Takdir Cinta Twins

Takdir Cinta Twins
Janji Bersama


__ADS_3

"Kakak bilang apa?!


"Cantik sayang... kau adalah bidadari yang di kirim Tuhan untukku."


"Ish gombal! mendengar ucapan Nathan membuat Vana tersenyum malu-malu, semburat warna merah merona di kedua pipinya.


"Ikan-ikannya sudah matang, ayo kita makan,."


Mereka berdua mulai menikmati ikan bakar Mas, dan memakan dengan lahap, sesekali mereka bercanda dan saling mengejek. Tanpa mereka sadari sepasang bola mata tajam menatap mereka berdua.


"Wah ikannya sangat gurih walau nggak ada rasanya." kekeh Vana.


"Ya nama nya juga makanan buat orang tersesat, jadi seadanya ajah, syukur-syukur kita bisa makan ikan bakar."


Vana tersenyum dan mengangguk, Nathan memisahkan daging dari duri ikan, lalu menyuapi Vana dengan tangan nya. Mereka sungguh bahagia dan sangat menikmati makanan yang ia temukan hari itu. Vana begitu terharu dengan perlakuan manis dan keromantisan Nathan padanya. Sesekali tangan Nathan menyibak rambut panjang Vana yang menutupi sebagian wajahnya ke samping karena terpaan angin sore itu.


"Cup!


Satu kecupan lembut di kening Vana "Aku sangat mencintai mu Alea, jangan pernah pergi dari hidupku lagi."


Vana terperangah dan menatap netra biru di depannya, seulas senyuman dan anggukan kepala sebagai respon "Aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi, setelah bertahun-tahun berpisah karena kesalahpahaman diantara kedua orang tua kita."


Nathan menggenggam erat tangan Vana "Apakah kau akan terpengaruh nantinya bila ada sesuatu yang belum terungkap dan akan kita ketahui tentang masalalu orang tua kita?"


Vana menggeleng cepat "Tidak akan lagi kak, apapun yang akan terjadi nantinya dengan masalalu kedua orang tua kita, kita akan selalu bersama. Aku tidak akan mengorbankan cinta ku lagi." ucap Vana dengan mata berkaca-kaca.


Nathan menarik Vana kedalam pelukannya "Aku berjanji akan selalu menjaga mu dan meminta restu Mommy dan Daddy untuk meminta restu menikahi mu."


Vana yang bersandar di dada bidang Nathan mengangkat kepalanya dan menatap cinta pada Pria yang sudah banyak berkorban untuknya. "Apakah kau mau menikah dengan ku? tanya Nathan seraya membalas tatapan wanita yang ia peluk.


Buliran airmata Vana mulai berjatuhan, Nathan mengusap nya lembut seraya menunggu jawaban dari wanita yang sudah membuatnya jatuh hati. Vana tersenyum bersama sebuah anggukan kepala. Binar bahagia tercetak jelas di wajah Nathan, lalu ia membekap tubuh Vana erat dan menciumi nya bertubi-tubi.


.


"Sudah kak geli! pekik Vana sambil terkekeh.


"Terimakasih sayang, atas cintamu yang begitu tulus padaku. kau adalah cinta pertama dan terakhir ku."


"Kita sama kak, kakak adalah cinta pertama dan terakhir ku."


"Berjanjilah kita akan saling menguatkan dan tidak akan pernah terpisahkan lagi, kecuali maut yang memisahkan."


Nathan mengangkat jari kelingking nya, Vana mengaitkan jari kelingking ke jari kecil Nathan. "Aku berjanji kak!" Mereka berpelukan kembali untuk saling menguatkan dan mengukuhkan janji mereka berdua.


"Kak, kita akan berjalan kemana lagi? sudah dua malam kita berada di hutan."


"Secepatnya kita harus keluar dari sini. Cepat kau ganti pakaian mu, sepertinya baju mu sudah kering."

__ADS_1


Vana mengangguk dan mengambil pakaiannya yang ia jemur diatas batu, di balik batu ia mulai mengganti pakaiannya.


"Kak, bajumu apa harus ku cuci dulu? teriak Vana dari balik batu.


"Nggak usah, aku suka aroma tubuh mu Lea." teriak Nathan seraya tergeletak.


"Ish! Vana mencabik


Mana kemeja ku." pinta Nathan berjalan mendekat. Pria tampan bermata biru itu memakai pakaian nya lengkap dengan celana jeans.


"Ayo kita pergi dari sini! Nathan menggandeng tangan Vana dan pergi meninggalkan air terjun yang penuh dengan kenangan.


Perjalanan begitu panjang dan melelahkan, hingga tanpa terasa awan mulai gelap. "Kak, sampai kapan kita akan melewati ujian ini? hari mulai gelap dan kita akan berakhir di dalam hutan lagi."


Nathan membuang nafas kasar " Aku tahu kau tidak akan terbiasa berada di tengah hutan."


"Apa bedanya? kak Nathan juga terbiasa tinggal di kota."


"Aku sudah pernah tinggal di tengah hutan dan jauh dari keramaian selama bertahun-tahun."


"Kapan kak?! tanya Vana sambil terus mengikuti langkah panjang Nathan.


Nathan menghentikan langkahnya dan menoleh pada Vana "Dulu, saat perkelahian ku dengan mu malam itu, aku merasa bersalah dan kecewa dengan diriku sendiri. Aku depresi dan menghilangkan diri dari keramaian, tinggal di sebuah hutan dan aku juga buat pertenakan disana."


Vana terus mendengarkan kisah kekasihnya sambil terus berjalan bersama. Hingga mereka di kejutkan oleh suara petir yang datang tiba-tiba.


"TARZ!


"TARZ!


"Kak, sepertinya akan turun hujan!"


"Iya! ayo kita cari tempat untuk berteduh!


Mereka berdua saling bergandengan tangan dan berjalan dengan cepat mencari tempat untuk berteduh. Tiba-tiba hujan benar-benar turun dan membasahi tubuh mereka berdua.


"Kak, hujan nya semakin lebat!


"Disana ada goa, kita bisa berteduh disana. Ayo Lea kita harus cepat sampai."


Mereka berlari kecil menyusuri tanah yang mulai becek tersiram air hujan, bersama suara gelegar petir yang mulai menyambar pepohonan.


"Alea hati-hati! teriak Nathan seraya menarik tubuh kekasihnya kesamping, karena sebuah pohon besar tiba-tiba tumbang terkena sambaran petir. Refleks Vana memeluk tubuh Nathan karena ketakutan dan melihat pohon besar yang hampir menimpa dirinya.


"Kak, pohon itu hampir saja menimpa ku." tubuh Vana gemetar


"Sudah tidak apa-apa, aku akan terus menjaga mu." Nathan mencium puncak kepala Vana. "Ayo kita lewat sana dan secepatnya pergi, sebelum pohon lainnya tumbang."

__ADS_1


Nathan terus menggandeng tangan kekasihnya dan tanpa mereka duga Vana tiba-tiba terpeleset karena jalanan becek "Biar aku gendong agar cepat sampai goa Itu! tanpa minta persetujuan Vana, dengan gerak cepat Nathan menggendong tubuh kekasihnya dan berjalan cepat menuju goa.


Setelah sampai, pria hangat itu menurunkan Vana di depan goa "Kita sudah sampai!


"Kak tunggu! apa kakak yakin ingin masuk kedalam goa? bagaimana kalau ada binatang buas sebangsa ular atau harimau?!


"Sebentar, aku masuk kedalam dulu. kau tunggu lah disini."


Nathan mengambil beberapa ranting di samping goa yang tidak terkena air hujan, lalu mengeluarkan dua batu kolar dari saku celananya yang ia ambil dari air terjun tadi. ia gesekkan dua batu itu hingga mengeluarkan hawa panas, lalu percikannya ia kenakan ke dedaunan dan ranting pohon, hingga api mulai membesar. Nathan mulai memasuki goa untuk melihat keadaannya di dalam. Vana hanya menunggu di depan goa dengan bulu kuduk merinding


"Keadaan didalam sangat aman, ayo masuk."


Vana mengikuti langkah Nathan yang masuk kedalam goa. Tempat nya tidak terlalu besar, terapi cukup untuk bisa mereka berteduh.


Nathan membuat perapian didalam goa agar mendapat hawa hangat. "Hujan diluar semakin deras, untungnya kita sudah sampai disini." Nathan menghela nafas lega.


"Kau pasti lelah. sebentar aku keluar dulu." Nathan berjalan keluar goa dan tak lama kembali lagi dengan membawa beberapa dedaunan, lalu menyusunnya.


"Lea, tidurlah disini, kau tampak kelelahan."


Vana yang sejak tadi hanya berjongkok, mendekat kearah Nathan dan duduk di dedaunan yang sudah tersusun rapi. Vana membekap tubuhnya yang terasa dingin, dan sebagian bajunya basah terkena air hujan.


"Sayang.. kau kedinginan?" tanya Nathan sambil mengusap kedua tangannya yang terasa dingin


Vana mengangguk.


"Sini, tidurlah di paha ku." Vana menurut dan menjatuhkan kepalanya di paha Nathan. Dengan penuh Kasih Sayang pria tampan berwajah bule itu mengusap lembut kepala Vana, hingga Vana tertidur pulas.


"Banyak sekali nyamuk! Nathan mengibas-ngibaskan tangannya agar nyamuk itu menjauh dan tidak mengigit tubuh kekasihnya.


"Sepertinya hujan sudah reda, aku akan pergi sebentar untuk mencari jalan keluar, kasihan Lea kalau ikut bersama ku." dengan perlahan Nathan mengangkat kepala Vana dan menaruhnya diatas dedaunan. Dikecupnya kening sang kekasih "Aku tinggal dulu sebentar, sebelum kau terbangun aku akan kembali."


Nathan berdiri dan melangkah pergi keluar dari dalam goa.


💜💜💜😭


Assalamualaikum..wr wb


Tak terasa sudah hampir tiga tahun Bunda berkarya di Noveltoon, itu artinya sudah tiga lebaran kita bersama, bagi yang mengikuti novel Bunda dari yang pertama: Mengejar cinta ceo, Menikahi Kaka tiri yang kejam, Istri pengganti ceo season 1, 2, 3 sampai kisah anak-anak macam Asia.


Terima kasih banyak atas dukungan dan support dari kalian semua. Selama bunda jadi seorang penulis, mungkin ada balasan kata chat yang menyinggung atau pun yang membuat readers terluka. Di hari yang Fitri ini, izinkan Bunda mengucapkan...


"MINAL AIDZIN WAL' FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN 🙏🥰


Semoga kalian semua selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan dunia wal akhirat. Aamiin 🤲


💜💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2