat Calista dan Sefanya terkejut


"What. Dia?" Calista menunjuk Sefanya


"Iya, Sefanya ini calon istri saya. bukanya saat itu saya bilang akan perkenalkan sama kamu calon istri saya? heh." ucap Lucas dengan mantap Ia pun pergi mengandeng Sefanya


Sefanya menghindari namun ditahan oleh tangan kekar Lucas.


"Dia? tapi Dia Ob disini kamu pacaran sama Ob?" ucap Calista mencemoo Sefanya


"Saya sengaja. saya menyuruh dia menyamar jadi Ob untuk mengejutkan kamu" ucap Lucas


Karena tidak terimah dipermalukan Calista pergi dari ruangan Lucas. sementara itu Lucas masih menaruh tangannya di pundak Sefanya.


"Heh ngapain kamu dekat-dekat saya?" ucap nya lagi dan mendorong Sefanya menjauh darinya


"Heh dasar kaku, sudah membuat kesalahan tidak minta maaf lagi apa maksudnya bicara begitu? saya ini Ob tapi saya masih sadar diri untuk tidak memaksakan kehendak saya pada orang lain" ucap Sefanya lalu pergi dari sana


Sefanya turun dari ruangan Lucas dan keluar dari lift.


"Win, itu dia Ny Bos kalian" ucap Calista


Sefanya kaget mendengar perkataan Calista dan membuat orang dikantor itu kaget termasuk Dinda.


"What!! Fan sini ikut saya" Dinda menarik Sefanya menuju Pantry


"Apa maksud semua in" tanya Dinda


"Aku juga gak ngerti Din, tiba-tiba si kaku itu ngomong sembarangan ke pacar atau apanya itu si Ibu Calista itu" jelas Sefanya


"Jadi semua itu benaran Bos ngomong gitu kekamu?" tanya Dinda lagi


"Iya" angguk Sefanya


"Mampus, bakal kena masalah terus dah kita setiap hari" ucap Dinda


Mereka duduk di pantry dari tadi tidak bisa pergi makan siang karena takut akan di kerjain sama karyawan di kantor mereka.


"Aduh laper banget" gerutu Dinda


"Sama Din, gimana caranya kita keluar buat beli makanan" Sefanya


"Makan ni, dari pada dibuang sayang mubasir nanti" rantang makanan diletakan di meja pantry


lelaki itu pergi setelah memberikan makanan yang di bawah kan untuknya.


"Ini kan makanan yang tadi di bawah sama Calista" gumam Sefanya


Dinda mengucek matanya tidak percaya kalau itu seorang Lucas Alexander Davidson datang hanya untuk memberikan mereka makanan.


"Itu Pak Bos?" tanya Dinda karena masih tidak percaya


"Hem siapa lagi emang hantu?" ucap Sefanya

__ADS_1


Karena mereka terlalu lapar akhirnya mereka menyantap makanan yang sangat mewah dan enak itu sekejap saking enaknya.


......................


__ADS_2