Takdir Cinta Twins

Takdir Cinta Twins
Keputusan Zevana


__ADS_3

TIDAK AKAN DADDY BIARKAN KAU PERGI, APALAGI BERSAMA ANAK DARI THOMAS!"


"BAIKLAH BERARTI DADDY MEMILIH AKU MENGAKHIRI HIDUP KU! PILIHAN DADDY HANYA ADA DUA! MEMBIARKAN AKU PERGI BERSAMA KAK NATHAN, ATAU AKU AKAN MENGAKHIRI HIDUP KU SENDIRI DI DEPAN DADDY! teriak Vana seraya menodongkan pistol ke kening nya sendiri.


Seketika mata Reno terbelalak sempurna saat melihat sendiri aksi nekad sang anak, demi membela pria yang sudah banyak berkorban untuknya.


"STOP HENTIKAN ZEE, KAU JANGAN NEKAD DEMI MEMBELA LAKI-LAKI SIALAN INI!! hardik Reno penuh amarah.


"AKU TIDAK PERDULI LAGI, DADDY SAJA SANGGUP MENYAKITI PRIA YANG SUDAH BANYAK BERJASA UNTUK ZEE! SEHARUSNYA DADDY SADAR DAN MELUPAKAN SEMUA DENDAM ITU, AKU MENCINTAI NATHAN DAD!!!!


Vana yang sudah nekad masih membenamkan pistol di dahinya, sekali klik peluru sudah tembus kepalanya.


Reno menarik nafas dalam-dalam lalu di hempaskan ke udara "ZEE! Apa yang ingin kau lakukan! LEPASKAN PISTOL ITU!! ingatlah pada mommy yang telah melahirkan mu, Zevano saudara kembar mu dan Zidan adikmu! seru Reno tak kalah sengit.


"AKU TIDAK PERDULI LAGI DENGAN MEREKA!


"Baiklah, kau boleh membenci Daddy, lalu bagaimana dengan mommy yang sangat menyayangi mu."


"Mommy....?! tatapan Vana terlihat kesal pada sang Daddy saat menyebut wanita yang telah melahirkan nya "JANGAN PERNAH SEBUT NAMA MOMMY DI DEPAN KU, AKU JIJIK MENDENGAR NAMANYA!!


DEG!


Jantung Reno bergetar hebat, nyawanya hampir saja di tarik paksa saat mendengar ucapan anak kandungnya sendiri.


"TEGA KAMU BERBICARA SEPERTI ITU ZEE! SETAN APA YANG SUDAH MERASUKI MU HINGGA KAU MENGATAKAN JIJIK PADA WANITA YANG TELAH MELAHIRKAN MU!! bentak Reno tak terima.


"DORR!!!

__ADS_1


Vana melepaskan tembakan ke udara sebagai peringatan dan membuat Reno mundur melihat aksi sang anak. "Kenapa sifat dan keras kepala mu sama persis dengan ku Zee, ternyata kita memiliki karakter yang sama." batin Reno berkata lirih.


"ALEA.. jangan pernah membantah apalagi menyakiti kedua orang tua mu." tiba-tiba Nathan berbicara sambil berusaha bangkit dan duduk di aspal, ia mendengar pertengkaran antara anak dan Ayah itu.


"Kak Nathan! Vana berjongkok dan mendekati Nathan yang terlihat lemas. Satu tangan Vana masih mengarahkan pistol ke sang Daddy. satu tangannya lagi mengusap tengkuk Nathan yang sudah banyak keluar darah.


"Ma'afkan aku kak! aku benar-benar tidak tahu bila Daddy akan melakukan semua ini padamu! hiks...


"Sudah, jangan menangis. Aku tidak apa-apa." ucap Nathan lemah.


"Lihat ini? banyak darah di tengkuk mu." jemari tangan Vana sudah di penuhi darah segar "Untung lah peluru itu tidak sampai menembus kepala mu kak, hanya tergores timah panas itu."


"Terima kasih Lea, kau telah menyelamatkan aku dengan aksimu yang nekad, sungguh di luar dugaan ku, kau bisa membidik peluru yang hampir menembus kepalaku dan meleset ke samping.


"Akupun tidak menyangka bisa melakukan itu, semua diluar kendali ku dan campur tangan Tuhan."


"Ayo kak kita harus pergi dari sini dan mengobati luka mu, darahmu sudah banyak keluar."


"Aku sudah tidak perduli, sekalipun Daddy membuang ku sebagai anaknya!" tegas Vana penuh penekanan.


"Ayo kak, aku bantu berdiri."


Vana merangkul pinggang Nathan untuk berdiri, lalu mereka berjalan tanpa menghiraukan Reno yang menatap kepergian mereka.


"ZEE! KAU MAU KEMANA?! KEMBALILAH!


Vana menghentikan langkahnya lalu berbalik, dan menatap sinis sang Daddy "AKU TIDAK MEMBUTUHKAN SEORANG AYAH YANG EGOIS!! BILA DADDY TIDAK MEMBIARKAN KU PERGI BERSAMA KAK NATHAN, LEBIH BAIK AKU AKHIRI HIDUPKU SEKARANG JUGA!!! ancam Vana yang masih membenamkan pistol ke dahinya.

__ADS_1


"Tuan...! Rocky kaki tangan Reno mendekat dan berbicara dengan hati-hati "Maaf tuan, saran saya, lebih baik kemauan Nona Vana jangan di tentang, dia dalam kondisi tertekan dan tidak stabil, saya takut Nona berbuat nekad dan benar-benar mengakhiri hidupnya. Lakukan demi kebaikan Nona."


"Tetapi aku tidak sudi anakku zee pergi dengan lelaki sialan itu!!


"Untuk sementara saja, Tuan! sampai kondisi Nona bisa di ajak damai dan tidak tertekan begini. percuma bila tuan menentang kemauannya, yang ada Nona akan semakin membangkang dan memusuhi keluarganya sendiri."


Reno membuang nafas kasar "Baiklah, aku ikuti saran mu, tetapi kau tetap ikuti kemanapun mereka pergi dan kabari padaku semua aktivitas nya."


Rocky mengangguk "Baik Tuan, pasti akan saya pantau terus keadaan Nona."


"Baiklah nak, pergilah kau sesuka hatimu! terapi jangan pernah menyesal apa yang sudah menjadi pilihan mu!


"SEMOGA KEPUTUSAN KU TIDAK SALAH DAD!!


"KAU BUKAN HANYA MENINGGALKAN KELUARGA MU DEMI LAKI-LAKI ITU! TETAPI TANGGUNG JAWAB MU DENGAN RUMAH SAKIT "PELITA MEDICAL!!!


"TOLONG DAD, BERIKAN SEMUA ITU PADA KAK VANO, ZEE YAKIN KAK VANO BISA MENGURUS RUMAH SAKIT ITU!!"


Hati Reno sungguh sakit seperti sedang diremas-remas dengan keputusan anak gadisnya, Vana rela meninggalkan kelurga dan rumah sakit yang ia kelola.


"Lea, apa keputusan mu sudah benar ingin meninggalkan keluarga mu? jangan lakukan itu, aku tidak ingin Ayah dan ibu kandungmu kehilangan anak gadisnya." ucap Nathan datar, ia juga tidak ingin egois dengan cara memilki Vana dan menjauhkan dari keluarga nya. Bukan itu yang Nathan inginkan tetapi Reno sudah gelap mata dan membenci dirinya.


"Aku sudah dewasa dan harus bisa memilih jalan hidup ku sendiri, aku tidak ingin terus-menerus di setir oleh Daddy dan kelurga ku." tegas Vana sambil terus merangkul pinggang Nathan.


Nathan hanya menghela nafas datar, pasrah dengan keputusan anak sang Macan Asia dan mengikuti semua keinginan kekasihnya. Sekarang ia tidak tahu, apakah harus senang atau bersedih melihat Vana lebih memilih dirinya ketimbang Ayah dan keluarga nya sendiri.


💜💜💜💜

__ADS_1


@Segini dulu ya All, bunda mau masak buat BUKA puasa dulu, insyaallah malam di sambung lagi.


[SELAMAT BERBUKA SEMOGA AMAL IBADAH KITA DI TERIMA. AAMIIN 🤲]


__ADS_2