Takdir Masalalu Yang Belum Usai

Takdir Masalalu Yang Belum Usai
bab 12


__ADS_3

Jiwon pergi menemui ayahnya dan menjelaskan semuanya. Tentu saja Kyu Hyung tidak bisa diam saja. Ini menyangkut masa depan sebuah oeradsban. Ia tidak ingin ada orang serakah menguasai daratan ini. Dia hanya mau perdamaian.


"Ibu, aku titip Junkyu padamu." Kata Yunhyeong. Ibunya memasang wajah khawatir. Tae Hee hanya mengangguk dan segera berlari menuju kamar Jisoo.


Disana ia mendapati Jisoo dan Jiwon yang sudah bersiap untuk pergi. Tae Hee memeluk Jisoo sebelum ia pergi. Tae Hee menangis. Ia mengkhawatirkan suami dan anaknya sekaligus dua orang ini. Tujuan mereka memang berbeda tapi resikonya sama.


"Jangan khawatirkan Junkyu. Aku akan menjaganya. Tapi berjanjilah padaku kalau kalian berdua akan baik-baik saja." Kata Tae Hee sebelum melepas kepergian dua anak angkatnya itu.


Yunhyeong dan Kyu Hyung sudah lebih dulu berangkat menuju Gyeonggi. Jisoo dan Jiwon menyusul dan bergerak menuju Gwangju.


Tidak banyak perbekalan yang mereka bawa. Hanya ada buah-buahan dan dua botol air minum. Tapi tentu saja mereka tidak akan memakannya karena tidak ada waktu untuk berhenti. Mereka harus tiba di tempat tujuan secepat mungkin karena jika terlambat sedikit saja, mungkin hal buruk akan terjadi.


_________


Gyeonggi agak sedikit lebih jauh dari desa itu dibandingkan dari desa ke Gwangju. Jadi kemungkinan besar Jisoo dan Jiwon akan sampai lebih dulu. Mereka berdua memilih untuk tidak berhenti, terus melanjutkan perjalanan hingga matahari terbit.


"Kita harus cepat!" Ujar Jisoo yang terus memacu kudanya hingga kecepatan maksimum.


"Mari berhenti sebentar, Sooya! Setidaknya untuk minum!" Teriak Jiwon yang juga sedang berusaha mengimbangi kecepatan kuda milik Jisoo.


"Tidak ada waktu, Jiwon-ah! Kita harus sampai tepat waktu sebelum terlambat!"


"Ck! Perempuan ini memang keras kepala!" Gumam Jiwon.

__ADS_1


________


Ditempat lain, Yunhyeong dan Kyu Hyung juga sedang memacu kudanya. Mereka sempat berhenti sebentar untuk minum dan kemudian melanjutkan lagi perjalanan panjang mereka.


Namun tiba-tiba Kyu Hyung berhenti dan Yunhyrong memaksa kudanya untuk berhenti juga. Ia bingung mengapa ayahnya berhenti mendadak.


"Ada apa, Abeoji?" Tanya Yunhyeong.


"Kita harus lewat jalan pintas! Jika kita lewat jalan biasa, kita akan ketahuan!" Katanya sambil memeriksa sekeliling.


"Mereka tidak akan mengenal kita, Abeoji."


"Percaya atau tidak, mata mereka ada dimana-mana. Aku tahu sebenarnya salah satu penduduk desa adalah mata-mata kerajaan Gyeonggi."


"Apa?!"


"Lalu apa yang harus kita lakukan?"


"Sebentar lagi akan ada persimpangan. Kita ambil jalur paling kiri. Kita akan memutar sedikit."


"Baik, Abeoji!"


"Kau bisa memimpin, Yunhyeong-ah."

__ADS_1


"Tidak. Kau saja. Aku juga tidak tahu jalan pintasnya."


"Baiklah. Kita harus bergegas!"


_______


Kyu Hyung dan Yunhyeong kembali memacu kudanya. Jisoo dan Jiwon juga masih terus bergerak tampa berhenti. Suasana panti juga tidak kondusif. Semuanya sudah tahu tentang hal ini. Tae Hee terus menenangkan Junkyu yang menangis karena tersadar dan mendapati Yunhyeong dan Jisoo tidak ada bersamanya. Junghwan yang panik, kini berusaha ditenangkan oleh Chanwoo. Yang lainnya duduk di teras dengan cemas. Hanya Merapalkan doa-doa yang bisa mereka lakukan saat ini.


"Halmoni...." Kata Junkyu yang masih sesenggukan.


"Ada apa, sayang?" Tanya Tae Hee yang menyingkirkan rambut Junkyu yang tersibak di wajahnya.


"Apakah Appa dan Eomma benar-benar akan kembali?"


"Tentu saja, Junkyu-ya... Mereka akan kembali dan menemuimu. Mereka menyayangimu dan tidak mungkin mereka meninggalkanmu." Jelas Tae Hee memberi pengertian pada Junkyu–meskipun sebenarnya dia juga tidak yakin.


"Eommoni, lebih baik kembalilah tidur dan ajak Junkyu ke kamar. Biar kami yang berjaga." Pinta Chanwoo.


"Tak apa, Channie, aku juga akan ikut berjaga."


"Tapi lihatlah Junkyu. Dia lelah. Sebaiknya dia istirahat." Chanwoo masih berusaha. Dia tahu ibunya itu agak keras kepala. "Tidak perlu khawatir. Mereka akan baik-baik saja. Setelah selesai, mereka akan kembali, bukan?"


"Hmm.. Kau benar. Baik kalau begitu aku akan mengajak Junkyu untuk tidur. Jika kalian membutuhkanku, bangunkan Eommoni tidak apa-apa."

__ADS_1


"Baik, Eommoni!"


___________


__ADS_2