Takdir Cinta Twins

Takdir Cinta Twins
Perilaku Robert


__ADS_3

"Mau apa kalian disini!


"Sa-ya mau mengantarkan berkas ini Dok! ucap seorang suster takut-takut, sambil menyerahkan berkas itu dengan wajah tertunduk.


"Besok saja kau serahkan, saya mau pulang! Robert berjalan melewati beberapa suster yang masih berdiri terpaku, baru beberapa langkah berjalan, ia berhenti dan memutar tubuhnya "Panggilkan OB dan bereskan kekacauan di ruangan kerja saya!" tukas Robert dingin lalu pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari para suster.


Mobil sedan hitam menyusuri jalanan raya kuta Bali yang tampak lengang, jalanan beraspal hitam itu sangat mulus untuk di lintasan kendaraan roda empat dan roda dua. Tak terasa 20 menit mobil Robert sudah tiba di depan gerbang rumah bergaya modern. seorang satpam membukakan pintu untuk sang Tuan masuk. Mobil terparkir asal tepat di depan teras. Robert masuk kedalam rumah dengan tergesa-gesa dengan perasaan campur aduk, raut wajah tegang dan dingin tercetak sempurna.


"Sayang kau sudah pulang?" Davina mengecilkan volume suara layar tv yang sedang ia tonton. ia beranjak dari duduknya dan menghampiri sang suami yang biasanya menyambut kepulangan nya dengan mencium punggung tangan Robert, lalu Pria blasteran indo itu akan mencium kening sang istri penuh kasih sayang. Namun kali ini Davina melihat perubahan dari sang suami yang langsung berjalan kearah kamar pribadi mereka tanpa menoleh kearah Davina.


"BRAKK!


Davina terkejut saat Robert membanting pintu kamar dengan keras.ia mengelus dadanya sambil berjalan kearah kamar


"Kenapa sikap Mas Robert tidak seperti biasanya? ia tidak pernah membanting pintu meskipun ada masalah di rumah sakit. Tetapi hari ini, sikapnya berubah dratis. Apa ada pekerjaan yang membuatnya marah? Davina bertanya-tanya dalam hati. "Aku akan tanya baik-baik, mungkin saja Mas Robert ada masalah."

__ADS_1


Jeglek!


Wanita berusia 45 tahun itu membuka pintu penuh hati-hati sambil mengedarkan pandangannya, tidak ada sosok Robert di dalam kamar yang biasa Davina lihat sedang bersandar di kepala ranjang. ia berjalan kearah kamar mandi yang tertutup, tidak terdengar aktivitas orang sedang mandi. "Kemana Mas Robert? atau jangan-jangan.." Davina melangkahkan kakinya menuju balkon yang berada di dalam kamar.


"Mas!


Terlihat sosok Robert yang sedang termenung memandang lautan lepas di depannya. Tempat tinggal mereka memang dekat dengan lautan, hingga terlihat sangat nyaman dan teduh.


"Mas!


Panggil Davina untuk kedua kalinya, Davina berjalan mendekat dan sudah berdiri sejajar dengan suaminya "Ada apa dengan mu, mas? sepertinya mas terlihat tidak baik-baik saja. Apa ada masalah di rumah sakit?!" tanya wanita berparas cantik, meskipun tak muda lagi dengan lembut.


"Mas? kenapa melihat ku seperti itu? tanya Davin dengan kening berkerut.


"Pergilah, aku hanya ingin sendiri!" tukas Robert mengalihkan pandangannya kedepan lautan lepas.

__ADS_1


"Ada apa Mas? kenapa sikap mu jadi ketus begitu, apa aku punya salah? kalau iya katakan lah."


"Aku hanya ingin sendiri! mengerti tidak! bentak Robert dengan suara meninggi, lalu melangkah pergi meninggalkan Davina yang menatapnya bingung.


"Mas tunggu, kita bisa bicara baik-baik!" Davina mengekor Robert dari belakang.


"BRAKK!


Suara pintu di banting dengan keras. Davina yang masih berada di belakang Robert terkejut saat pintu di banting untuk kedua kalinya, ia memegangi dadanya yang mulai sesak dan tak percaya dengan sikap Robert yang biasanya terlihat lembut dan tidak mudah marah.


"Ada sebenarnya dengan dirimu Mas! Davina menghela nafas panjang "Aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi dan membuat sikap suamiku berubah."


Davina membuka pintu dan menutupnya kembali, di dalam kamar tidur tidak ada lagi sosok Robert. "Kita harus selesaikan malam ini juga Mas! aku tidak akan tenang sebelum kau mengatakan yang sebenarnya." Davina berbicara sambil melangkah meninggalkan kamarnya.


🥰🥰🥰

__ADS_1


"Ma'af ya, Bunda baru bisa update kembali. semoga bisa update setiap hari ya😁🥰


@Bersambung


__ADS_2