TAKDIR (LucaSSefanya)

TAKDIR (LucaSSefanya)
Ep 7


__ADS_3

Seperti biasa kegiatan pagi hari Caroline menyiapkan sarapan dan mengemas barang dagangan nya. Sefanya menyibukan diri dengan persiapan Anaknya dan juga dirinya.


setelah sarapan mereka bersiap pergi ke kantor dan mengantar Dewandra kesekolahnya.


"Sayang masuk ya sekarang, Bunda berangkat kerja dulu ingat dengar kata-kata Mis ya" Ucap Sefanya


"Siap Bunda" ucap anaknya itu


Setelah Dewandra masuk kelas Sefanya melakukan motornya dijalan rasay yang tidak terlalu ramai hari ini. Semangat nya hari ini menjadi lebih besar sangat terlihat dari sorot matanya yang penuh dengan harapan dan kegigihan. beberapa menit kemudian dia sampai di kantor. Dinda melihat Sefanya sedikit berubah jadi ini Ia memegang jidat Sefanya.


"Kenapa si Din?" tanya Sefanya


Dinda terus melihat kearah Sefanya.


"Din ada apa? kenapa lihat aku kek gitu?" tanya Sefanya lagi


"Kamu baik-baik aja kan Fan? kamu gak gila kan?" tanya Dinda memastikan


"Apaan si kamu Din, orang sehat-sehat gini dikatain sakit" ucap Sefanya


"Gak soalnya aneh aja, kamu dari tadi tu kek bukan kamu tau gak, pas datang senyum-senyum sendiri" ucap Dinda


"Aku lagi full batere hari ini" ucap Sefanya


"Kita harus semau kerjanya Din, apapun pekerjaan kita, kita harus jalani dengan santai dan mencintai pekerjaan itu" ucap Sefanya


membuat Dinda semakin berfikir ada yang lain dari sahabatnya itu.


......................


Waktu menunjukkan pukul 09:00 semua karyawan kantor sudah pada datang semuanya. Wina sekertaris Lucas datang ke Pantry untuk memesan kopi untuk seluruh karyawan.


"Heh Ob Baru,!!" panggilannya


"Iya Bu ada apa?" tanya Sefanya


"Buatin kopi ya untuk semua karyawan kantor" ucap nya


"Kamu pergi dulu tanya kemereka sana. Mau dibuatin kopi apa" lanjutnya


Sefanya mengambil buku dan pulpen lalu pergi dari sana. sementara itu Wina kelihatannya sedang merencanakan sesuatu pada Sefanya.


"Permisi Bu, saya mau bantuin Sefanya" ucap Dinda


"Eh, kamu mau kemana?" tanya Wina


"Mau bantuin Sefanya Bu" ucap Dinda


"Enak aja, gak. kamu disini aja duduk kalau kamu bantuin dia nanti aku akan kasih tau Lucas buat pecat kamu" ancam Wina


"(Jadi ini kerjaan Pak Bos, apa sih maunya tu orang selalu aja nyusahin Sefanya)" gumam Dinda


Terpaksa Dinda duduk kembali. Wina pergi dari sana kembali ke ruangannya.


Sefanya sampai di ruangan mereka.


"Maaf semuanya, ada yang pesan kopi?" tanya Sefanya


"Iya buatin aku kopi hitam satu" ucap seory dari mereka


mereka semua berbicara semua membuat Sefanya pusing harus menulis apa di bukunya. seseorang memperhatikan Sefanya dari jauh lalu menyuruh asisten untuk menghentikan kericuan itu.


"Ehemmmm" seseorang berdiri disana semua orang disitu langsung diam melihat siapa yang datang disana.

__ADS_1


"Pak Edward" ucap seorang disana


"Ada apa ini? kenapa pagi-pagi sudah bikin keributan?" tanya Edward


"Ini Pak gara-gara anak baru ini" mereka menyalahkan Sefanya


"Em apa yang sudah kamu perbuat?" tanya Edward


"Saya tidak buat apa-apa Pak, hanya saja tadi Ibu Wina menyuru saya untuk bertanya kemeraka ingin minum kopi apa gitu Pak" jawab Sefanya


"Terus kenapa ribut-ribut?" tanya nya


"Saya kesusahan buat nulis kopi mereka karena mereka semua bicara pak, padalah saya sudah bilang satu persatu saja bicaranya tapi mereka tidak mendengar" jelas Sefanya


"Sekarang kalian bilang mau minum kopi apa? biar dia tuliskan pesanan kalian" Edward menunggu Sefanya selesai menulis lalu kembali


"Terimakasih banyak Pak Edward" ucap Sefanya


"Sama-sama, ingat lain kali kalau mau buatin kopi lihat catatan ini saja"


"Baik Pak, saya permisi " Sefanya pergi ke pantry dan membuatkan kopi untuk semua karyawan.


......................


"Ada apa?" tanya Lucas ketus


Edward menceritakan semua nya pada Lucas.


"Wina benar-benar seenaknya saja" gumam Lucas


Sementara itu di Pantry Sefanya dan Dinda menyiapkan kopi untuk semua karyawan disana. Ada 200 kopi untuk karyawan belum lagi dengan manajer dan juga kepala staf dimasing-masing bidang ya kira-kira 500 orang yang akan dibuatkan kopi.


"Baru juga mood membaik eh dibuat down lagi sama mahluk bumi" ucap Sefanya


"Keknya si Ibu Wina Mak lampir itu gak suka deh sama kamu Fan" ucap Dinda


"Hah kok bisa?" tanya Sefanya


"Gak tau, soalnya tadi pas aku mau bantuin kamu dia ngelarang aku" jelas Dinda


"Gila emang ya karyawan disini, ya gak salah juga si kalau karyawan nya gitu orang Bos nya aja kek si Lucas" ucap Sefanya


Di suatu tempat.


Anak kecil itu keluar dari kelasnya menunggu jemputan didepan taman.


"Nenek kemana ini, kenapa jemput nya lama sekali" Ia bermonolog


"Tidak biasanya nenek lama sudah setengah jam Dewan disini"


Ia melihat di ujung ada penjual eskrim cuaca sangat terik hari ini Ia melihat botol air minumnya sudah habis padahal dia lagi haus sekarang. karena terlalu haus Ia terpaksa berlari kearah penjual eskrim itu.


"Mang, mau eskrim satu"ucap nya


mamang eskrim itu pun membuatkan satu untuk nya.


"Berapa Mang?" tanya nya polos


"Lima ribu dek"


Ia memeriksa kantong bajunya dan mengeluarkan selembar uang 2000


"Ya Aku cuma punya segini Mang" ucapnya sembari memperlihatkan uang nya

__ADS_1


"Mau makan eskrim tapi gak ada uang, sana pergi jadi rusak kan eskrim saya" Ia mengusir anak itu.


"Apa-apaan kamu ini kasar sekali sama anak kecil" ucap Wanita tua itu


"Berapa harga eskrim mu itu sampai-sampai kamu perlakukan anak kecil seperti itu hah?" tanya nya lagi


Penjual eskrim itu hanya terdiam melihat wanita yang terlihat elegan itu apa lagi dibelakang nya berdiri beberapa penjaga.


"Kamu mau eskrim?" tanya nya


"Iya mau, tapi Aku gak punya uang buat beli" jawabnya polos


"Oma akan belikan eskrim yang banyak untuk mu mau?"


"Mau Oma,, tapi...kata Bunda kita gak boleh Nerima apa pun dari orang yang tidak dikenal"


"Benarkah? Hem sepertinya Bunda mu hebat ya, karena punya anak sepintar kamu" ucak Ny Tua itu


"Oma tidak jahat, Oma mau belikan kamu eskrim dan mengantar kamu sampai dirumah boleh?" lanjutnya


"Hem gimana ya, Aku pikir dulu" Ia menaruh jari telunjuk nya di dahinya membuat Nyonya tua itu tersenyum dibuat nya.


"Baiklah, oh Iya nama Oma siapa?" tanya boca itu


"Oma Tamara, kalau kamu siapa namanya?" Ia berbalik tanya


"Dewandra Anderson" jawbnya singkat


"Wah namanya bagus" ucap Ny Tamara


Mereka terus mengobrol disepanjang perjalanan.


"Namaku ada artinya juga Oma" ucap nya


"Wah benarkah? apa artinya sayang?"


"Dewandra itu artinya kekuatan dan Anderson itu nama almarhum kakek" jelas boca lima tahun itu.


"Tadi Om pikir nama belakang mu nama Papa kamu"


"Bukan Oma, Dewan itu gak punya papa, gak tau papa dimana. bunda juga tidak pernah cerita dengan Dewan" jelasnya lagi


"(Anak sekecil ini harus menanggung dan memahami pahit nya kisah Ibu nya kasian sekali kamu Nak)gumam nya " tidak apa mungkin Bunda punya alasan untuk semua itu" lanjut Ny Tamara


"Oma, Oma rumah Dewan sudah dekat itu didepan rumah dewan" ucap nya


Dewandra lalu turun dari mobil mewah yang mengantarkan dia pulang.


"Dewandra !!!!" teriak sang nenek


"Kami dari mana saja, Nene mencari kamu disekolah tapi ngak ada kemana kamu tadi?" tanya Neneknya kawatir


"Tadi saya menemukan dia si pinggir jalan mau beli eskrim tapi gak dikasih sama penjualnya karena uang nya gak cukup" jelas wanita paru bay yang cantiknya masih terlihat diwajahnya


"Iya Nek, Oma Tamara baik banget dia ngajakin aku beli eskrim banyak sekali" ucak Dewan polos


"Terimakasih Nyonya sudah menghantarkan cucu saya" ucap Ibu Caroline


"Sama-sama, oh iya saya pamit dulu" Ia pegi dari sana.


didalam mobil Ia terus memikirkan anak kecil itu.


"Rasa-rasanya Saya pernah melihat anak kecil mirip seperti dia, tapi dimana ya." gumamnya

__ADS_1


......................


__ADS_2