Takdir Cinta Twins

Takdir Cinta Twins
Sama-sama Berbohong


__ADS_3

"ALEA! AKU SANGAT MENCINTA MU, BILA KITA TIDAK BISA BERSAMA, AKU AKAN PERGI DARI KEHIDUPAN MU UNTUK SELAMANYA!! AKU AKAN MELOMPAT DARI BALKON INI." Nathan menoleh kearah Vana lalu tersenyum samar "SELAMAT TINGGAL ALEA!


Seketika tubuh Nathan terjun bebas dari balkon.


"NATHAN!!!! teriak Vana dan berlari kearah Nathan menjatuhkan diri. Vana sangat syok dan hampir pingsan melihat kenekatan pria bermata biru itu.


"Ya Tuhan Nathan! Kenapa kau nekat Kak! hiks.. hiks.. kepala Vana mendongak kebawah dan hanya terlihat rimbunan pepohonan yang berwarna pekat, sangat gelap dan tidak terlihat apapun di bawah sama.


"KAK NATHAN!!!!!! teriak Vana, suaranya melengking bersama suara deburan ombak.


"Hiks.. hiks.. Vana jatuh terduduk di lantai, satu tangannya memanggang dadanya yang terasa sesak. Tangisannya semakin dalam dan goncangan tubuhnya semakin hebat.


"TIDAK KAK! JANGAN TINGGALKAN AKU!!! hiks... hiks... Vana terus meraung-raung.


"KENAPA KAK! KENAPA KAKAK LAKUKAN ITU, SEHARUSNYA KAU TIDAK PERLU MENGAKHIRI HIDUPMU DENGAN CARA MELOMPAT DARI BALKON!! huhuhuhu...


Vana terduduk dengan menyandarkan punggungnya di salah satu tiang. wanita cantik yang terlihat anggun malam itu membenamkan wajahnya di antara kedua lutut, dan masih terlihat guncangan di bahunya bersama suara sesenggukan yang semakin dalam.


"Kak Nathan ma'afkan aku.." hiks.. hiks..


Tiba-tiba sebuah tangan mengusap lembut kepala Vana yang masih terbenam diatara kedua lututnya. Darah Vana berdesir dari atas sampai bawah. ia mengangkat wajahnya perlahan dan terkejut saat melihat wajah pria bermata biru didepannya. Mata Vana membulat sempurna sambil membekap bibirnya yang menganga. Nafasnya mulai tersengal, bahkan tangisannya langsung berhenti. Tenggorokan Vana terasa kering bahkan untuk menelan salivanya nya saja sangat sulit.

__ADS_1


"KA-K NAT-HAN!! ucap Vana terbata-bata


"Iya sayang aku disini.." Nathan tersenyum seraya melebarkan kedua tangannya


"Hiks... hiks... hiks...


Vana langsung berhambur ke dalam pelukan Nathan dan menangis sesenggukan di dada bidang pria tampan bermata biru itu. Tampa sadar Vana terus memukul-mukul dada Nathan yang berbulu. Nathan mengusap lembut punggung Vana dan mencium pucuk kepalanya.


"Kau jahat, sudah membuat aku takut! pekiknya sambil terisak.


"Sudah jangan menangis lagi, aku tidak jadi mati! gurau Nathan dan langsung mendapat cubitan di perut sixpack nya


"Maaf aku sudah membuat ku syok." Nathan mengusap sisa jejak airmata wanita cantik di pipinya. "Ayo kita kembali ke villa, udara malam ini mulai sangat dingin."


Nathan Ingin mengendong tubuh wanita yang sudah membuatnya candu, tetapi Vana menahannya.


"Tunggu! bagaimana bisa kau hidup lagi. Bukankah kau sudah terjun ke bawah balkon? tanya Vana penasaran. "Atau kau memang sudah rencanakan ini semua? kini tatapan Vana menghujam sangat tajam kearah Nathan.


Nathan menghela nafas panjang "Kenapa? apa ada yang salah?!


"Tentu saja salah! kau malah bertanya?! Vana mencabik "Aku seperti orang bodoh yang menangisi dirimu! kesal Vana dengan sorot mata yang sulit diartikan.

__ADS_1


"Ma'af, sayang.. aku hanya ingin mengetahui sejauh mana kau mencintaiku dan takut kehilangan diriku."


Mata Vana melotot "Kau itu terlalu percaya diri! Vana mendorong dada Nathan dan tiba-tiba ia berdiri, lalu berjalan menuju tangga, rupanya Vana melupakan dirinya yang sudah bisa berjalan di depan Nathan.


"Hahahaha..." Nathan malah terbahak


"Alea... Alea... kau memang penipu ulung. Ternyata kau sudah bisa berjalan, tapi masih berpura-pura lumpuh! sindir Nathan sambil melipat tangannya didada. Seketika Vana menghentikan langkahnya dan terpaku di tempatnya berdiri. Ia menunduk dan melihat kakinya yang berdiri kokoh di atas lantai.


Vana memutar tubuhnya dan berbalik "Kalau aku sudah bisa berjalan memangnya kenapa? apa ada yang salah?! jawab Vana seraya menaikkan dagu nya.


Nathan berjalan mendekat dan tersenyum ramah "Tentu saja aku sangat bahagia. jadi memulangkan mu dalam keadaan sudah bisa berjalan, aku tidak akan khawatir lagi bila meninggalkan mu?!


Vana menarik nafas sebanyak mungkin. "Baiklah, aku akan turun kebawah dan beristirahat, aku ingin prepare untuk kepulangan ku! Vana mulai mengangkat gaunnya yang menjuntai menutupi kakinya. Tanpa di minta tiba-tiba Nathan menggendong tubuh Vana dan berjalan menuruni anak tangga. Vana terus berontak dan tidak ingin di gendong.


"kalau kau tidak bisa diam, bisa-bisa kita jatuh bersama! Netra Nathan menatap gadis yang sedang ia gendong "Apa kau ingin kita terjatuh dan mati bersama ditempat?! seru Nathan. kini Vana tidak lagi berontak, ia membiarkan tubuhnya digendong oleh Nathan menuruni anak tangga.


Bunda ngantuk sayang... besok lagi ya update nya. Happy reading 😍


💜💜💜💜


💜💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2